Pemulihan secara sempurna bisa dilakukan jika malaria diobati dan dirawat dengan benar. Proses ini dilakukan langsung setelah diagnosis malaria diketahui. Obat antimalaria yang diberikan tergantung kepada:

  • Jenis parasit yang menyebabkan malaria
  • Tingkat keparahan gejala yang dialami penderita
  • Dimana Anda terjangkit malaria
  • Apakah Anda menggunakan obat antimalaria
  • Apakah Anda sedang hamil

Beberapa jenis penyakit malaria terkadang resisten terhadap obat-obatan tertentu. Contohnya, obat antimalaria chloroquine terbukti tidak efektif dalam menangani kasus malaria di Indonesia karena jenis parasit di Indonesia telah kebal terhadap obat ini. Untuk masalah ini, kombinasi obat malaria akan disarankan oleh dokter. Jika malaria berada pada tingkat yang parah, obat akan diberikan melalui infus dan dilakukan di rumah sakit.

Untuk menangani malaria yang disebabkan oleh Plasmodium falciparum, WHO membuat suatu regimen terapi yang disebut dengan artemisin-based combination therapies (ACT), yakni:

  • Kombinasi artemether  dan lumefantrine atau
  • Kombinasi artesunate dan amodiaquine atau
  • Kombinasi artesunate dan mefloquine atau
  • Kombinasi dihydroartemisinin dan piperaquine atau
  • Kombinasi artesunate + sulfadoxine + pyrimethamine.

Pengobatan ini harus diberikan setidaknya selama 3 hari. Sedangkan untuk malaria akibat Plasmodium vivax, pengobatan yang disarankan adalah dengan menggunakan golongan klorokuin pada daerah yang masih belum resisten klorokuin. Namun pada daerah yang telah resisten klorokuin, pengobatan yang disarankan adalah dengan ACT.

Obat-obatan Antimalaria pada Wanita Hamil

Risiko terjadinya kasus malaria yang parah akan meningkat pada penderita yang sedang hamil. Bayi dan sang ibu bisa mengalami komplikasi yang serius. Beberapa obat-obatan antimalaria tidak cocok untuk wanita hamil karena potensi efek sampingnya baik bagi sang ibu maupun bayinya.

Untuk tahu lebih banyak tentang jenis obat dan efek sampingnya, tanyakan kepada dokter kandungan dan dokter yang menangani malaria Anda. Mereka akan menjelaskan obat mana yang bisa dan tidak bisa dikonsumsi selama masa kehamilan.