Pengobatan panu bertujuan untuk mengatasi infeksi jamur dan mencegah perubahan pada warna kulit akibat panu. Metode pengobatannya adalah dengan menggunakan obat antijamur. Berikut adalah penjelasannya:

Krim atau Losion Antijamur

Pasien perlu membersihkan area kulit yang terinfeksi terlebih dahulu. Setelah itu, krim atau losion dioleskan ke kulit 1–2 kali sehari, setidaknya selama 2 minggu.

Adapun beberapa jenis obat krim atau losion antijamur, yaitu:

Sampo Antijamur

Sampo antijamur digunakan dengan cara digosokkan di tangan terlebih dahulu agar berbusa. Setelah itu, oleskan sampo ke kulit yang terinfeksi, lalu didiamkan selama 5–20 menit sebelum dibilas. Terapi ini perlu dilakukan selama 5–7 hari, hingga kulit terbebas dari panu.

Jenis sampo yang dapat mengatasi panu adalah ketoconazole dan selenium sulfida. Namun, perlu diketahui, sampo selenium sulfida dapat menimbulkan efek samping berupa kulit kering atau iritasi.

Tablet Antijamur

Jika panu terjadi pada area kulit yang luas dan tebal, dokter akan meresepkan tablet antijamur, seperti fluconazole atau itraconazole. Obat ini dapat dikonsumsi selama 1 minggu hingga 1 bulan.

Perlu diingat bahwa jamur Malassezia merupakan jamur yang pada dasarnya dapat tumbuh di kulit. Oleh sebab itu, ada kemungkinan panu kambuh kembali, terutama saat suhu udara panas atau lembap.

Untuk mencegahnya, penderita dapat menggunakan sampo sebelum dan selama bepergian ke tempat yang bersuhu panas atau lembap. Namun, jika panu kambuh beberapa kali setelah pengobatan, dokter akan meresepkan tablet antijamur yang dikonsumsi beberapa kali dalam 1 bulan.