Paxlovid adalah obat antivirus yang ditujukan untuk mengatasi infeksi COVID-19. Obat ini digunakan pada pasien COVID-19 gejala ringan hingga sedang, serta pasien yang berisiko tinggi mengalami perburukan gejala.

Paxlovid merupakan kombinasi dari 2 obat, yaitu nirmatrelvir dan ritonavir. Nirmatrelvir atau antivirus PF-07321332 bekerja dengan menghambat enzim yang dibutuhkan virus Corona untuk menggandakan diri. Dengan begitu, sistem kekebalan tubuh dapat bekerja dengan lebih optimal untuk melawan virus ini.

Paxlovid - Alodokter

Sementara itu, ritonavir pada obat ini berfungsi untuk memperlambat pembuangan nirmatrelvir dari tubuh. Dengan begitu, waktu kerja nirmatrelvir dalam melawan virus Corona menjadi lebih panjang.

Paxlovid telah mendapat izin penggunaan darurat dari FDA. Obat ini disarankan untuk dikonsumsi sedini mungkin, yaitu maksimal 5 hari setelah timbulnya gejala. Meski begitu, perlu dicatat bahwa sejauh ini bukti terkait keamanan dan efektivitas Paxlovid dalam melawan COVID-19 masih belum cukup banyak.

Apa Itu Paxlovid

Bahan aktif Nirmatrelvir dan ritonavir
Golongan Obat resep
Kategori Antivirus
Manfaat Mengatasi infeksi virus COVID-19
Dikonsumsi oleh Dewasa dan anak-anak usia ≥12 tahun dengan berat badan ≥40 kg
Paxlovid untuk ibu hamil dan menyusui  Kategori N: Belum diketahui.Jangan mengonsumsi Paxlovid jika Anda sedang hamil, kecuali jika dokter menyarankannya.

Ritonavir dalam Paxlovid diketahui dapat terserap ke dalam ASI. Konsultasikan dengan dokter jika Anda terkena COVID-19 dalam masa menyusui.

Bentuk obat Tablet

Peringatan Sebelum Mengonsumsi Paxlovid

Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum mengonsumsi Paxlovid, antara lain:

  • Jangan menggunakan Paxlovid jika Anda alergi dengan nirmatrelvir atau ritonavir.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang menderita infeksi HIV, hipertensi, penyakit ginjal, atau penyakit liver.
  • Jangan menggunakan Paxlovid pada anak-anak usia di bawah 12 tahun dengan berat badan kurang dari 40 kg.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal, untuk mengantisipasi terjadinya interaksi obat.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan. Gunakan metode kontrasepsi yang efektif untuk mencegah kehamilan selama Anda menggunakan Paxlovid.
  • Paxlovid dapat menurunkan efektivitas pil KB atau implan. Jika Anda sedang menggunakan metode kontrasepsi ini, konsultasikan dengan dokter untuk penggantian ke metode yang lebih efektif atau gunakan kondom saat berhubungan intim.
  • Segera ke dokter jika mengalami reaksi alergi obat atau overdosis setelah mengonsumsi Paxlovid.

Dosis dan Aturan Pakai Paxlovid

Paxlovid terdiri dari 2 jenis tablet, yaitu tablet pink untuk nirmatrelvir 150 mg dan tablet putih untuk ritonavir 100 mg. Tablet ini dikemas ke dalam 2 jenis kemasan, yaitu kemasan standard dan kemasan khusus pasien dengan gangguan ginjal.

Dosis pemakaian Paxlovid berdasarkan kemasannya adalah:

Kemasan standard: Paxlovid 300 mg, 100 mg

Pada kemasan ini terdapat 3 tablet untuk setiap dosis, yaitu 2 tablet pink nirmatrelvir dan 1 tablet putih ritonavir. Minum 3 tablet ini sekaligus, 2 kali sehari pada pagi dan malam hari, selama 5 hari.

Kemasan khusus gangguan ginjal: Paxlovid 150 mg, 100 mg

Pada kemasan ini terdapat 2 tablet untuk setiap dosis, yaitu 1 tablet pink nirmatrelvir dan 1 tablet putih ritonavir. Minum 2 tablet ini sekaligus, 2 kali sehari pada pagi dan malam hari, selama 5 hari.

Cara Mengonsumsi Paxlovid dengan Benar

Paxlovid hanya bisa digunakan sesuai anjuran dokter. Baca informasi yang terdapat pada kemasan obat dan ikuti instruksi dari dokter. Jangan menambahkan atau mengurangi dosis Paxlovid.

Paxlovid dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan. Disarankan untuk mengonsumsi Paxlovid pada pagi dan malam hari, di jam yang sama setiap harinya. Telan tablet secara utuh, jangan mengunyah atau menghancurkan tablet.

Bila lupa mengonsumsi Paxlovid, segera konsumsi begitu ingat. Namun, jika Anda melewatkan satu dosis lebih dari 8 jam, abaikan dosis tersebut dan jangan menggandakan dosis selanjutnya.

Selama penggunaan Paxlovid disarankan untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah secara mandiri menggunakan tensimeter di rumah, karena obat ini bisa meningkatkan tekanan darah.

Paxlovid hanya boleh dikonsumsi selama 5 hari. Jangan berhenti mengonsumsi Paxlovid meskipun gejala sudah hilang sebelum 5 hari. Jika Anda tidak merasa lebih baik atau justru lebih buruk setelah 5 hari mengonsumsi Paxlovid, konsultasikan kondisi Anda ke dokter.

Simpan Paxlovid di tempat yang kering dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.

Interaksi Paxlovid dengan Obat dan Bahan Lain

Mengingat Paxlovid mengandung ritonavir, interaksi yang bisa terjadi jika obat ini digunakan bersama obat-obatan tertentu adalah:

  • Peningkatan risiko terjadinya gangguan pernapasan serius atau kelainan darah jika digunakan dengan obat pereda nyeri, seperti pethidine atau piroxicam
  • Peningkatan risiko terjadinya miopati, seperti rhabdomyolisis, jika digunakan dengan obat penurun kolesterol golongan statin, seperti lovastatin atau simvastatin
  • Peningkatan kadar dan efek samping sildenafil, yakni obat untuk hipertensi pulmonal
  • Peningkatan risiko terjadinya kantuk yang sangat dalam disertai gangguan napas jika digunakan dengan midazolam oral
  • Peningkatan risiko terjadinya kelainan darah jika digunakan dengan clozapine
  • Peningkatan risiko terjadinya aritmia jika digunakan dengan amiodarone, ranolazine, propafenone, atau quinidine
  • Peningkatan kadar colchicine dalam darah dan risiko terjadinya efek samping serius
  • Peningkatan risiko terjadinya penyempitan pembuluh darah yang bisa berakibat fatal jika digunakan dengan dihydroergotamine, ergotamine, atau methylergometrine
  • Peningkatan risiko terjadinya kejang dan patah tulang jika digunakan dengan apalutamide
  • Penurunan kadar ritonavir dalam darah jika digunakan dengan rifampicin atau suplemen St. John’s Wort

Efek Samping dan Bahaya Paxlovid

Paxlovid masih dalam penelitian, sehingga kemungkinan efek sampingnya belum diketahui seluruhnya. Namun, terdapat sejumlah efek samping yang diketahui bisa timbul setelah mengonsumsi Paxlovid, antara lain:

Periksakan ke dokter jika efek samping di atas dirasa mengganggu atau tidak kunjung sembuh.

Anda juga harus segera ke dokter bila mengalami reaksi alergi obat atau efek samping yang lebih serius, seperti hipertensi atau munculnya gejala gangguan fungsi hati, seperti urin berwarna gelap, tidak nafsu makan, atau penyakit kuning.

Selain itu, Paxlovid juga berpotensi meningkatkan risiko terjadinya resistensi obat antivirus pada pasien HIV. Konsultasikan ke dokter jika Anda sedang mengonsumsi antivirus untuk HIV atau memiliki infeksi HIV yang belum ditangani.