Kamu sering mempertanyakan banyak hal tentang dirimu sendiri? Misalnya, siapa dirimu sebenarnya atau apa tujuanmu dalam hidup ini. Jika iya, kamu mungkin sedang mengalami krisis identitas (identity crisis). Biar tidak berlarut-larut, yuk, ketahui bagaimana cara menghadapi krisis identitas dengan tepat.

Krisis identitas adalah kondisi ketika seseorang kerap mempertanyakan berbagai hal yang berkaitan dengan identitas dirinya, seperti kepercayaan, nilai hidup, tujuan hidup, pengalaman, dan perasaan. Krisis identitas dapat dialami oleh semua orang, tapi lebih sering terjadi pada remaja yang masih mencari jati diri.

Memahami Krisis Identitas dan Cara Menghadapinya - Alodokter

Umumnya, krisis identitas terjadi karena adanya perubahan atau tekanan besar dalam hidup yang dapat menyebabkan seseorang menjadi stres, misalnya saat mendapat atau kehilangan pekerjaan, pensiun, baru menikah atau bercerai, pindah rumah, dan kehilangan orang yang dicintai.

Selain itu, memiliki kondisi kesehatan mental tertentu, seperti gangguan bipolar, depresi, dan gangguan kepribadian, juga dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami krisis identitas.

Tanda-Tanda Krisis Identitas

Orang yang sedang mengalami krisis identitas mungkin akan lebih mawas dan sering bertanya pada dirinya sendiri, seperti “Siapa dirinya sebenarnya?”, “Apa tujuan dan passion dalam hidupnya?”, “Apa nilai-nilai yang harus ia pegang dalam hidup?”, dan “Apa perannya dalam masyarakat serta arti eksistensinya bagi orang lain?”

Pertanyaan-pertanyaan ini kerap muncul karena mereka merasa cemas dan khawatir bahwa dirinya kurang bermakna. Orang yang mengalami krisis identitas juga bisa tampak kebingungan, hilang arah, putus asa, atau bahkan merasa dirinya tidak berarti. Hal ini kemudian bisa saja mengganggu produktivitas dan kualitas hidup mereka.

Sebagian orang yang mengalami krisis identitas bisa melewati masa-masa ini dengan baik, bahkan bisa menerima dan menyayangi dirinya sendiri setelahnya. Namun, terkadang, ada juga orang yang tidak pernah menemukan jati dirinya dan hal ini bisa membuat mereka menjadi stres atau bahkan depresi.

Cara Menghadapi Krisis Identitas

Mungkin hampir semua orang pernah mengalami krisis identitas dalam hidupnya. Hal ini terbilang wajar terjadi, karena setiap orang tentu pernah berada dalam fase pencarian jati diri. Jika kamu sedang mengalami tanda-tanda krisis identitias, cobalah untuk berpikir positif.

Kamu juga bisa mencoba beberapa tips berikut ini untuk menghadapi krisis identitas:

1. Tentukan tujuan hidup

Cobalah pikirkan, hal apa dalam hidup yang paling ingin kamu capai? Apa yang membuatmu bahagia dan puas dalam hidup?

Jawaban dari pertanyaan tersebut bisa berbeda-beda di setiap orang. Sebagian orang mungkin ingin mencapai kesuksesan dalam karir, menikah dengan orang yang dicintai, atau ingin membantu banyak orang. Bagaimana denganmu?

Nah, setelah kamu menemukan tujuan hidupmu, selanjutnya kamu dapat menyusun rencana agar kamu bisa mencapai tujuan tersebut. Sebagai contoh, bila kamu ingin sukses dalam karir, kamu bisa mengikuti kelas online atau lanjut kuliah untuk menambah keterampilan dan ilmu agar kamu bisa segera naik pangkat di kantor.

2. Temukan passion hidup

Menemukan renjana atau passion hidup juga merupakan salah satu cara yang ampuh untuk menghadapi krisis identitas. Pasalnya, hal ini akan membantumu melihat dan mengenal dirimu sendiri dengan lebih baik. Dengan begitu, kamu juga akan lebih mudah untuk menemukan tujuan hidupmu.

Kamu bisa mulai cara ini dengan mencoba berbagai hobi atau minat baru, seperti traveling, ikut serta menjadi relawan, atau sekadar mencoba memasak menu baru di rumah.

3. Habiskan waktu dengan orang-orang terdekat

Menghabiskan waktu atau quality time bersama orang-orang terdekatmu, baik itu keluarga, pasangan, atau sahabat, juga bisa menjadi cara untuk melewati krisis identitas.

Ini karena dukungan dan motivasi dari mereka akan membuatmu lebih kuat dan tegar menghadapi berbagai masalah dan perubahan dalam hidup. Dengan begitu, kamu pun bisa lebih percaya diri dan nyaman dengan identitasmu sekarang ini.

4. Coba meditasi

Stres dan tekanan hidup sering kali membuat kita merasa kehilangan arah dan tujuan hidup. Nah, untuk menjernihkan pikiranmu kembali, cobalah lakukan meditasi atau teknik mindfulness meditation. Cara ini bisa membantumu merasa lebih mawas diri dan sensitif terhadap emosi yang mungkin selama ini terpendam.

Dengan meditasi, kamu juga mungkin bisa lebih terbantu untuk mendapatkan inspirasi dalam hidup, sehingga krisis identitias yang kamu alami bisa teralihkan.

Meski mengalami krisis identitas dapat membuatmu merasa tersesat bahkan frustasi, tapi bila dihadapi dengan tepat, krisis identitas bisa membantumu mengenali hal-hal yang ada di dalam dirimu dengan lebih baik. Bahkan, ini juga bisa menjadi salah satu bentuk pencarian jati dirimu.

Berbagai cara di atas mungkin bisa membantumu mengatasi krisis identitas. Namun, jika kamu masih saja merasa sulit untuk mencari jati diri atau bahkan sudah merasa stres dan depresi karena kehilangan arah dan tujuan hidup, sebaiknya berkonsultasilah dengan tenaga profesional, seperti psikolog atau psikiater.