Malaria adalah penyakit yang berbahaya dan  bisa menyebabkan kematian jika tidak segera ditangani Penyakit ini juga bisa menimbulkan komplikasi. Pada kondisi malaria yang parah, komplikasi bisa muncul dalam dalam hitungan jam atau hari setelah gejala awal. Setelah hasil diagnosis dikeluarkan dan terbukti menderita malaria, penanganan sebaiknya dimulai secepatnya.

Beberapa komplikasi yang bisa terjadi akibat malaria adalah:

  • Dehidrasi atau kekurangan cairan pada tubuh.
  • Tekanan darah menurun secara tiba-tiba.
  • Malaria Serebral: komplikasi ini cukup langka, tapi malaria bisa mengakibatkan pembengkakan pada Ini terjadi ketika sel darah yang dipenuhi parasit menghalangi pembuluh darah kecil di otak. Terkadang bisa menyebabkan kerusakan otak permanen, kejang-kejang, atau bahkan koma.
  • Anemia parah: kerusakan sel darah merah yang disebabkan parasit malaria bisa mengakibatkan terjadinya anemia pada tingkat Anemia adalah kondisi di mana tubuh kekurangan sel darah merah yang berfungsi dengan baik dalam membawa oksigen ke organ-organ tubuh.
  • Kegagalan fungsi organ tubuh: malaria bisa menyebabkan gagal ginjal, gagal hati atau pecahnya organ limpa. Semua kondisi ini bisa mengancam nyawa seseorang.
  • Gangguan pernapasan: penumpukan cairan di dalam paru-paru atau edema paru bisa menyebabkan Anda kesulitan bernapas.
  • Sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS).
  • Hipoglikemia: malaria yang parah bisa menyebabkan hipoglikemia atau kondisi gula darah rendah. Obat antimalaria quinine, juga bisa akibatkan gula darah rendah. Gula darah yang sangat rendah bisa berakibat koma atau bahkan kematian.
  • Jaundice atau penyakit kuning.

Komplikasi dari malaria bisa menyerang siapapun, termasuk ibu hamil. Jika Anda sedang hamil dan mengalami malaria, Anda berpotensi mengalami komplikasi serius seperti kelahiran prematur, pertumbuhan bayi di dalam kandungan terganggu, berat badan bayi di bawah normal, keguguran, dan yang paling parah menyebabkan kematian pada sang ibu dan bayi.