Di Indonesia, krim atau salep antijamur merupakan obat panu yang paling umum digunakan. Terapi antijamur bertujuan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh jamur. Meskipun terapi berhasil mengobati infeksi jamur, bercak-bercak panu mungkin akan tetap ada dan baru hilang setelah beberapa bulan.

Krim antijamur banyak tersedia di apotik dan supermarket. Krim yang dijual bebas tersebut biasanya mengandung bahan-bahan tertentu, seperti selenium sulfida, clotrimazole, dan miconazole. Sebagai upaya meningkatkan efektivitas dalam mengobati dan mencegah kembalinya panu, penderita yang memilih pengobatan ini perlu mengikuti cara pemakaian sesuai dosis yang benar. Krim antijamur biasanya dioleskan 1-2 kali sehari selama beberapa minggu. Efek samping yang paling umum dari penggunaan krim antijamur adalah rasa panas dan perih pada area kulit yang dioleskan. Terapi dengan krim antijamur ini cocok pada penderita dengan bercak panu yang masih kecil.

Selain dengan krim antijamur, alternatif kedua dari pengobatan panu adalah dengan menggunakan sampo antijamur. Sampo antijamur yang menggunakan bahan-bahan selenium sulfida dan ketoconazole umumnya tersedia di apotek dan dapat dibeli tanpa memerlukan resep dokter.

Jika Anda memilih sampo antijamur sebagai cara pengobatan panu, bacalah aturan pakai serta potensi efek sampingnya sebelum memulai pemakaian. Ada sebagian orang yang mengalami iritasi pada kulit atau perih ketika memakai sampo antijamur. Hal ini dapat ditangani dengan mengencerkan sampo dengan air sebelum digunakan.

Mengobati panu dengan tablet antijamur

Jika sampo dan krim antijamur terbukti tidak efektif, Anda bisa mencoba tablet antijamur. Tablet ini juga baik digunakan untuk mengatasi kasus panu yang penyebarannya lebih luas. Penderita disarankan untuk membaca aturan pemakaian tablet antijamur terlebih dahulu agar pembasmian jamur panu bisa menjadi lebih efektif. Biasanya, obat ini dikonsumsi sekali sehari selama seminggu hingga sebulan.

Beberapa efek samping yang mungkin dirasakan setelah mengonsumsi tablet antijamur adalah mual, sakit perut dan ruam pada kulit. Konsultasikan kepada dokter jika panu tidak kunjung sembuh atau Anda tidak dapat menoleransi efek samping dari tablet antijamur.

Mencegah kambuhnya panu

Perlu diingat bahwa meskipun panu sudah pernah diobati dan sembuh, kondisi tersebut bisa kambuh. Maka bagi kita yang pernah mengalami panu, disarankan untuk tetap menggunakan sampo antijamur. Meski begitu, frekuensi penggunaan sampo antijamur untuk tujuan pencegahan akan berbeda dengan tujuan pengobatan. Untuk pencegahan, biasanya hanya disarankan menggunakannya 2-4 minggu sekali. Sampo antijamur merupakan jenis obat yang dapat dibeli tanpa resep dokter. Jadi jika habis, kita bisa langsung membelinya ke apotik.

Bagi mereka yang menderita panu tingkat parah dan membutuhkan penanganan dengan tablet antijamur, dokter akan menyarankan mereka untuk tetap mengonsumsi tablet tersebut setelah sembuh nanti sebagai bentuk pencegahan. Biasanya hanya selama beberapa kali saja dalam sebulan.