Penyakit Alzheimer terjadi karena kerusakan sel otak yang membuat fungsi otak menurun secara bertahap, terutama daya ingat dan kemampuan berpikir. Penyebab penyakit Alzheimer masih belum diketahui secara pasti.

Namun, para ahli menduga hal ini terkait dengan penumpukan dua protein abnormal di otak, yaitu amiloid dan tau. Protein amiloid menumpuk di antara sel-sel otak, sedangkan protein tau menumpuk di dalam sel. 

Kondisi tersebut mengakibatkan adanya gangguan komunikasi antar sel otak dan membuat sel otak perlahan rusak. Akibatnya, orang yang terkena Alzheimer bisa sulit mengingat, berpikir, atau mengatur emosinya.

Faktor Risiko Penyakit Alzheimer

Meski penyebab penyakit Alzheimer belum sepenuhnya dipahami, ada beberapa faktor yang dapat membuat seseorang lebih berisiko mengalaminya. Faktor-faktor tersebut meliputi:

1. Penuaan

Lansia berusia 65 tahun ke atas memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit Alzheimer. Setelah melewati usia 65, kemungkinan terkena Alzheimer meningkat dua kali lipat setiap 5 tahun pertambahan usia. 

2. Berjenis kelamin perempuan

Perempuan lebih berisiko untuk terkena Alzheimer dibanding pria. Meski perlu penelitian lebih lanjut, sebuah data menyebut bahwa wanita memiliki peluang 20% lebih tinggi untuk terkena Alzheimer ketika usianya telah mencapai 65 tahun. 

3. Riwayat keluarga dengan Alzheimer

Memiliki riwayat keluarga dengan Alzheimer, seperti orang tua, saudara, atau kerabat dekat, meningkatkan kemungkinan Anda terkena penyakit ini. Risiko ini lebih tinggi jika dalam keluarga terdapat gen APOE-e4.

4. Cedera kepala

Cedera kepala di masa lalu, seperti benturan hebat atau kecelakaan, dapat meningkatkan risiko terkena penyakit Alzheimer di kemudian hari.

5. Sindrom Down

Orang dengan  sindrom Down lebih rentan terhadap penyakit Alzheimer. Penyakit ini bisa muncul lebih muda karena perubahan genetik tertentu.

6. Gangguan kognitif ringan

Penurunan kemampuan berpikir atau mengingat yang tidak wajar di usia muda dapat meningkatkan risiko penyakit Alzheimer. Kondisi ini sebaiknya diperhatikan sejak dini

7. Pola hidup tidak sehat

Gaya hidup tidak sehat, seperti merokok, mengonsumsi minum beralkohol secara berlebihan, jarang bergerak, dan pola makan buruk dapat mempercepat kerusakan otak. Efeknya, risiko untuk terkena penyakit Alzheimer pun meningkat.

8. Gangguan tidur

Orang yang menderita gangguan tidur, seperti insomnia dan sleep apnea berisiko lebih tinggi untuk terkena penyakit Alzheimer. Pasalnya, kurang tidur dapat memengaruhi fungsi otak.

9. Hipertensi atau kolesterol tinggi

Tekanan darah tinggi dan kolesterol tidak terkontrol mengurangi aliran darah ke otak. Hal ini membuat sel-sel otak lebih mudah rusak. 

10. Paparan polusi udara

Paparan polusi jangka panjang dapat memicu peradangan otak. Risiko demensia, termasuk penyakit Alzheimer, menjadi lebih tinggi.

Walaupun penyakit ini lebih sering terjadi pada lansia, Alzheimer juga bisa menyerang orang muda, bahkan di usia 30-an. Dampaknya terhadap aktivitas, produktivitas, dan kualitas hidup bisa cukup besar. Karena itu, penting mengenali faktor risiko dan menjaga pola hidup sehat sejak dini.

Jika Anda atau anggota keluarga mengalami penurunan daya ingat, kesulitan berpikir, atau perubahan perilaku yang tidak biasa, segera konsultasikan ke dokter. Anda juga bisa menggunakan layanan Chat Bersama Dokter untuk mendapatkan saran awal mengenai gejala yang dialami, langkah pencegahan, atau langkah pemeriksaan lebih lanjut.

Deteksi dan penanganan dini dapat membantu memperlambat perkembangan penyakit Alzheimer dan menjaga kualitas hidup penderita.