Madopar adalah obat untuk mengurangi gejala penyakit Parkinson, seperti tremor, kekakuan otot, dan gerakan tubuh melambat. Madopar tersedia dalam bentuk tablet dispersible dan harus digunakan sesuai resep dokter.

Madopar mengandung bahan aktif levodopa dan benserazide. Levodopa bekerja dengan cara meningkatkan jumlah dopamin di otak sehingga gejala penyakit Parkinson bisa berkurang. Sementara itu, benserazide berperan untuk menurunkan efek samping dari levodopa, seperti mual dan muntah.

Madopar

Perlu diketahui bahwa Madopa tidak bisa menyembuhkan penyakit Parkinson. Namun, obat ini dapat mengontrol gejala dan meningkatkan kualitas hidup penderita Parkinson.

Apa Itu Madopar

Bahan aktif Levodopa 100 mg dan benserazide 25 mg
Golongan  Obat resep
Kategori Antiparkinson 
Manfaat  Meringankan gejala penyakit parkinson
Digunakan oleh Dewasa 
Madopar untuk ibu hamil  Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil.
Obat ini hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.
Madopar untuk ibu menyusui Penggunaan Madopar selama masa menyusui harus sesuai dengan arahan dokter. Beri tahu dokter jika terjadi penurunan produksi ASI atau muncul efek samping pada bayi selama mengonsumsi obat ini.
Bentuk obat Tablet dispersible

Peringatan sebelum Menggunakan Madopar

Madopar hanya boleh dikonsumsi sesuai resep dokter. Hal yang perlu diperhatikan sebelum menjalani pengobatan penyakit Parkinson dengan Madopar adalah:

  • Beri tahu dokter tentang riwayat alergi yang Anda miliki. Levodopa tidak boleh digunakan oleh orang yang alergi terhadap obat ini.
  • Sampaikan kepada dokter jika Anda menderita glaukoma, penyakit liver, fenilketonuria, penyakit paru-paru, asma, diabetes, epilepsi, narkolepsi, sleep apnea, sakit maag, tukak lambung, atau gangguan mental, termasuk depresi.
  • Bicarakan dengan dokter jika Anda pernah mengalami kanker kulit melanoma.
  • Informasikan kepada dokter jika Anda memiliki penyakit jantung, misalnya aritmia. Beri tahu juga jika Anda pernah mengalami serangan jantung.
  • Konsultasikan dengan dokter mengenai semua obat, suplemen, atau produk herbal yang sedang Anda gunakan. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi interaksi obat yang tidak diinginkan.
  • Diskusikan dengan dokter jika Anda sedang atau baru saja menjalani terapi dengan antidepresan jenis mononamine oxidase inhibitor (MAOI) dalam 14 hari terakhir. Madopar tidak boleh dikonsumsi oleh orang tersebut.
  • Pastikan untuk memberi tahu dokter jika Anda sedang hamil, berencana hamil, atau sedang menyusui.
  • Sampaikan kepada dokter bahwa Anda sedang menggunakan Madopar jika direncanakan untuk menjalani pemeriksaan medis atau operasi apa pun, termasuk operasi gigi.
  • Jangan langsung mengemudi atau melakukan kegiatan yang memerlukan kewaspadaan setelah minum Madopar. Obat antiparkinson ini dapat menyebabkan efek samping berupa pusing atau kantuk.
  • Hindari konsumsi minuman beralkohol selama menjalani pengobatan dengan Madopar.
  • Segera ke dokter jika muncul reaksi alergi obat atau efek samping yang serius setelah minum Madopar.

Dosis dan Aturan Pakai Madopar

Madopar merupakan obat yang hanya bisa digunakan dengan resep dokter. Secara umum, berikut adalah rincian dosis Madopar untuk mengobati penyakit Parkinson berdasarkan obat tambahan yang digunakan:

Madopar yang dikombinasikan dengan carbidopa

  • Dewasa: Dosis awal levodopa 100 mg, 3 kali sehari. Dosis dapat ditingkatkan sebanyak 100 mg setiap 1 atau 2 hari sekali. Dosis maksimal adalah 800 mg levodopa per hari.

Madopar yang dikombinasikan dengan benserazide

  • Dewasa: Dosis awal 50 mg, 3–4 kali sehari. Dosis dapat ditingkatkan secara bertahap hingga maksimal 800 mg sehari.

Cara Menggunakan Madopar dengan Benar

Gunakanlah Madopar sesuai anjuran dokter dan bacalah aturan pakai yang tertera pada label kemasan obat. Jangan menambah atau mengurangi dosis yang dikonsumsi tanpa sepengetahuan dokter.

Berikut adalah cara menggunakan Madopar dengan benar:

  • Pada awal pengobatan, konsumsilah Madopar bersama makanan untuk mencegah timbulnya mual dan muntah atau sakit perut. Jika sudah terbiasa, konsumsilah obat ini saat perut dalam keadaan kosong, idealnya 30 menit sebelum makan atau 1 jam sesudah makan.
  • Buka kemasan Madopar dengan hati-hati. Setelah itu, gunakan tangan yang kering untuk mengambil dan meletakkan obat di atas lidah. Tunggu hingga obat meleleh lalu telan dengan atau tanpa bantuan air minum.
  • Hindari konsumsi Madopar dengan makanan yang mengandung protein tinggi dalam waktu yang bersamaan atau berdekatan. Makanan tinggi protein dapat menghambat penyerapan Madopar sehingga efektivitasnya bisa menurun.
  • Bila Anda lupa mengonsumsi Madopar, segera minum obat ini begitu teringat. Namun, jika jadwal konsumsi berikutnya sudah dekat, abaikan dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis selanjutnya.
  • Patuhi jadwal kontrol yang telah diberikan oleh dokter. Selama menggunakan Madopar, Anda perlu menjalani tes darah dan tes urine secara berkala agar kondisi dan hasil terapi dapat terpantau, serta kemungkinan timbulnya efek samping bisa terdeteksi.
  • Laporkan kepada dokter jika gejala penyakit Parkinson terasa memburuk. Dokter mungkin akan menyesuaikan dosis Madopar.
  • Jangan menghentikan terapi tanpa seizin dokter. Berhenti mengonsumsi Madopar mendadak bisa menimbulkan keluhan serius, seperti demam, kaku otot, gangguan gerak tubuh, dan linglung. Jika pengobatan perlu dihentikan, dokter akan menurunkan dosis secara bertahap.
  • Simpan Madopar di tempat yang kering dan sejuk, serta terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.

Interaksi Madopar dengan Obat Lain

Efek interaksi yang bisa terjadi jika Madopar digunakan bersama dengan obat lain adalah:

  • Peningkatan risiko terjadinya krisis hipertensi jika digunakan dengan nonselective MAOI, seperti isocarboxazid, selegiline, atau phenelzine
  • Peningkatan risiko timbulnya hipotensi jika dikonsumsi bersama obat antihipertensi atau metildopa
  • Penurunan efektivitas Madopar sehingga meningkatkan risiko kambuhnya gejala penyakit Parkinson jika diminum bersama metoclopramide, phenytoin, risperidone, isoniazid, atau obat antipsikotik, seperti chlorpromazine atau aripiprazole

Efektivitas Madopar juga bisa menurun jika obat ini dikonsumsi bersama makanan atau suplemen yang mengandung pyridoxine (vitamin B6), zat besi, atau multivitamin yang berisi vitamin A, vitamin D, vitamin E, vitamin K, dan asam folat.

Beri jeda waktu setidaknya 2 jam antara konsumsi Madopar dan makanan atau suplemen tersebut. Selain itu, jangan terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin B6, seperti kuning telur, pisang, kacang tanah, atau sereal gandum utuh, selama menjalani terapi dengan Madopar.

Agar terhindar dari efek interaksi yang tidak diinginkan, selalu beri tahu dokter jika hendak menggunakan obat, suplemen, atau produk herbal apa pun bersama Madopar.

Efek Samping dan Bahaya Madopar

Konsumsi Madopar dapat menyebabkan keringat, air liur, atau urine berwarna lebih gelap daripada biasanya. Efek samping ini umumnya tidak berbahaya, tetapi bisa meninggalkan noda gelap pada pakaian atau sprei yang Anda gunakan.

Efek samping lain yang dapat terjadi setelah mengonsumsi Madopar adalah:

Periksakan diri Anda ke dokter jika keluhan dan efek samping di atas tidak kunjung mereda atau justru memburuk. Anda juga bisa berkonsultasi melalui Chat Bersama Dokter untuk mendapatkan saran atau obat guna mengatasi efek samping tersebut.

Segera ke IGD terdekat jika mengalami reaksi alergi obat atau efek samping yang lebih serius, seperti:

  • Kedutan atau munculnya gerakan tidak terkendali di wajah atau bagian tubuh lain
  • Kambuh atau memburuknya gangguan pergerakan
  • Demam tinggi, kaku otot yang berat, pusing berat seperti akan pingsan
  • Nyeri mata mendadak atau muncul gangguan penglihatan, seperti pandangan kabur, penglihatan ganda, muncul lingkaran pelangi ketika melihat cahaya, penurunan penglihatan atau malah tidak bisa melihat sama sekali
  • Sakit perut yang parah
  • Muntah darah, muntah seperti ampas kopi, BAB berdarah, atau tinja berwarna hitam
  • Gangguan emosi yang berat, seperti sedih terus menerus hingga muncul keinginan bunuh diri atau menyakiti diri sendiri
  • Halusinasi
  • Nyeri dada, denyut jantung cepat, atau denyut jantung tidak teratur
  • Mudah memar atau perdarahan tanpa sebab yang jelas
  • Kesemutan atau mati rasa di tangan maupun kaki
  • Sulit menahan dorongan untuk melakukan sesuatu