Umumnya, orang-orang yang pikiran dan fisiknya selalu aktif, serta mereka yang suka bersosialisasi, tidak akan mudah terkena penyakit Alzheimer. Oleh karena itu, seseorang yang berisiko terkena Alzheimer dianjurkan melakukan hal-hal menyenangkan yang dapat menstimulasi gerak tubuh dan pikiran.

Banyak cara bisa dilakukan, misalnya dengan bermain musik, melakukan permainan yang dapat menstimulasi otak (misalnya mengisi teka teki silang), menulis, membaca, belajar bahasa asing, mengikuti kegiatan sosial, dan berolahraga. Jalan santai di pagi atau sore hari, berenang, tenis, atau bulu tangkis adalah contoh-contoh olahraga yang dianjurkan.

Penyakit jantung sering dikaitkan dengan risiko penyakit Alzheimer. Jika seseorang berisiko tinggi terkena penyakit jantung, maka dirinya pun lebih rentan terkena penyakit Alzheimer. Karena itu, lakukanlah beberapa langkah pencegahan berikut ini agar jantung tetap sehat dan terhindar dari risiko penyakit Alzheimer.

  • Konsumsi makanan dengan gizi seimbang, serta memiliki kadar lemak dan kolesterol yang rendah. Selain itu, perbanyak konsumsi buah dan sayuran.
  • Berhenti merokok dan batasi konsumsi minuman beralkohol.
  • Jika menderita stroke, diabetes, hipertensi, atau kolesterol tinggi, konsumsi obat resep secara rutin dan jalani anjuran dokter dengan baik.
  • Jika mengalami kelebihan berat badan, turunkan berat badan dengan cara aman.
  • Periksakan tekanan darah, kadar kolesterol, dan gula darah secara rutin, agar gangguan tidak semakin parah.
  • Rutin berolahraga, minimal 2,5 jam dalam seminggu.