Pimacolin adalah obat untuk meringankan gejala flu, seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat, bersin-bersin, yang disertai batuk berdahak. Obat ini tersedia dalam bentuk sirop dan bisa didapat tanpa resep dokter. Namun, penggunaan obat ini tetap tidak boleh sembarangan.

Pimacolin mengandung 4 bahan aktif yang memiliki perannya masing-masing. Paracetamol dalam Pimacolin memiliki efek analgetik-antipiretik yang bisa meredakan sakit kepala dan menurunkan demam. Sementara itu, pseudoephedrine mampu mengempiskan pembuluh darah yang bengkak sehingga dapat melegakan hidung tersumbat.

Pimacolin

Tidak hanya itu, chlorpheniramine pada Pimacolin juga bisa menekan produksi senyawa penyebab bersin-bersin maupun pilek saat flu. Di sisi lain, guaifenesin yang tergolong sebagai ekspektoran juga berfungsi mengencerkan dahak agar mudah dikeluarkan saat batuk.

Pimacolin memiliki rasa milk atau susu yang biasanya lebih disukai oleh anak-anak. Selain varian ini, Pimacolin juga memiliki varian lain yang dikenal dengan Pimacolin Plus. Perbedaannya, Pimacolin Plus juga mengandung bahan tambahan, yaitu ammonium, serta siropnya memiliki rasa yang berbeda, yaitu rasa apel.

Beli Pimacolin di Aloshop

Apa Itu Pimacolin

Bahan aktif Guaifenesin 50 mg, paracetamol 125 mg, chlorpheniramine maleate 1,5 mg, dan pseudoephedrine HCl 7,5 mg
Golongan  Obat bebas terbatas
Kategori  Obat flu kombinasi dekongestan (pseudoephedrine), antihistamin (chlorpeniramine), analgetik-antipiretik (paracetamol), dan ekspektoran (guaifenesin)
Manfaat Meredakan gejala flu yang disertai batuk berdahak
Digunakan oleh Dewasa dan anak-anak
Pimacolin untuk ibu hamil Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping guaifenesin dan pseudoephedrine terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil.
Obat ini hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.
Ibu hamil sebaiknya tidak minum obat yang mengandung pseudoephedrine pada trimester pertama karena hal ini dapat meningkatkan risiko terjadinya kelainan kongenital pada bayi.
Pimacolin untuk ibu menyusui Pseudoephedrine dan chlorpheniramine pada Pimacolin bisa menurunkan produksi ASI. Hindari penggunaan obat flu berisi dua bahan tersebut jika ASI tidak lancar atau bayi Anda baru lahir dan belum bisa menyusu dengan benar.
Konsultasikan dengan dokter mengenai pilihan obat yang lebih aman untuk keluhan Anda.
Bentuk obat Sirop

Peringatan sebelum Menggunakan Pimacolin

Penggunaan Pimacolin harus hati-hati. Sebelum menggunakan obat ini, baik untuk diri sendiri atau pun diberikan kepada anak, Anda perlu memperhatikan hal-hal berikut:

  • Jangan mengonsumsi Pimacolin bila memiliki alergi terhadap bahan yang terkandung dalam obat flu ini. Jika ragu, berkonsultasilah ke dokter sebelum menggunakan Pimacolin.
  • Hindari penggunaan Pimacolin tanpa persetujuan dokter jika memiliki hipertensi maupun stroke, atau kondisi lain yang bisa menyebabkan penyakit tersebut, misalnya berat badan berlebih atau usia lanjut.  
  • Diskusikan dengan dokter sebelum menggunakan Pimacolin jika sedang mengalami penyakit liver, defisiensi G6PD, penyakit ginjal, anemia hemolitik, penyakit tiroid, obstruksi usus, epilepsi, pheochromocytoma, glaukoma, tukak lambung, atau keluhan sulit berkemih, misalnya karena pembesaran prostat
  • Konsultasikan dengan dokter mengenai penggunaan Pimacolin ke dokter jika sedang menderita penyakit jantung atau baru-baru ini mengalami serangan jantung.
  • Biacarakan dengan dokter sebelum menggunakan Pimacolin jika sedang menderita asma, emfisema, bronkitis kronis, batuk dengan dahak yang sangat banyak, atau batuk perokok.
  • Mintalah saran dokter mengenai penggunaan Pimacolin jika Anda mengonsumsi minuman beralkohol setiap hari atau menderita kecanduan alkohol.
  • Sampaikan kepada dokter sebelum menggunakan Pimacolin Sirup jika sedang menderita diabetes. Obat flu dalam bentuk cair biasanya mengandung gula yang perlu dibatasi penggunaannya pada kondisi tersebut.
  • Informasikan terlebih dahulu kepada dokter terkait penggunaan Pimacolin jika Anda sedang hamil atau sedang menyusui.
  • Bicarakan dengan dokter perihal penggunaan Pimacolin jika sedang menjalani terapi dengan obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi interaksi obat.
  • Beri tahu dokter bahwa Anda sedang mengonsumsi Pimacolin jika direncanakan untuk menjalani pemeriksaan medis atau operasi apa pun.
  • Jangan langsung mengemudi atau melakukan aktivitas lain yang memerlukan kewaspadaan setelah minum Pimacolin. Kandungan obat ini bisa menyebabkan kantuk. Pastikan kondisi Anda sudah benar-benar prima sebelum melakukan kegiatan tersebut.
  • Segera ke dokter jika timbul reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah minum Pimacolin.

Dosis dan Aturan Pakai Pimacolin

Secara umum, berikut ini adalah dosis Pimacolin untuk mengatasi flu dan batuk berdahak:

  • Dewasa: 3 sendok takar (15 ml), 3–4 kali sehari.
  • Anak usia 6–12 tahun:  2 sendok takar (15 ml), 3–4 kali sehari.
  • Anak usia 2–6 tahun: 1 sendok takar (5 ml), 3 kali sehari.

Cara Menggunakan Pimacolin dengan Benar

Gunakan Pimacolin sesuai petunjuk yang tertera pada kemasan obat, atau ikuti anjuran dokter. Jangan menambah atau mengurangi dosis yang dianjurkan tanpa konsultasi lebih dulu dengan dokter. 

Agar tetap aman, berikut ini adalah panduan penggunaan Pimacolin yang bisa Anda ikuti:

  • Pimacolin dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.
  • Kocok botol Pimacolin sebelum obat digunakan.
  • Gunakanlah alat takar yang disertakan dalam kemasan agar dosisnya akurat.
  • Jika Anda lupa mengonsumsi Pimacolin atau memberikannya kepada anak, segera minum obat ini begitu teringat. Namun, bila jadwal konsumsi berikutnya sudah dekat, abaikan dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis selanjutnya.
  • Hentikan konsumsi Pimacolin jika keluhan flu dan batuk sudah membaik. Obat ini sebaiknya hanya digunakan jika ada gejala.
  • Segera hubungi dokter jika keluhan flu dan batuk tidak membaik setelah 3 hari mengonsumsi Pimacolin. Konsultasi online dengan dokter dapat menjadi pilihan untuk memperoleh penanganan lanjutan dengan cepat.
  • Simpan Pimacolin di tempat bersuhu ruangan, kering, dan terhindar dari sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
  • Jangan mengonsumsi Pimacolin yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa.

Interaksi Pimacolin dengan Obat Lain

Berdasarkan kandungannya, Pimacolin dapat menimbulkan efek interaksi jika digunakan bersama dengan obat lain, seperti:

  • Penurunan efektivitas paracetamol jika digunakan dengan cholestyramine
  • Peningkatan risiko terjadinya efek samping pada liver jika digunakan dengan isoniazid atau phenobarbital
  • Penurunan efektivitas lamotrigine dalam mencegah kejang
  • Peningkatan risiko terjadinya efek samping chloramphenicol atau busulfan
  • Peningkatan tekanan darah jika pseudoephedrine digunakan dengan antidepresan trisiklik atau dekongestan lain
  • Penurunan efek antihipertensi dari metildopa, penghambat beta, seperti bisoprolol; dan penghambat alfa, seperti terazosin dan prazosin
  • Peningkatan efek kantuk dan risiko terjadinya efek samping yang berbahaya jika digunakan dengan obat antinyeri golongan opioid, obat tidur, obat penenang, atau obat antipsikotik
  • Peningkatan kadar phenytoin di dalam darah sehingga meningkatkan risiko terjadinya overdosis phenytoin

Agar tidak terjadi efek interaksi obat, konsultasikan ke dokter terlebih dahulu jika hendak menggunakan Pimacolin bersama obat, suplemen, atau produk herbal apa pun.

Efek Samping dan Bahaya Pimacolin

Karena Pimacolin mengandung paracetamol, guaifenesin, pseudoephedrine, dan chlorpheniramine maleate, efek samping yang dapat timbul akibat konsumsi obat ini adalah:

  • Kantuk
  • Mual atau muntah
  • Sembelit atau malah diare
  • Sakit perut
  • Sakit kepala
  • Mulut kering

Hentikan penggunaan Pimacolin jika timbul pusing, tremor, susah tidur, atau jantung berdebar. Lakukan konsultasi online melalui Chat Bersama Dokter jika efek samping tersebut tidak membaik bahkan setelah pemakaian obat dihentikan. Dokter akan memberikan pengobatan untuk mengatasi efek samping.

Meski jarang terjadi, kandungan obat dalam Pimacolin juga bisa menyebabkan efek samping serius, seperti:

  • Tidak bisa berkemih
  • Perubahan mental, seperti linglung
  • Gangguan irama jantung, yang ditandai dengan denyut jantung terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak beraturan
  • Pusing berat seperti akan pingsan
  • Gejala hipertensi berat, seperti sakit kepala yang parah, telinga berdenging, penglihatan buram, nyeri dada, dan sesak napas
  • Memar yang terus membesar atau perdarahan yang tidak kunjung berhenti

Segera temui dokter jika timbul efek samping yang berat setelah menggunakan Pimacolin. Untuk memudahkan, Anda bisa membuat janji temu dengan dokter melalui ALODOKTER.

Carilah pertolongan medis ke IGD rumah sakit terdekat jika penggunaan Pimacolin menimbulkan reaksi alergi obat. Gejala alergi obat antara lain biduran, bengkak di kelopak mata atau bibir, mengi, atau sesak napas.