Puting sakit saat menyusui sering kali menjadi keluhan yang mengganggu kenyamanan dan rasa percaya diri ibu dalam memberikan ASI kepada buah hati. Keluhan ini memang umum terjadi. Meski begitu, memahami apa penyebab puting sakit saat menyusui, cara menanganinya, serta langkah pencegahan sangat penting agar proses menyusui Si Kecil tetap berjalan lancar.

Puting sakit saat menyusui adalah hal yang cukup sering dialami dan menjadi kekhawatiran banyak ibu. Kondisi ini sering kali disertai dengan keluhan lain, seperti puting tampak merah, bengkak, kulit mengelupas, atau berdarah.

Puting Sakit Saat Menyusui, Ini Penyebab, Cara Mengatasi, dan Cara Mencegahnya - Alodokter

Meski tidak selalu berbahaya, nyeri pada puting dapat mengganggu proses pemberian ASI jika tidak segera diatasi dengan cara yang tepat. Oleh karena itu, segera konsultasikan ke dokter jika gejala memburuk atau tidak membaik setelah perawatan mandiri.

Penyebab Puting Sakit Saat Menyusui

Puting sakit saat menyusui dapat dipicu oleh berbagai faktor, baik yang berkaitan dengan teknik menyusui maupun kondisi medis tertentu. Berikut beberapa faktor yang dapat menyebabkannya:

1. Posisi dan pelekatan yang kurang tepat

Salah satu penyebab paling umum puting sakit saat menyusui adalah teknik menyusui yang kurang benar. Misalnya, jika mulut bayi hanya menempel pada ujung puting dan tidak menutupi sebagian besar areola, hisapan akan langsung mengenai puting dan membuatnya mudah lecet atau luka. Akibatnya, puting pun akan terasa sakit. Hal ini sering terjadi pada minggu-minggu awal menyusui saat ibu dan bayi masih beradaptasi. 

Selain pelekatan yang salah, posisi menyusui yang kurang nyaman juga dapat membuat bayi sulit mengisap ASI dengan efektif, sehingga resiko puting terluka dan terasa sakit lebih tinggi.

2. Luka atau lecet pada puting

Puting yang mengalami gesekan terus-menerus, terutama akibat pelekatan yang salah, bisa menjadi lecet hingga terluka dan menyebabkan puting sakit saat menyusui. Luka ini biasanya berupa kulit yang mengelupas, pecah-pecah, bahkan terkadang berdarah. 

Tak hanya itu, munculnya luka pada puting juga dapat dipicu oleh kebiasaan bayi yang suka mengisap atau menarik puting terlalu lama, terutama saat sedang rewel atau ingin tidur. Pada ibu yang baru mulai menyusui, lecet sering dianggap wajar, tetapi luka yang dibiarkan tanpa perbaikan teknik menyusui akan memperparah rasa sakit.

3. Infeksi jamur

Infeksi jamur pada puting (kandidiasis) terjadi ketika adanya pertumbuhan jamur Candida berlebih di area puting dan areola. Kondisi ini biasanya ditandai dengan puting sakit saat menyusui yang terasa tajam, serta muncul sensasi terbakar atau gatal di puting. Selain itu, puting dan areola juga terkadang tampak kemerahan atau mengilap, dan mungkin muncul bercak putih di mulut bayi. 

Infeksi ini mudah menular antara ibu dan bayi. Kondisi ini bisanya disebabkan oleh beberapa faktor, seperti penggunaan antibiotik, luka pada puting, kelembapan berlebih pada payudara, atau kebersihan mulut bayi yang kurang terjaga.

4. Mastitis

Mastitis adalah peradangan pada jaringan payudara, biasanya akibat infeksi bakteri. Kondisi ini biasanya hanya terjadi pada salah satu payudara dan ditandai dengan gejala puting sakit saat menyusui, serta payudara bengkak dan tampak kemerahan.

Selain membuat payudara terasa sakit, bengkak, dan kemerahan, mastitis juga terkadang menyebabkan demam, menggigil, badan terasa lemas, dan keluarnya nanah dari puting.

5. Penggunaan pompa asi yang tidak tepat

Menggunakan pompa ASI dengan hisapan terlalu kuat atau corong pompa yang tidak sesuai ukuran dapat menyebabkan puting tertarik, lecet, dan akhirnya terasa sakit. 

Selain itu, puting sakit saat menyusui juga bisa terjadi karena kebiasaan memompa ASI terlalu sering tanpa jeda atau membersihkan alat pompa yang tidak benar karena bisa menambah risiko iritasi dan infeksi pada puting. 

6. Eksim atau dermatitis pada puting

Penyebab puting sakit saat menyusui selanjutnya adalah eksim (dermatitis atopik), yaitu peradangan kulit di area puting dan areola. Kondisi ini biasanya ditandai dengan kulit kering, bersisik, kemerahan, terasa gatal, bahkan pecah-pecah. 

Eksim dapat dipicu oleh alergi, paparan deterjen atau sabun yang keras, serta kelembapan berlebih di sekitar payudara. Jika eksim atau dermatitis tidak segera diobati, nyeri saat menyusui akan makin berat dan bisa berisiko infeksi sekunder.

7. Kanker payudara 

Meski tergolong jarang, kanker payudara juga bisa menjadi penyebab puting sakit saat menyusui. Rasa nyeri ini biasanya menetap dan tidak membaik dengan perawatan mandiri di rumah.

Selain nyeri, kondisi ini juga biasanya ditandai dengan munculnya benjolan tidak biasa di payudara, perubahan warna atau tekstur pada kulit payudara, atau keluarnya cairan yang tidak normal dari puting, misal darah atau cairan kuning kental. Jika puting sakit disertai salah satu keluhan ini, segera konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Risiko Komplikasi Jika Puting Sakit Saat Menyusui Tidak Diobati

Jika puting sakit saat menyusui dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, risiko komplikasi bisa meningkat, seperti:

  • Luka makin dalam dan sulit sembuh
  • Infeksi berlanjut, misalnya abses payudara
  • Mastitis kronis akibat luka terbuka yang menjadi jalan masuk kuman
  • ASI berkurang karena ibu merasa nyeri saat menyusui
  • Penurunan motivasi menyusui yang bisa menyebabkan produksi ASI berhenti lebih awal

Meski begitu, Bunda nggak perlu khawatir karena dengan penanganan cepat, risiko terjadinya berbagai komplikasi tersebut bisa dicegah dan proses menyusui pun tetap berjalan lancar.

Cara Mengatasi Puting Sakit Saat Menyusui

Untuk mengurangi dan mencegah keluhan puting sakit saat menyusui tidak makin parah, Bunda bisa mencoba beberapa langkah berikut ini:

  • Pastikan mulut bayi terbuka lebar dan menutupi sebagian besar areola, bukan hanya mengisap puting.
  • Bersihkan puting secara rutin dengan air hangat, baik sebelum dan sesudah menyusui.
  • Hindari sering menutup puting dengan kain atau breastpad jika tidak diperlukan.
  • Oleskan salep lanolin atau krim yang aman khusus ibu menyusui untuk membantu proses penyembuhan.
  • Tempelkan kompres dingin pada area puting yang nyeri atau bengkak untuk mengurangi ketidaknyamanan.
  • Hindari menggunakan bra yang ketat atau kasar agar tidak memperparah iritasi pada puting.
  • Bila nyeri pada puting terasa sangat hebat, beri jeda sejenak sebelum melanjutkan menyusui.

Pada kasus puting sakit saat menyusui yang disebabkan oleh kanker payudara, penanganan yang biasanya lebih direkomendasikan oleh dokter untuk mengatasinya adalah operasi, seperti lumpektomi dan mastektomi. Pasalnya, prosedur ini lebih aman untuk bayi sehingga ibu dapat melanjutkan menyusui Si Kecil dari payudara yang tidak dioperasi.

Cara Mencegah Puting Sakit Saat Menyusui

Agar proses menyusui tetap nyaman dan keluhan puting sakit saat menyusui tidak kambuh kembali, upayakan langkah-langkah pencegahan berikut:

  • Pelajari dan biasakan posisi menyusui yang benar sejak awal.
  • Jaga kebersihan payudara dan tangan sebelum menyusui.
  • Gunakan pelindung puting jika puting Bunda rawan lecet.
  • Segera lepaskan mulut bayi begitu selesai menyusu.
  • Ganti bra secara rutin dan pilih bra yang terbuat dari bahan yang nyaman serta menyerap keringat.
  • Segera tangani luka sekecil apapun pada puting agar tidak berkembang menjadi infeksi.
  • Perhatikan petunjuk penggunaan pompa ASI dan pilih corong dengan ukuran yang pas agar puting tetap nyaman.
  • Lakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) secara rutin untuk deteksi dini kelainan pada payudara, termasuk kanker payudara.

Meski umum terjadi pada ibu menyusui, puting sakit saat menyusui tentu sangat mengganggu kenyamanan Bunda. Oleh karena itu, lakukanlah cara mencegah puting sakit saat menyusui di atas agar keluhan ini tidak terjadi pada Bunda. Namun, jika keluhan sudah terlanjur terjadi segera lakukan cara mengatasi puting sakit saat menyusui di atas.

Namun, jika keluhan puting sakit saat menyusui tidak kunjung membaik atau disertai dengan beberapa gejala seperti:

  • Nyeri hebat yang menetap meskipun teknik menyusui sudah diperbaiki
  • Luka pada puting makin parah, berdarah, atau bernanah
  • Demam tinggi, tubuh lemas, atau muncul tanda-tanda infeksi berat
  • Ada benjolan atau perubahan bentuk pada payudara
  • Bayi tampak tidak mendapatkan cukup ASI atau menolak menyusu

Segera periksakan diri ke dokter, baik dengan mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat atau melalui fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER. Dengan begitu, dokter dapat memeriksa apa yang menyebabkan puting sakit saat menyusui dan memberikan penanganan yang tepat.