Diagnosis panu dapat ditetapkan dokter kulit setelah melakukan pemeriksaan pada kondisi kulit pasien. Untuk memastikan diagnosis, maka dokter dapat melakukan:

  • Pemeriksaan kulit dengan lampu khusus. Kulit yang terinfeksi akan diperiksa dengan lampu Wood. Dalam pemeriksaan lampu Wood ini, panu akan terlihat berwana hijau kekuningan.
  • Pengambilan sampel kerokan kulit. Sedikit sampel kerokan kulit akan diambil dari kulit untuk diperiksa di labaoratorium guna mengidentifikasi keberadaan jamur.

Pengobatan Panu

Pengobatan jamur dapat dilakukan dengan terapi antijamur dalam bentuk losion, krim, atau sampo. Untuk kasus panu yang ringan, beberapa obat yang dijual bebas dapat digunakan untuk membunuh  infeksi jamur. Obat tersebut meliputi:

  • Sampo antijamur. Untuk membasmi jamur, sampo dijadikan busa terlebih dahulu lalu dikenakan pada kulit yang terinfeksi selama 5-20 menit, sebelum kulit dibersihkan kembali. Terapi ini perlu dilakukan selama 5-7 hari, hingga kulit terbebas dari panu. Contoh sampo untuk panu adalah ketoconazole dan selenium sulfide. Namun demikian, sampo selenium sulfide dapat menimbulkan efek samping berupa kulit kering atau iritasi.
  • Krim atau losion antijamur. Contoh obat jenis ini yang dijual bebas adalah miconazole, clotrimazole, serta losion selenium sulfide. Saat menggunakan krim atau losion, hendaknya area kulit yang terinfeksi dibersihkan dahulu lalu dioleskan pada kulit sebanyak 1-2 kali sehari, selama setidaknya dua minggu. Jika obat antijamur yang dijual bebas tidak dapat mengatasi panu, maka dokter dapat meresepkan obat untuk dioleskan pada kulit yang terinfeksi panu. Contoh obat tersebut adalah ketoconazole dan terbinafine .

Jika panu terjadi pada area kulit yang luas dan tebal, dokter dapat memberi tablet antijamur. Obat ini dapat dikonsumsi selama seminggu hingga sebulan. Beberapa efek samping yang dapat dirasakan setelah mengonsumsi tablet antijamur adalah mual, sakit perut, dan ruam pada kulit.

Seusai pengobatan, ada kemungkinan panu kambuh kembali, terutama saat suhu udara panas atau lembap. Untuk mencegah hal tersebut, maka penderita dapat menggunakan sampo selama beberapa hari sebelum bepergian ke tempat yang bersuhu panas atau lembap. Namun, jika panu kambuh beberapa kali setelah pengobatan, dokter dapat memberi tablet antijamur yang dikonsumsi beberapa kali dalam satu bulan untuk mencegah panu terjadi kembali.