Migrain dapat didiagnosis dengan mengidentifikasi pola sakit kepala yang sesuai dengan gejala pada migrain. Tidak ada tes khusus untuk mendiagnosis migrain. Diagnosis akurat penyakit ini sendiri membutuhkan waktu dikarenakan migrain dapat terjadi tanpa diiringi gejala-gejala yang mudah dikenali, serta tidak dapat ditebak. Untuk memudahkan diagnosis, Anda dapat mencatat serangan migrain yang Anda alami. Dalam catatan tersebut, Anda dapat menuliskan:

  • Tanggal dan waktu terjadinya migrain.
  • Apa yang sedang dikerjakan ketika serangan migrain terjadi.
  • Berapa lama serangan migrain terjadi.
  • Gejala-gejala apa saja yang dirasakan.
  • Jika ada, obat apa yang dikonsumsi.
  • Makanan apa saja yang dikonsumsi ketika atau sebelum terjadi serangan.
  • Apakah migrain terjadi pada saat atau dekat dengan waktu menstruasi (bagi pengidap wanita).

Saat pertama kali menemui dokter untuk mengidentifikasi kemungkinan migrain, dokter akan melakukan pemeriksaan untuk mengeliminasi penyakit lain. Identifikasi dilakukan dengan cara memeriksa koordinasi antaranggota tubuh, refleks, kondisi penglihatan, dan indera peraba.  Dokter akan mengonfirmasi apakah sakit kepala yang Anda rasakan:

  • Dirasakan pada satu sisi kepala
  • Membuat Anda tidak bisa beraktivitas karena terasa sangat parah.
  • Nyeri kepala berdenyut.
  • Terasa makin buruk ketika bergerak.
  • Diiringi dengan kepekaan terhadap cahaya dan bunyi.
  • Bersamaan dengan rasa mual dan muntah.

Memiliki catatan mengenai penggunaan obat-obatan pereda rasa sakit juga perlu dilakukan. Jenis dan frekuensi obat-obatan pereda rasa sakit yang terlalu banyak dan sering dikonsumsi berpengaruh terhadap kesembuhan migrain. Kondisi ini dapat mempersulit terapi migrain akibat penggunaan analgesik sakit kepala secara berlebihan. Obat pereda rasa sakit sebaiknya diminum tidak lebih dari 10 hari selama satu bulan untuk jangka waktu yang panjang.

Dokter mungkin akan merujuk Anda ke dokter spesialis saraf dan otak jika:

  • Diagnosis masih belum bisa dipastikan.
  • Anda mengidap migrain kronis (terjadi sebanyak 15 hari atau lebih per bulan).
  • Jika obat-obatan yang dikonsumsi tetap tidak bisa meredakan gejala.