Setiap pria memiliki bentuk penis yang berbeda. Pada saat ereksi, lazimnya bentuk penis normal terlihat tegak lurus, namun kadang ada juga yang bengkok. Lantas, apakah ini termasuk kelainan bentuk penis? Ketahui macam-macam kelainan bentuk penis dan penanganannya melalui ulasan berikut.

Bagi Anda yang memiliki bentuk penis sedikit bengkok ke kanan atau ke kiri, maupun ke atas atau ke bawah saat mengalami ereksi, bisa saja ini merupakan variasi normal. Namun jika terlalu bengkok atau terlalu kecil dan sudah mengganggu fungsi. Mungkin Anda mengalami mengalami kelainan bentuk penis.

Mewaspadai Kelainan Bentuk Penis dan Penanganannya - Alodokter

Kelainan Bentuk Penis yang Perlu Anda Ketahui

Ada dua kelainan bentuk penis yang yang perlu Anda ketahui, yaitu:

Penyakit Peyronie

Penyakit Peyronie merupakan kondisi bentuk penis yang melengkung saat ereksi. Kondisi ini bisa disertai gejala lain, seperti rasa tidak nyaman, nyeri, dan bengkak. Pada kasus yang lebih parah, bentuk penis dapat melengkung tajam dan menyebabkan kesulitan berhubungan seksual hingga disfungsi ereksi.

Walaupun penyebabnya belum diketahui secara pasti, penyakit ini biasanya muncul setelah penis mengalami cedera, yang kemudian membentuk plak atau benjolan keras pada penis.

Penyakit Peyronie ini bisa dialami oleh pria usia berapa pun, namun biasanya dialami oleh pria berumur di atas 40 tahun.

Mikropenis

Mikropenis merupakan istilah untuk kondisi penis lebih kecil dari ukuran penis pada umumnya. Ukuran penis dikatakan lebih kecil dari normal bila panjangnya kurang dari 1,9 cm pada bayi, kurang dari 6,3 cm pada anak usia 9-10 tahun, dan kurang dari 9,3 cm pada orang dewasa.

Mikropenis merupakan kelainan bentuk penis yang jarang terjadi. Ada beberapa faktor yang diketahui menyebabkan kondisi ini, di antaranya adalah rendahnya produksi human chorionic gonadotropin (hCG) selama awal kehamilan. Salah satu fungsi hormon hCG adalah merangsang pertumbuhan dan perkembangan testis yang berhubungan dengan ukuran penis.

Selain itu, mikropenis juga bisa disebabkan oleh gangguan kromosom, seperti sindrom insensitivitas androgen, sindrom Klinefelter, dan sindrom Down.

Penanganan Kelainan Bentuk Penis

Secara umum, ada dua cara pengobatan untuk mengatasi kelainan bentuk penis, yaitu operasi dan tanpa operasi.

Pada penyakit Peyronie, penanganan tanpa operasi dilakukan dengan memberikan suntikan obat langsung ke penis. Tujuannnya adalah untuk melunakkan jaringan parut, mengurangi rasa nyeri, serta memperbaiki bentuk penis. Keputusan untuk operasi biasanya akan dilakukan setelah 1-2 tahun, karena diharapkan kondisinya akan membaik dengan sendirinya tanpa operasi.

Sedangkan untuk mikropenis, penanganannya bisa dilakukan dengan memberikan suntikan atau salep testosteron ke penis untuk memicu hormon pertumbuhan. Beberapa penelitian memperlihatkan bahwa cara ini cukup efektif pada anak-anak. Namun pada remaja dan orang dewasa, belum diketahui efektivitasnya. Ketika perawatan dengan teknik ini tidak berhasil, bisa dilakukan operasi.

Kelainan bentuk penis sebaiknya tidak dianggap sepele. Jika Anda merasa mengalami kelainan bentuk penis atau melihat ada perubahan pada bentuk penis Anda, jangan malu untuk berkonsultasi ke dokter urologi. Semakin cepat diagnosis dilakukan, maka semakin cepat Anda mendapatkan penanganan.