Obat sakit kepala memang bisa menjadi solusi untuk meredakan rasa nyeri dan mengganggu pada kepala. Obat pereda nyeri yang termasuk obat bebas, kerap menjadi pilihan untuk mengobati sakit kepala. Namun, konsumsi obat tersebut tetap harus dilakukan secara hati-hati.

Selain menggunakan obat sakit kepala, menjalani gaya hidup yang lebih sehat dan menghindari faktor pemicu, dapat mencegah sakit kepala timbul lagi. Yang perlu diingat, obat sakit kepala untuk tiap orang berbeda tergantung jenis dan penyebabnya. Jadi perlu konsultasi dokter untuk pemberian obat yang tepat.

Memilih Obat Sakit Kepala Sesuai Jenis dan Gejalanya - Alodokter

Mengonsumsi Obat Sakit Kepala yang Tepat

Konsumsi obat sakit kepala dapat dilakukan berdasarkan tipe sakit kepala yang diderita.

  • Sakit kepala tegang

Ini merupakan sakit kepala yang paling umum terjadi. Orang yang mengalami sakit kepala tegang biasanya merasakan nyeri pada kepala, belakang mata, dahi dan juga leher. Untuk mengatasi sakit kepala tipe ini, obat pereda nyeri seperti paracetamol, ibuprofen, dan aspirin bisa menjadi solusi. Secara khusus, aspirin tidak dapat diberikan bagi mereka yang berusia di bawah 19 tahun karena lebih memiliki risiko menimbulkan efek samping. Jika Anda merasa perlu lebih sering mengonsumsi obat sakit kepala, konsultasilah kepada dokter.

  • Sakit kepala migrain

Selain rasa sakit, migrain juga dapat disertai gejala mual dan sensitif terhadap suara dan cahaya. Gejala penyerta migrain ini disebut aura. Obat pereda nyeri seperti ibuprofen, paracetamol, dan aspirin dapat dijadikan sebagai obat sakit kepala migrain.

Jika obat bebas tersebut tidak mengurangi sakit kepala migrain, Anda mungkin membutuhkan tambahan obat resep dokter, seperti obat golongan triptan dan ergotamine. Hanya saja obat golongan triptan dapat menimbulkan beberapa efek samping, di antaranya mulut keringg, mengantuk, lemah otot, kemerahan pada wajah, mual, dada terasa sesak, dan kesemutan.

Sementara untuk obat ergotamine, efek sampingnya bisa berupa pusing berputar atau vertigo, mual atau muntah, berdebar-debar kesemutan, keram atau nyeri otot.

Untuk menghindari efek samping dari ke dua obat tersebut, disarankan untuk konsultasi terlebih dahulu ke dokter sebelum mengonsumsinya.

  • Sakit kepala cluster

Sakit kepala cluster merupakan sakit kepala dengan ciri rasa sakit yang hebat di sekitar salah satu mata atau satu sisi kepala, kadang dapat disertai mata merah dan berair pada sisi kepala yang sakit. Rasa sakit dari sakit kepala jenis ini dapat membuat Anda terbangun tengah malam.

Obat sakit kepala cluster bisa dengan pemberian oksigen hirup dengan masker oksigen. Selain itu, dapat digunakan suntikan obat golongan triptan, octreotide, dan ergotamine. Ada pula obat semprot hidung lidocaine dan capsaicin. Namun capsaicin dapat menimbulkan efek samping berupa iritasi hidung. Obat-obatan ini perlu diberikan sesuai rekomendasi dokter.

Untuk pengobatan nyeri kepala cluster  kronis yang sering kambuh, dapat diberikan obat golongan calcium channel blocker yang umumnya dipakai sebagai pengobatan hipertensi. Obat litium dan antidepresan tertentu juga dapat dipakai sebagai obat untuk mencegah sakit kepala. Konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan obat sakit kepala dengan dosis yang tepat.

Perawatan Tambahan di Rumah

Selain mengonsumsi obat sakit kepala berdasarkan tipe sakit kepala yang diderita, Anda juga bisa melakukan hal sederhana di rumah agar sakit kepala yang dirasakan dapat mereda.

  • Mandi air hangat

Cobalah untuk mandi menggunakan air hangat. Dengan mandi air hangat, ketegangan otot dapat berkurang dan membuat anda lebih rileks sehingga dapat meredakan sakit kepala yang dialami.

  • Memijat dengan lembut

Coba berikan pijatan lembut pada pelipis, kepala, leher, punggung, dan bahu. Pijatan lembut tersebut juga dapat mengurangi ketegangan otot yang menyebabkan rasa sakit kepala muncul.

  • Terapi Relaksasi

Bersantai sejenak dengan latihan pernapasan sambil mendengar musik yang Anda suka, dapat mengurangi stres dan membantu mengatasi nyeri kepala. Anda juga bisa mencoba yoga dan meditasi.

  • Istirahat

Penting untuk beristirahat dari berbagai macam aktivitas, saat merasa sakit kepala. Matikan lampu dan coba untuk tidur sejenak. Dengan tidur, sakit kepala kemungkinan bisa teratasi.

Waspadai Sakit Kepala yang Berbahaya

Perawatan sederhana dan obat sakit kepala memang dapat menjadi solusi untuk mengatasi sakit kepala yang diderita. Namun, Anda perlu mewaspadai sakit kepala yang disertai gejala lain seperti:

  • Demam
  • Kejang
  • Mual muntah
  • Pingsan atau penurunan kesadaran
  • Kelemahan anggota gerak tubuh
  • Leher kaku
  • Nyeri rahang saat mengunyah
  • Gangguan penglihatan
  • Sakit kepala dipicu oleh aktivitas tertentu seperti olahraga dan seks
  • Sakit kepala berat hingga terbangun di saat tidur

Sakit kepala disertai gejala-gejala di atas merupakan kondisi sakit kepala yang perlu segera mendapat pemeriksaan dan penanganan oleh dokter.

Obat sakit kepala disertai perawatan tambahan di rumah, dapat menjadi solusi untuk meredakan rasa sakit. Meski demikian, waspadai sakit kepala yang tidak kunjung sembuh atau menimbulkan rasa sakit yang tidak tertahankan. Segera konsultasi ke dokter guna mengetahui penyakit yang diderita.