Peditemp Cough adalah obat untuk meredakan berbagai keluhan flu, seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat, serta bersin yang disertai batuk. Obat ini tersedia dalam bentuk sirop dan termasuk dalam golongan obat bebas terbatas sehingga bisa dibeli di apotek tanpa resep dokter.

Peditemp Cough mengandung berbagai bahan aktif, yaitu paracetamol, guaifenesin, dan chlorpheniramine maleate. Setiap 5 ml sirop Peditemp Cough, terkandung paracetamol, guaifenesin, dan chlorpheniramine.

Peditemp Cough

Ketiga bahan aktif tersebut bekerja dengan mekanisme yang berbeda. Paracetamol berfungsi menurunkan demam dan meredakan nyeri. Chlorpheniramine mengurangi gejala alergi seperti bersin dan hidung berair, sedangkan guaifenesin mengencerkan dahak agar lebih mudah dikeluarkan dari saluran pernapasan.

Kombinasi ketiga bahan tersebut menjadikan Peditemp Cough efektif untuk mengatasi berbagai gejala flu, seperti batuk, pilek, dan bersin. Obat ini juga dapat digunakan untuk mengatasi gejala alergi atau common cold

Apa Itu Peditemp Cough

Bahan aktif Paracetamol, guaifenesin, dan chlorpheniramine maleate
Golongan  Obat bebas terbatas
Kategori  Kombinasi analgetik-antipiretik (paracetamol), antihistamin (chlorpheniramine), dan ekspektoran (guaifenesin)
Manfaat Mengatasi gejala flu, seperti batuk
Digunakan oleh Anak-anak
Peditemp Cough untuk ibu hamil dan menyusui Peditemp Cough umumnya hanya digunakan untuk anak-anak
Bentuk obat Sirop

Peringatan sebelum Menggunakan Peditemp Cough

Meski termasuk obat bebas terbatas, penggunaan Peditemp Cough tetap memerlukan perhatian. Sebelum memberikannya kepada anak, perhatikan hal-hal berikut:

  • Beri tahu dokter riwayat alergi yang anak Anda miliki. Obat ini tidak boleh digunakan jika anak Anda memiliki alergi terhadap paracetamol, guaifenesin, dan chlorpheniramine.
  • Sampaikan kepada dokter jika anak Anda memiliki riwayat penyakit tertentu, seperti penyakit liver, penyakit ginjal, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, gagal jantung, epilepsi, glaukoma, asma, emfisema, bronkitis kronis,  sakit maag, tukak lambung, varises esofagus, obstruksi usus, riwayat kolostomi atau ileostomi.
  • Informasikan kepada dokter bahwa anak Anda sedang mengonsumsi Peditemp Cough sebelum menjalani operasi, termasuk operasi gigi.
  • Konsultasikan dengan dokter mengenai penggunaan Peditemp Cough jika anak Anda sedang menjalani pengobatan dengan obat tertentu, termasuk suplemen, dan produk herbal. Tujuannya adalah untuk menghindari interaksi antarobat.
  • Segera ke dokter jika timbul reaksi alergi obat atau efek samping serius pada anak Anda setelah diberikan Peditemp Cough.

Dosis dan Aturan Pakai Peditemp Cough

Untuk meredakan batuk, berikut ini adalah dosis umum penggunaan Peditemp Cough:

 

  • Anak-anak 2–6 tahun: 1 sendok takar (5 ml), 3 kali sehari.
  • Anak usia 6–12 tahun: 2 sendok takar (10 ml), 3 kali sehari.

 

Bagi anak-anak yang berusia di bawah 2 tahun, dosis penggunaan harus berdasarkan resep dari dokter.

Cara Menggunakan Peditemp Cough dengan Benar

Baca aturan pakai yang terdapat pada kemasan atau gunakan sesuai dengan anjuran dokter. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa seizin dokter.

Pastikan untuk mengikuti cara menggunakan Peditemp Cough dengan benar di bawah ini agar mendapat hasil pengobatan maksimal:

  • Peditemp Cough bisa diberikan kepada anak sebelum atau sesudah makan.
  • Kocok botol kemasan sebelum obat diberikan kepada anak. Gunakanlah alat takar yang disertakan dalam kemasan agar dosisnya tepat.
  • Apabila lupa menggunakan Peditemp Cough, berikanlah obat ini begitu teringat. Namun, bila jadwal konsumsi obat berikutnya sudah dekat, abaikan dan jangan menggandakan dosis berikutnya. 
  • Hentikan penggunaan Peditemp Cough jika keluhan flu dan batuk anak sudah membaik.
  • Tingkatkan daya tahan tubuh anak dengan memberikan makanan bergizi, minum air sesering mungkin, dan memastikan anak untuk istirahat yang cukup. Dengan begitu, tubuh anak  dapat melawan virus secara lebih baik dan gejala flu pun dapat mereda lebih cepat. 
  • Simpan Peditemp Cough di tempat yang kering dan sejuk. Jangan menyimpannya di tempat yang lembap atau panas. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
  • Hubungi dokter jika gejala flu belum membaik sama sekali dalam waktu 3 hari menggunakan Peditemp Cough. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter secara langsung maupun melalui chat online.
  • Jangan mengonsumsi Peditemp Cough yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa. Peditemp Cough tidak boleh digunakan jika sudah lebih dari 14 hari setelah kemasan dibuka. 

Interaksi Peditemp Cough dengan Obat Lain

Kandungan dalam Peditemp Cough dapat berinteraksi dengan obat lain, antara lain:

  • Penurunan efektivitas paracetamol jika digunakan dengan cholestyramine
  • Peningkatan risiko terjadinya efek samping pada liver jika digunakan dengan isoniazid atau phenobarbital
  • Penurunan efektivitas lamotrigine dalam mencegah kejang
  • Peningkatan risiko terjadinya efek samping chloramphenicol atau busulfan
  • Peningkatan efek kantuk dan risiko terjadinya efek samping yang berbahaya jika digunakan dengan obat antinyeri golongan opioid, obat tidur, obat penenang, atau obat antipsikotik
  • Peningkatan kadar phenytoin di dalam darah sehingga meningkatkan risiko terjadinya overdosis phenytoin

Agar pengobatan efektif, konsultasikan ke dokter jika akan menggunakan Peditemp Cough bersama obat, suplemen, atau produk herbal apa pun.

Efek Samping dan Bahaya Peditemp Cough

Seperti obat lainnya, Peditemp Cough juga bisa menimbulkan sejumlah efek samping. Beberapa efek samping ringan dan umum yang dapat terjadi pada anak adalah:

  • Kantuk
  • Sakit kepala
  • Mual atau muntah
  • Sembelit atau malah diare
  • Sakit perut
  • Mulut kering

Konsultasikan dokter melalui Chat Bersama Dokter jika anak Anda mengalami efek samping tersebut. Segera temui dokter jika timbul efek samping yang berat pada anak, seperti

  • Tidak bisa berkemih
  • Gangguan irama jantung, yang ditandai dengan denyut jantung terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak beraturan
  • Tremor
  • Perubahan mental, seperti linglung
  • Memar yang terus membesar atau perdarahan yang tidak kunjung berhenti

Cari pertolongan medis ke IGD rumah sakit terdekat jika penggunaan Peditemp Cough menimbulkan reaksi alergi obat. Gejala alergi obat antara lain biduran, bengkak di kelopak mata atau bibir, mengi, atau sesak napas.