Metode penanganan migrain akan disesuaikan dengan jenis migrain dan tingkat keparahannya, serta usia dan kondisi kesehatan pasien. Pengobatan ini bertujuan untuk membantu menghentikan gejala dan mencegah terjadinya serangan migrain berikutnya. Berikut adalah penjelasannya:

Penanganan Mandiri

Penanganan mandiri yang dapat dilakukan oleh penderita migrain antara lain:

  • Beristirahat atau tidur di kamar yang sepi, gelap, dan sejuk
  • Mengompres dingin dagu atau bagian belakang leher
  • Memijat kepala atau pelipis
  • Melakukan relaksasi otot
  • Minum banyak cairan
  • Menjalani meditasi atau yoga
  • Mengonsumsi kafein dalam jumlah sedikit
  • Menghirup aromaterapi

Obat-obatan

Jika penanganan mandiri belum dapat mengatasi gejala migrain, penderita dapat mengonsumsi obat-obatan pereda nyeri. Salah satu obat pereda nyeri yang sering digunakan adalah obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), seperti parasetamol,kalium diklofenak, ibuprofen, atau asam mefenamat.

Obat-obat tersebut dapat digunakan untuk mengatasi nyeri migrain ringan, sedang, atau berat. Namun, OAINS sebaiknya sudah dikonsumsi sejak awal serangan migrain muncul atau saat nyeri masih terasa ringan hingga sedang.

Meski sama-sama dapat digunakan dalam mengatasi serangan migrain, setiap obat memiliki waktu penyerapan ke darah dan waktu bekerja yang berbeda-beda, seperti:

  • Kalium diklofenak sachet 50 mg (15 menit)
  • Ibuprofen larutan 400 mg (1–2 jam)
  • Asam asetilsalisilat effervescent 1000 mg (1–2 jam)

Sebelum mengonsumsi obat-obatan di atas, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Selain dapat menyebabkan efek samping, cara konsumsi obat yang tidak sesuai anjuran malah bisa memperburuk migrain.

Jika gejala tidak juga membaik setelah menggunakan obat-obatan, segera lakukan pemeriksaan ke dokter.

Selain OAINS, dokter juga dapat meresepkan obat-obatan berikut:

  • Ergotamine, untuk mengatasi migrain dan mencegah kekambuhan
  • Triptan, seperti sumatriptan dan naratripta, untuk meredakan nyeri
  • Obat antimual, untuk mengatasi mual dan muntah akibat migrain
  • Kafein, biasanya dikombinasikan dengan ergotamin atau paracetamol

Transcranial Magnetic Stimulation (TMS)

Dalam teknik ini, sebuah perangkat listrik berukuran kecil diletakkan di kepala untuk menghantarkan arus magnetik melalui kulit. TMS dapat digunakan untuk meredakan sakit kepala parah yang dialami penderita migrain.

Terapi ini dapat dikombinasikan dengan pemberian obat. Namun, perlu diketahui, TMS dapat menyebabkan pusing, kantuk, lelah, tremor, dan gelisah.

Terapi Lain

Di samping metode di atas, akupuntur dan terapi relaksasi  juga dapat membantu meredakan migrain. Terapi perilaku kognitif juga bisa dilakukan untuk memperbaiki pengaruh pikiran dan respons tubuh terhadap rasa nyeri.