Hingga saat ini penyebab pasti penyakit Alzheimer belum diketahui. Namun para ahli yang melakukan penelitian mengemukakan bahwa di dalam otak penderita terjadi pengendapan protein beta-amyloid dan kekusutan neurofibril yang menghalangi suplai nutrisi antar sel otak. Seiring waktu, beta amyloid yang mengendap dan neurofibril yang kusut akan merusak dan mematikan sel-sel otak sehingga akhirnya membuat ukuran otak menyusut. Saat proses tersebut berjalan, gejala akan tampak pada penderita, yaitu berupa daya ingat berkurang, perubahan suasana hati, dan menurunnya kemampuan bicara. Rusaknya sel-sel otak juga dapat menurunkan kadar neurotransmitter di dalam otak yang berimbas kepada kacaunya koordinasi antarsaraf otak.

Berikut ini sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit Alzheimer.

  • Umur. Penyakit Alzheimer rentan diidap oleh orang-orang yang telah berusia di atas 65 tahun (terlebih lagi bagi mereka yang berusia di atas 80 tahun). Namun dari keseluruhan kasus yang terjadi, lima persen penderita penyakit alzheimer adalah orang-orang yang berusia 40-65 tahun.
  • Berjenis kelamin wanita.
  • Pernah mengalami cedera parah pada bagian
  • Genetik. Menurut penelitian, mereka yang memiliki orang tua atau saudara dengan Alzheimer akan lebih berisiko terkena penyakit yang sama. Kurang dari lima persen kasus penyakit Alzheimer terjadi akibat perubahan atau mutasi genetik yang diturunkan dari generasi sebelumnya.
  • Mengidap sindrom Down. Gangguan genetik yang menyebabkan terjadinya sindrom Down juga dapat menyebabkan penumpukan protein beta-amyloid di otak sehingga memicu terjadinya penyakit Alzheimer.
  • Mengidap gangguan kognitif ringan. Orang-orang dengan kondisi ini biasanya akan memiliki masalah pada daya ingat yang mungkin saja dapat memburuk seiring perkembangan usia.

Selain faktor-faktor di atas, sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena penyakit jantung juga dapat meningkatkan risiko terkena penyakit Alzheimer. Karena itu, harap waspada jika Anda sering terpapar asap rokok, jarang berolahraga, jarang mengonsumsi makanan berserat, menderita kolesterol tinggi, hipertensi, obesitas, dan diabetes tipe-2.