Pengobatan malaria bertujuan untuk membasmi parasit Plasmodium dari dalam tubuh, meredakan gejala, serta mencegah terjadinya komplikasi yang dapat mengancam jiwa. Jenis obat, dosis, dan lama pengobatan akan disesuaikan dengan spesies parasit penyebab malaria, tingkat keparahan penyakit, usia pasien, kondisi kehamilan, serta riwayat kesehatan lainnya.

Dengan penanganan yang tepat dan cepat, sebagian besar kasus malaria dapat sembuh tanpa menimbulkan komplikasi.

Obat Antimalaria untuk Malaria Tanpa Komplikasi

Pada malaria tanpa komplikasi, pengobatan utama yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) adalah artemisinin-based combination therapy (ACT). Terapi kombinasi ini bertujuan meningkatkan efektivitas pengobatan sekaligus mencegah resistensi obat.

Beberapa kombinasi ACT yang umum digunakan, antara lain:

  • Artemether–lumefantrine
  • Artesunate–amodiaquine
  • Dihydroartemisinin–piperaquine
  • Artesunate–mefloquine

ACT biasanya diberikan selama 3 hari, sesuai jenis obat dan berat badan pasien.

Untuk malaria akibat Plasmodium vivax, pengobatan dapat menggunakan ACT atau chloroquine di daerah yang masih sensitif terhadap obat tersebut. Setelah itu, dokter biasanya menambahkan primaquine untuk membasmi bentuk parasit yang bersembunyi di hati (hipnozoit) guna mencegah kekambuhan.

Sebelum pemberian primaquine, pasien perlu menjalani pemeriksaan kadar enzim G6PD karena obat ini dapat menyebabkan hemolisis (kerusakan sel darah merah) pada orang dengan defisiensi G6PD.

Pada ibu hamil trimester pertama dengan malaria falciparum tanpa komplikasi, terapi yang dianjurkan umumnya adalah kina (quinine) yang dikombinasikan dengan clindamycin selama 7 hari. Pada trimester kedua dan ketiga, ACT tertentu dapat digunakan sesuai anjuran dokter.

Penanganan Malaria Berat

Malaria berat merupakan kondisi darurat medis dan harus dirawat di rumah sakit. Penanganan, meliputi:

  • Pemberian artesunate intravena atau intramuskular sebagai terapi awal
  • Setelah kondisi stabil, pengobatan dilanjutkan dengan ACT oral
  • Terapi suportif, seperti pemberian cairan infus, transfusi darah bila terjadi anemia berat, serta pemantauan fungsi organ

Pemantauan ketat diperlukan karena malaria berat dapat menyebabkan komplikasi seperti gangguan kesadaran (malaria serebral), gagal ginjal, gangguan pernapasan, atau hipoglikemia.

Hal yang Perlu Diperhatikan Selama Pengobatan

Selama menjalani pengobatan malaria, pasien perlu:

  • Menghabiskan seluruh obat sesuai anjuran dokter, meski gejala sudah membaik
  • Tidak menghentikan atau mengganti obat tanpa konsultasi
  • Melakukan kontrol ulang bila gejala tidak membaik atau muncul kembali

Kepatuhan dalam menjalani terapi sangat penting untuk mencegah kekambuhan dan resistensi obat.