Migrain tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, tetapi kita dapat mengurangi frekuensi serangan penyakit ini semaksimal mungkin. Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya serangan migrain adalah:

Mengidentifikasi dan mencegah pemicu migrain

Mengindentifikasi pemicu migrain dapat dilakukan dengan membuat catatan setelah terserang migirain. Pasca serangan migrain, penderita dapat membuat catatan mengenai tanggal dan jam serangan terjadi, tanda- gejala yang muncul, obat yang dikonsumsi, serta kapan gejala berakhir. Dari catatan tesebut, dokter dapat membantu mengidentifikasi pemicunya dan memberi penanganan yang tepat. Contohnya, migrain yang terjadi setelah mengonsumsi makanan tertentu atau terjadi saat kondisi stress, upaya penanganan yang dapat dilakukan adalah dengan menghindari konsumsi makanan tersebut atau mengendalikan stres agar tidak sampai menimbulkan serangan migrain.

Buat jadwal kegiatan harian yang konsisten

Mengatur pola tidur dan makan yang teratur serta mengendalikan tekanan atau stres dapat mencegah timbulnya serangan migrain. Selain itu, dianjurkan untuk berolahraga secara teratur agar stres dapat berkurang, sehingga dapat mencegah serangan migrain.

Konsumsi obat atau suplemen

Biasanya, dokter akan meresepkan obat jika ada kemungkinan penderita terserang kembali migrain atau jika serangan migrain sering terjadi. Obat pencegah serangan migrain diberikan sesuai pemicunya. Contoh obat-obatan tersebut adalah propranolol untuk mengatasi angina dan hipertensi, serta terapi penggantian hormon (contohnya estrogen) untuk mencegah serangan migrain yang berkaitan dengan hormon.