Lodecon adalah obat untuk meredakan gejala flu, seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat, pilek, batuk, dan nyeri tenggorokan. Obat ini mengandung kombinasi paracetamol, chlorpheniramine maleate, phenylephrine, dextromethorphan, dan guaifenesin.
Kandungan paracetamol dalam Lodecon berfungsi untuk menurunkan demam dan meredakan nyeri. Selain itu, chlorpheniramine bekerja sebagai antihistamin yang membantu mengurangi gejala alergi, seperti bersin dan hidung gatal. Sementara itu, phenylephrine membantu melegakan hidung tersumbat.

Untuk membantu meredakan batuk, dextromethorphan bekerja dengan menekan refleks batuk. Di sisi lain, guaifenesin membantu mengencerkan dahak sehingga lebih mudah dikeluarkan.
Apa Itu Lodecon
| Bahan aktif | Paracetamol 600 mg, chlorpheniramine maleate 1 mg, phenylephrine 7,5 mg, dextromethorphan 15 mg, dan guaifenesin 50 mg |
| Golongan | Obat bebas terbatas |
| Kategori | Analgesik-antipiretik, dekongestan, antitusif |
| Manfaat | Meredakan gejala flu dan batuk |
| Dikonsumsi oleh | Dewasa dan anak usia ≥6 tahun |
| Lodecon untuk ibu hamil | Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil. |
| Obat ini hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin. | |
| Lodecon untuk ibu menyusui | Konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan Lodecon selama menyusui, terutama bila bayi lahir prematur atau berusia kurang dari 1 bulan. |
| Bentuk obat | Kaplet |
Peringatan sebelum Menggunakan Lodecon
Meski tergolong obat bebas terbatas, Lodecon tidak boleh digunakan sembarangan. Sebelum menggunakan obat ini atau memberikan obat ini kepada anak, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain:
- Beri tahu dokter riwayat alergi yang Anda miliki. Obat ini tidak boleh digunakan jika Anda memiliki alergi terhadap paracetamol, chlorpheniramine, phenylephrine, dextromethorphan, atau guaifenesin.
- Informasikan kepada dokter jika Anda memiliki riwayat penyakit tertentu, seperti penyakit liver, penyakit ginjal, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, epilepsi, glaukoma, asma, emfisema, bronkitis kronis, diabetes, sakit maag, tukak lambung, varises esofagus, obstruksi usus, sulit buang air kecil, atau pembesaran prostat.
- Hindari penggunaan bersama MAOI seperti isocarboxazid atau phenelzine dalam 14 hari terakhir.
- Jangan konsumsi alkohol selama menjalani pengobatan, karena dapat meningkatkan risiko kerusakan hati, terutama saat menggunakan paracetamol.
- Sampaikan kepada dokter jika Anda mengonsumsi alkohol secara rutin atau memiliki gangguan kecanduan alkohol.
- Diskusikan dengan dokter mengenai penggunaan obat ini jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
- Pastikan untuk memberi tahu dokter semua obat yang sedang Anda konsumsi, termasuk suplemen, maupun produk herbal, untuk mencegah interaksi obat yang berbahaya.
- Segera ke dokter jika muncul reaksi alergi obat atau efek samping yang serius setelah menggunakan Lodecon.
Dosis dan Aturan Pakai Lodecon
Berikut ini adalah dosis umum penggunaan Lodecon untuk meredakan gejala flu:
- Dewasa dan anak usia >12 tahun: 1 kaplet, 3 kali sehari.
- Anak usia 6–12 tahun: ½ kaplet, 3 kali sehari.
Cara Menggunakan Lodecon dengan Benar
Gunakan Lodecon sesuai dengan petunjuk yang tertera pada label kemasan atau sesuai anjuran dokter. Jangan menambah, mengurangi, atau menggandakan dosis tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
Berikut ini adalah cara menggunakan Lodecon dengan benar yang bisa Anda ikuti:
- Konsumsilah Lodecon sebelum maupun sesudah makan. Jika muncul keluhan tidak nyaman pada lambung, sebaiknya konsumsi obat ini bersamaan dengan makanan atau segera setelah makan.
- Telan kaplet Lodecon dengan bantuan air putih.
- Perbanyak minum air putih selama mengalami flu dan batuk. Hal ini bertujuan untuk mengencerkan dahak, serta mengurangi risiko efek samping, seperti mulut atau tenggorokan kering.
- Hentikan penggunaan Lodecon jika keluhan flu dan batuk sudah mereda. Obat ini hanya digunakan jika ada gejala.
- Segera konsultasikan ke dokter jika demam tidak membaik setelah 3 hari atau batuk berlangsung lebih dari 7 hari meski telah menggunakan Lodecon.
- Simpan Lodecon di tempat bersuhu ruangan, kering, dan terhindar dari sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
- Jangan mengonsumsi Lodecon yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa.
Interaksi Lodecon dengan Obat Lain
Berdasarkan kandungannya, efek interaksi yang bisa terjadi jika Lodecon digunakan bersama dengan obat lain adalah:
- Peningkatan risiko terjadinya kerusakan hati jika digunakan dengan isoniazid
- Peningkatan efek kantuk jika digunakan dengan obat antinyeri golongan opioid, obat barbiturat, obat tidur, atau obat antipsikotik
- Peningkatan risiko terjadinya hipertensi yang berakibat fatal jika digunakan bersama bromocriptine, atau obat MAOI, seperti phenelzine atau isocarboxazid
- Peningkatan risiko terjadinya aritmia jika digunakan dengan quinidine dan digoxin
- Peningkatan risiko terjadinya sindrom serotonin jika digunakan bersama antidepresan golongan selective serotonin reuptake inhibitors (SSRI) atau trisiklik
Agar aman, konsultasikan ke dokter jika akan menggunakan Lodecon bersama obat, suplemen, atau produk herbal apa pun. Untuk kemudahan, lakukan konsultasi secara online melalui layanan Chat Bersama Dokter.
Efek Samping dan Bahaya Lodecon
Meski bermanfaat untuk mengobati gejala flu, penggunaan Lodecon bisa menimbulkan sejumlah efek samping. Beberapa efek samping ringan dan umum yang dapat terjadi adalah:
- Kantuk
- Sakit kepala
- Mulut kering
- Mual atau muntah
- Sulit tidur
- Nyeri lambung
- Ruam kulit ringan
Periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami reaksi alergi atau efek samping yang lebih serius, seperti:
- Denyut jantung tidak teratur
- Memar atau perdarahan yang tidak biasa
- Urine berwarna gelap
- Feses berwarna pucat seperti tanah liat
- Kulit atau bagian putih mata menguning
- Batuk berdarah atau muntah yang tampak seperti bubuk kopi
- Nyeri dada, sesak napas, atau bunyi napas mengi
- Tremor
- Kejang
Segera konsultasikan ke dokter jika keluhan atau efek samping di atas tidak juga mereda atau justru makin parah. Anda bisa menggunakan fitur Chat Bersama Dokter atau buat janji konsultasi langsung melalui aplikasi Alodokter.