Pegagan Bisa Mengatasi Penyakit dan Luka pada Kulit?

Tanaman herba pegagan yang umum ditemukan sebagai bahan pengobatan tradisional Tiongkok biasanya digunakan untuk menangani permasalahan pada kulit, termasuk guratan yang muncul akibat kehamilan (stretch marks). Tidak heran jika kini ekstrak pegagan banyak dijadikan produk obat, seperti dalam kandungan salep atau krim. 

Lantas, apakah benar pegagan bisa membuat kulit sehat dan cantik? Bagaimana hasil penelitian terbaru mengenai keefektifan pegagan untuk atasi masalah kulit? Simak penjelasan berikut ini.

pegagan bisa mengatasi penyakit dan luka pada kulit - alodokter

Manfaat Pegagan Menurut Penelitian

Pegagan memiliki zat-zat kimia yang sepertinya bisa membantu mengurangi peradangan. Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa pegagan, terutama pada kandungan asam asiatiknya, dianggap bisa meningkatkan produksi kolagen, yaitu salah satu zat yang memiliki peran penting dalam proses penyembuhan luka.

Berikut ini hasil penelitian yang menyatakan bahwa pegagan mungkin bisa mengatasi permasalahan kulit.

Stretch marks. Menurut sebuah penelitian, krim yang mengandung pegagan mungkin bisa mengurangi stretch marks pada wanita hamil. Penggunaan krim berbahan ekstrak pegagan efektif dapat mencegah timbulnya stretch mark pada ibu hamil jika dibandingkan minyak zaitun atau almon. Namun penggunaan pegagan pada kondisi ini masih perlu diteliti lebih lanjut.

Menyembuhkan pada kulit. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pegagan mungkin bisa membantu menyembuhkan luka. Hal ini diduga dipengaruhi oleh efek pegagan yang dapat meningkatkan kadar antioksidan dan merangsang pertumbuhan pembuluh darah pada kulit yang luka untuk menunjang proses penyembuhan luka.

Melembapkan kulit yang memiliki sifat antiperadangan. Sebuah penelitian melaporkan bahwa penggunaan kosmetik yang terdiri dari kandungan beberapa jenis pegagan ternyata mampu mengembalikan kelembapan kulit dan mengobati peradangan di kulit.

Melancarkan peredaran darah. Mengonsumsi ekstrak pegagan selama 4-8 minggu menunjukkan efek perbaikan aliran darah pada mereka dengan gangguan peredarah darah di tungkai. Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa terdapat perbaikan struktur pembuluh darah dan berkurangnya pembengkakan akibat gangguan pembuluh darah vena pada tungkai setelah pengobatan dengan ekstrak pegagan.

Tapi sayangnya, hasil penelitian-penelitian di atas belum bisa dijadikan acuan dalam menilai efektivitas pegagan yang sebenarnya. Pada tes tersebut, ada bahan-bahan lain yang dicampurkan pada krim yang mungkin saja memiliki andil dalam proses penyembuhan. Selain itu, penelitian-penelitian yang dilakukan sejauh ini masih terbatas pada penelitian dengan menggunakan hewan percobaan. Maka dari itu, penelitian lebih lanjut terhadap efek pegagan masih harus dilakukan.

Apakah Pegagan Berbahaya?

Terlepas dari hasil penelitian yang tampak menjanjikan, masih ada juga risiko efek samping yang perlu diperhatikan. Meski jarang terjadi, efek samping dari penggunaan pegagan yang mungkin dialami, termasuk sakit kepala, sakit perut, mual, pusing, rasa kantuk yang berlebihan, kulit terasa seperti terbakar atau perih, serta alergi.

Jangka waktu yang disarankan untuk mengonsumsi pegagan adalah paling lama enam minggu. Dianjurkan berkonsultasi pada dokter terlebih dulu jika Anda ingin memperpanjang masa pemakaiannya.

Bagi ibu hamil, keamanan mengonsumsi pegagan belum diketahui. Jadi disarankan untuk menghindari minum apa pun yang terbuat dari pegagan. Meski begitu, pegagan kemungkinan aman bagi kondisi ibu hamil selama dipakai dengan cara dioles pada kulit. Untuk memastikannya, Anda disarankan berkonsultasi pada dokter spesialis kulit atau dokter pribadi Anda.

Hingga kini, belum ada penelitian yang cukup menyeluruh mengenai efek samping pegagan pada ibu menyusui. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti bayi yang keracunan ASI, lebih baik hindari mengonsumsi atau menggunakan pegagan ketika menyusui.

Bagi Anda yang menderita penyakit hati, seperti hepatitis, hindari penggunaan pegagan. Menurut penelitian, mengonsumsi pegagan bisa dihadapkan kepada risiko kerusakan hati yang bisa memperparah kondisi Anda.

Tertarik mengatasi permasalahan kulit dengan pegagan? Ikuti aturan pemakaian pada kemasan. Pastikan produk yang Anda gunakan telah terdaftar di BPOM RI agar terhindar dari efek-efek negatif. Jika Anda masih ragu, konsultasikan kepada dokter kulit mengenai penggunaan produk berbahan pegagan.

Ditinjau oleh : dr. Kevin Adrian

Referensi