Nyeri akibat migrain bisa menyebabkan ketidaknyamanan yang berlangsung selama berjam-jam hingga beberapa hari. Umumnya, kondisi ini dapat diatasi dengan obat migrain, beristirahat di ruangan yang gelap dan tenang, serta mengompres dingin area kepala atau leher.

Migrain merupakan salah satu jenis sakit kepala yang sering dialami banyak orang. Nyeri akibat migrain terasa berdenyut di satu sisi kepala dan bisa bertambah parah jika tidak segera ditangani. Selain sakit kepala, migrain juga dapat disertai gejala lain, seperti mual, muntah, atau mudah terganggu oleh cahaya dan suara.

Nyeri Akibat Migrain, Ini Cara Mengatasi dan Mencegahnya Kambuh Kembali - Alodokter

Nyeri Akibat Migrain dan Pemicunya

Terdapat berbagai faktor yang dapat memicu munculnya nyeri akibat migrain, yaitu:

  • perubahan hormon misalnya pada wanita yang sedang menstruasi, hamil, atau menggunakan kontrasepsi hormonal
  • stres emosional, seperti tekanan pekerjaan, masalah keluarga, atau kecemasan berlebihan
  • pola tidur yang tidak teratur, baik karena kurang tidur maupun tidur berlebihan
  • Makanan dan minuman tertentu, seperti cokelat, keju, makanan ber-MSG, makanan asin, serta minuman berkafein atau beralkohol
  • Paparan terhadap cahaya terang, suara keras, atau bau menyengat
  • Perubahan cuaca atau lingkungan, seperti suhu yang sangat panas atau perubahan tekanan udara
  • Faktor genetik atau riwayat migrain dalam keluarga

Nyeri Akibat Migrain dan Cara Mengatasinya

Penanganan nyeri akibat migrain membutuhkan pendekatan yang cermat. Selain obat-obatan, perubahan gaya hidup dan pola makan sehat turut dianjurkan untuk dapat mengatasi migrain sepenuhnya. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:

1. Minum obat migrain

Obat migrain dapat diandalkan untuk mengatasi nyeri akibat migrain. Obat ini umumnya mengandung paracetamol, ibuprofen, dan aspirin, yang dapat bekerja efektif untuk meredakan sakit kepala sebelah.

Pastikan konsumsi obat tetap mengikuti dosis yang ada di kemasan agar terhindar dari efek samping. konsultasikan dengan dokter bila perlu untuk mendapatkan dosis yang sesuai dengan kondisi migrain. Dokter juga dapat meresepkan obat lain misalnya sumatriptan jika obat yang dijual bebas tidak mampu mengatasi migrain.

2. Istirahat di ruangan gelap dan tenang

Mengurangi paparan cahaya terang dan suara bising saat migrain menyerang dapat membantu meredakan nyeri kepala. Penderita migrain disarankan untuk beristirahat di ruangan gelap dan tenang agar otak lebih rileks dan gejala migrain tidak memburuk.

3. Terapkan pola tidur yang teratur

Selain memperhatikan lingkungan saat hendak tidur, waktu tidur yang cukup dan teratur juga sangat penting untuk mengatasi nyeri akibat migrain. Pola tidur yang konsisten membantu tubuh dan otak lebih cepat pulih setelah mengalami serangan migrain.

4. Kompres area kepala atau leher

Nyeri akibat migrain juga dapat diredakan dengan mengompres dingin atau hangat area kepala atau leher selama 15–20 menit. Mengompres kepala dapat membantu mengurangi peradangan, menenangkan saraf, serta membuat kepala terasa lebih nyaman.

5. Cukupi kebutuhan cairan tubuh

Kekurangan cairan hingga dehidrasi dapat memperburuk nyeri akibat migrain. Oleh karena itu, pastikan untuk selalu minum air putih sebanyak 8 gelas atau 2 liter setiap hari, terutama saat gejala migrain mulai muncul.

6. Lakukan relaksasi

Teknik relaksasi, seperti meditasi, yoga, atau pernapasan dalam, dapat membantu mengurangi stres yang merupakan salah satu pemicu migrain. Tubuh dan pikiran yang lebih tenang akan membantu mempercepat pemulihan dari migrain.

7. Hindari makanan atau minuman pemicu migrain

Setiap orang memiliki pemicu migrain yang berbeda-beda, salah satunya dari makanan atau minuman. Jika Anda sudah mengetahui pemicu migrain tersebut, sebaiknya hindari mengonsumsinya selama mengalami serangan migrain.

Anda juga dianjurkan untuk menghindari makanan dan minuman tersebut dalam keseharian untuk mengurangi risiko kambuhnya migrain. Selain itu, terdapat beberapa langkah yang dianjurkan untuk dapat mencegah migrain kambuh, di antaranya:

  • Kelola stres dengan baik misalnya dengan rutin melakukan hobi, berbagi cerita dengan teman dan keluarga, meditasi, dan yoga.
  • Hindari begadang atau tidur terlalu lama karena perubahan pola tidur dapat memicu migrain.
  • Hindari mengonsumsi cokelat, keju, makanan instan, minuman berkafein, dan alkohol, karena paling sering menjadi pemicu migrain.
  • Olahraga ringan secara rutin, seperti jalan kaki, bersepeda, atau berenang, minimal 3–5 kali seminggu agar peredaran darah lancar dan mengurangi stres.
  • Kurangi paparan terhadap cahaya terang, suara keras, atau bau menyengat yang dapat memicu migrain. 
  • Gunakan kacamata hitam saat sedang berada di tempat yang sangat terang, serta sesuaikan pencahayaan di dalam rumah agar lebih nyaman.
  • Catat waktu, pola, serta pemicu migrain yang Anda alami. Mencatat riwayat serangan migrain dapat membantu Anda dan dokter untuk menentukan strategi pencegahan yang paling efektif.

Dengan menerapkan langkah-langkah penanganan dan pencegahan di atas, nyeri akibat migrain dapat diatasi sepenuhnya dan Anda pun bisa menjalani aktivitas dengan lebih nyaman.

Apabila nyeri akibat migrain tetap sering kambuh atau disertai dengan gejala berat, seperti gangguan penglihatan mendadak, kelemahan tubuh, bicara tidak jelas, atau nyeri kepala yang sangat hebat dan tiba-tiba, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan secepatnya.