Penyakit Alzheimer tidak hanya memengaruhi daya ingat dan kemampuan berpikir. Penyakit ini juga dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius yang berdampak pada kesehatan fisik dan kualitas hidup penderitanya.
Seiring perkembangan penyakit, kemampuan pasien untuk merawat diri akan semakin menurun. Akibatnya, risiko terjadinya komplikasi pun ikut meningkat. Berikut beberapa komplikasi yang sering dialami penderita Alzheimer:
1. Patah tulang akibat terjatuh
Gangguan koordinasi dan keseimbangan membuat penderita Alzheimer lebih mudah kehilangan kestabilan tubuh. Kondisi ini meningkatkan risiko terjatuh dan mengalami patah tulang, seperti patah panggul atau pergelangan tangan.
2. Dehidrasi dan malnutrisi
Kesulitan menelan, mudah lupa makan dan minum, serta kehilangan nafsu makan dapat menyebabkan tubuh kekurangan cairan dan nutrisi penting. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menyebabkan tubuh alami dehdirasi dan malnutrisi. efeknya, daya tahan tubuh dapat menurun dan lebih beriisiko terkena infeksi atau penyakit lain.
3. Luka tekan atau dekubitus
Penderita Alzheimer yang sulit bergerak atau terlalu lama berbaring di tempat tidur berisiko mengalami luka pada kulit. Luka ini biasanya muncul pada bagian tubuh yang sering mendapat tekanan, seperti punggung, bokong, atau tumit.
4. Pneumonia aspirasi
Penurunan refleks menelan dapat menyebabkan makanan atau minuman masuk ke saluran pernapasan. Hal ini membuat penderita mudah tersedak dan berisiko mengalami pneumonia aspirasi, yaitu infeksi paru akibat masuknya makanan atau cairan ke paru-paru.
5. Penyakit infeksi
Kemampuan menjaga kebersihan diri yang menurun, ditambah dengan keterbatasan gerak, dapat meningkatkan risiko infeksi. Jenis infeksi yang sering terjadi meliputi infeksi saluran kemih, pneumonia, dan infeksi kulit.
Berbagai komplikasi tersebut dapat menurunkan kualitas hidup penderita Alzheimer dan memperberat kondisi yang sudah ada. Jika Anda merawat anggota keluarga dengan Alzheimer dan mulai melihat tanda-tanda komplikasi di atas, sebaiknya segera Chat Bersama Dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat dan cepat.