Selain memerhatikan gejala penderita dan melakukan pemeriksaan fisik, dokter juga mendiagnosis malaria berdasarkan tes diagnostik cepat (rapid diagnostic test/RDT). Tes RDT memeriksa keberadaan dan jenis parasit yang menyebabkan malaria. Sampel darah pasien akan di ambil untuk tes ini.

Biasanya, hasil tes ini bisa didapatkan dalam 15-20 menit. RDT bisa memastikan apakah jenis parasit yang ada di dalam darah itu adalah Plasmodium falciparum atau jenis lain. Hasil tersebut akan sangat membantu dalam memilih kombinasi obat antimalaria mana yang paling sesuai.

Selain tes RDT, malaria juga bisa didiagnosis dengan menggunakan mikroskopi. Cara ini adalah cara yang lebih konvensional. Sampel darah pasien akan diambil, kemudian dipelajari di bawah mikroskop. Tes mikroskopi ini bisa memastikan keberadaan dan jenis parasit yang menyebabkan malaria serta proporsi sel darah merah yang terinfeksi.

Pemeriksaan darah juga bisa dilakukan untuk memeriksa apakah pasien menderita anemia. Anemia merupakan salah satu komplikasi yang bisa terjadi akibat malaria.