Malaria disebabkan oleh parasit Plasmodium yang hanya disebarkan oleh nyamuk Anopheles betina. Ada banyak sekali jenis parasit Plasmodium, tapi hanya lima jenis yang menyebabkan malaria pada manusia. Parasit masuk ke dalam aliran darah manusia melalui gigitan nyamuk. Gigitan ini lebih sering terjadi pada malam hari.

Kasus malaria yang paling banyak ditemukan di Indonesia disebabkan oleh Plasmodium falciparum dan Plasmodium vivax. Kedua jenis parasit ini adalah penyebab malaria yang paling umum. Plasmodium falciparum merupakan parasit yang sangat menyebabkan sebagian besar penderita malaria meninggal dunia. Plasmodium vivax bisa mengakibatkan penderita yang telah sembuh menjadi sakit lagi karena parasit ini dapat diam dan bersembunyi di dalam organ hati manusia sebelum menjadi aktif lagi.

Tiga parasit yang lainnya adalah Plasmodium ovale, Plasmodium malariae, dan Plasmodium knowlesi. Ketiga parasit ini adalah jenis yang jarang ditemui kejadiannya di Indonesia.

Waktu kemunculan gejala dari gigitan nyamuk atau masa inkubasi adalah:

  • 7 hingga 14 hari pada malaria akibat Plasmodium falciparum
  • 12 hingga 18 hari pada malaria akibat Plasmodium vivax

Setelah terjadi gigitan nyamuk, parasit akan masuk ke aliran darah dan bergerak ke organ hati. Infeksi akan terjadi dan berkembang di organ hati. Dari situ, parasit akan masuk kembali ke aliran darah dan menyerang sel darah merah. Parasit akan memanfaatkan sel darah merah sebagai tempat berkembang biak.

Jika sel darah merah sudah penuh terisi dengan parasit malaria, sel tersebut akan meletus sehingga lebih banyak lagi parasit yang tersebar di dalam aliran darah. Sel darah merah yang terinfeksi meletus tiap dua hingga tiga hari. Ketika ini terjadi, penderita akan mengalami gejala seperti demam, menggigil, dan berkeringat.

Karena parasit yang menyebabkan malaria turu memengaruhi sel darah merah, orang yang memiliki infeksi darah juga bisa terserang malaria. Meski kasus ini jarang terjadi, beberapa proses berikut bisa menularkan infeksi malaria:

  • Dari ibu hamil yang terkena malaria ke janin yang dikandungnya.
  • Proses transfusi darah.
  • Berbagi jarum suntik dengan penderita malaria.

Ketika berada di daerah endemik malaria, pendatang lebih rentan terserang malaria. Sistem kekebalan tubuh mereka tidak sebaik penduduk daerah endemik malaria dalam melawan parasit. Oleh karena itu, Anda disarankan untuk mengonsumsi obat antimalaria jika ingin bepergian ke daerah endemik malaria.