Tahap perkembangan gejala penyakit Alzheimer dibagi menjadi tiga, yaitu tahap awal, tahap pertengahan, dan tahap akhir. Pada tahap awal, gejala penyakit Alzheimer umumnya akan sulit dikenali karena kemungkinan penderita akan mengira penurunan daya ingat sebagai hal yang lumrah seiring efek perkembangan usia. Namun ketika gejala memasuki tahap lebih lanjut, dampak yang lebih signifikan akan mulai terlihat pada diri dan perilaku penderita.

Tingkat kecepatan berkembangnya gejala penyakit Alzheimer berbeda-beda pada tiap penderita, tapi umumnya gejala akan berkembang secara perlahan-lahan selama beberapa tahun.

Berikut ini adalah contoh-contoh gejala penyakit Alzheimer di tahap awal yang bisa menjadi tanda peringatan bagi Anda.

  • Lupa dengan nama benda atau tempat.
  • Lupa dengan kejadian-kejadian yang belum lama dialami.
  • Lupa dengan hal-hal yang belum lama dibicarakan dengan orang lain.
  • Kerap tersesat di tempat atau daerah yang seharusnya sudah familiar.
  • Salah menaruh barang (misalnya menaruh piring di dalam lemari baju).
  • Suka lupa cara menggunakan suatu barang.
  • Kesulitan dalam menulis.
  • Sering mengulang pertanyaan yang sama.
  • Kesulitan merangkai kata-kata dalam berkomunikasi.
  • Terlihat kurang berenergi dan tidak antusias.
  • Tampak seperti mengalami depresi.
  • Enggan beradaptasi dengan perubahan.
  • Enggan melakukan hal-hal yang baru.
  • Tidak tertarik lagi terhadap aktivitas yang sebelumnya disukai.
  • Lebih banyak menghabiskan waktu untuk tidur, duduk, atau menonton televisi daripada mengobrol dengan keluarga atau bersosialisasi.
  • Sulit membuat keputusan.
  • Mudah berburuk sangka.

Ketika memasuki tahap pertengahan, tingkat keparahan gejala penyakit Alzheimer yang sudah ada sebelumnya akan meningkat. Biasanya penderita yang sudah memasuki tahap ini perlu diberi perhatian ekstra dan mulai dibantu di dalam aktivitas kesehariannya, misalnya mandi, menggunakan toilet, berpakaian, dan makan. Berikut ini adalah contoh-contoh gejala penyakit Alzheimer pada tahap menengah.

  • Sulit mengingat nama anggota keluarga sendiri atau teman.
  • Disorientasi dan rasa bingung yang meningkat (misalnya penderita tidak tahu di mana dirinya berada).
  • Mengalami masalah dalam berkomunikasi.
  • Perubahan suasana hati yang makin sering terjadi.
  • Gelisah, frustrasi, cemas, dan depresi.
  • Kadang-kadang mengalami gangguan penglihatan.
  • Mengalami gangguan pada pola
  • Perilaku impulsif, repetitif, atau obsesif.
  • Mulai mengalami halusinasi atau delusi.

Setelah gejala melewati fase pertengahan dan masuk ke tahap akhir, penderita penyakit Alzheimer akan membutuhkan pengawasan dan bantuan secara total dari orang lain dalam hari-hari mereka. Tidak hanya penderita yang merasa sangat tertekan, tapi dapat juga dirasakan oleh orang-orang di sekitar mereka juga. Contoh-contoh gejala penyakit Alzheimer pada tahap akhir adalah:

  • Penurunan daya ingat yang sudah makin parah.
  • Tidak mampu berkomunikasi dengan orang lain.
  • Menderita penyakit infeksi.
  • Halusinasi dan delusi yang memburuk, membuat penderita menjadi selalu curiga terhadap orang-orang di sekitarnya, bahkan berlaku kasar juga.
  • Tidak mampu bergerak tanpa dibantu orang lain.
  • Buang air kecil atau besar tanpa disadari.
  • Berat badan turun secara signifikan.
  • Tidak lagi memedulikan kebersihan dirinya sendiri.
  • Tidak mampu makan sendiri.
  • Mengalami kesulitan menelan saat makan.

Segera temui dokter apabila gejala penyakit Alzheimer pada kerabat atau teman Anda meningkat secara signifikan atau jika Anda sendiri khawatir dengan penurunan daya ingat yang dirasakan.