Sistem pernapasan terdiri dari berbagai bagian yang saling bekerja sama untuk memastikan pertukaran oksigen dan karbon dioksida berjalan dengan baik. Organ dalam sistem pernapasan yang menjalankan proses ini adalah paru-paru.

Di dalam paru-paru terdapat jutaan alveolus (kantong udara). Jika terdapat infeksi dan peradangan pada paru-paru, alveolus tidak bisa menjalankan fungsi pertukaran oksigen dan karbon dioksida dengan baik. Akibatnya, akan muncul keluhan berupa sesak napas.

Pneumonia adalah salah satu jenis penyakit pada paru-paru yang dapat mengganggu fungsi dan kerja organ ini. Pneumonia dapat menyerang satu atau beberapa bagian paru.

Gejala yang timbul saat seseorang mengalami pneumonia sangat bervariasi. Hal ini sangat tergantung pada penyebab, tingkat keparahan penyakit, serta usia dan kondisi kesehatan penderita secara umum. Gejala tersebut dapat berkembang secara tiba-tiba atau perlahan selama 24–48 jam.

Variasi gejala pneumonia bisa mulai dari gejala yang ringan, seperti flu, hingga gejala yang sedang atau berat, seperti:

  • Demam
  • Batuk kering, batuk berdahak kental berwarna kuning dan hijau, atau batuk berdarah
  • Sesak napas
  • Berkeringat
  • Menggigil
  • Nyeri dada ketika menarik napas atau batuk
  • Mualatau muntah
  • Diare
  • Selera makan menurun
  • Lemas
  • Detak jantung meningkat

Pneumonia bisa menyerang siapa saja. Meski begitu, lansia di atas 65 tahun dan anak-anak usia kurang dari 2 tahun lebih rentan terkena pneumonia yang berat.

Pada lansia, pneumonia belum tentu menimbulkan gejala demam, malah sering kali menyebabkan penurunan suhu tubuh hingga <37°C. Penderita pneumonia berusia lanjut juga bisa mengalami penurunan kesadaran yang gejalanya tampak seperti bingung atau kurang waspada.

Sedangkan pneumonia pada bayi dan anak-anak, selain keluhan dan gejala di atas, bisa menimbulkan gejala berupa lemas, rewel, napas yang cepat (takipnea), napas berbunyi atau mendengkur, sulit bernapas, adanya tarikan (retraksi) otot-otot leher, dada, dan perut disertai usaha yang berat untuk bernapas, serta terkadang bibir dan ujung-ujung jarinya membiru (sianosis).

Kapan Harus ke Dokter

Lakukan pemeriksaan ke dokter jika muncul gejala yang telah disebutkan di atas. Anda juga perlu melakukan pemeriksaan ke dokter jika mengalami batuk yang tidak kunjung sembuh.

Segera ke dokter jika timbul gejala yang lebih serius, seperti:

  • Demam tinggi
  • Sulit bernapas atau sesak napas
  • Bibir dan ujung jari berwarna kebiruan
  • Batuk berdarah
  • Kulit tampak pucat, serta timbul bercak dan ruam
  • Tampak linglung atau sangat mengantuk
  • Pingsan  

Penderita pneumonia perlu menjalani pengobatan sesuai anjuran dokter dan kontrol secara rutin sampai dinyatakan sembuh.

Selain itu, lakukan kontrol rutin ke dokter jika Anda memiliki penyakit atau kondisi medis lainnya yang dapat meningkatkan risiko terjadinya pneumonia, seperti memiliki sistem imun yang lemah atau menderita penyakit paru.