Refacold adalah obat untuk mengatasi berbagai gejala flu, seperti demam, batuk, hidung tersumbat, dan bersin. Obat ini tersedia dalam bentuk sirop dan termasuk golongan obat bebas terbatas yang bisa diperoleh tanpa resep dokter.

Sebagai obat flu dan batuk, Refacold mengandung beberapa bahan aktif. Dalam setiap 5 ml sirop, terkandung 120 mg paracetamol, 50 mg guaifenesin, 5 mg dextromethorphan, serta 1 mg chlorpheniramine maleate.

Refacold

Masing-masing kandungan Refacold bekerja dengan cara berbeda untuk meredakan gejala flu. Paracetamol berfungsi menurunkan demam sekaligus meredakan nyeri, chlorpheniramine mengurangi bersin dan hidung meler, guaifenesin berperan mengencerkan dahak agar lebih mudah dikeluarkan, sedangkan dextromethorphan menekan batuk.

Kombinasi keempat bahan aktif tersebut membuat Refacold efektif dalam meredakan berbagai keluhan flu, seperti batuk, pilek, dan demam.

Apa Itu Refacold

Bahan aktif Paracetamol, guaifenesin, dextromethorphan HBr, dan chlorpheniramine maleate
Golongan  Obat bebas terbatas
Kategori  Kombinasi analgetik-antipiretik (paracetamol), antihistamin (chlorpheniramine), ekspektoran (guaifenesin), dan antitusif (dextromethorphan HBr)
Manfaat Mengatasi gejala flu, seperti demam, batuk, dan pilek
Digunakan oleh Dewasa dan anak-anak ≥6 tahun
Refacold untuk ibu hamil  Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping guaifenesin, chlorpheniramine, dan dextromethorphan terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil.
Obat ini hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.
Refacold untuk ibu menyusui Refacold tidak boleh digunakan oleh ibu menyusui, kecuali atas petunjuk dokter
Bentuk obat Sirop

Peringatan sebelum Menggunakan Refacold

Meski mudah dibeli secara bebas, Refacold tidak boleh diberikan sembarangan. Beberapa hal berikut penting untuk diperhatikan sebelum menggunakan obat ini:

  • Beri tahu dokter riwayat alergi yang Anda miliki. Obat ini tidak boleh digunakan jika Anda memiliki alergi terhadap kandungan bahan aktif di dalamnya, seperti paracetamol dan dextromethorphan HBr.
  • Sampaikan kepada dokter jika Anda memiliki riwayat penyakit tertentu, seperti penyakit liver, penyakit ginjal, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, gagal jantung, epilepsi, glaukoma, asma, emfisema, bronkitis kronis, diabetes, sakit maag, tukak lambung, varises esofagus, obstruksi usus, riwayat kolostomi atau ileostomi.
  • Hindari penggunaan Refacold bersamaan dengan obat golongan MAOI, seperti isocarboxazid atau phenelzine, dalam 14 hari terakhir.
  • Informasikan kepada dokter mengenai semua obat yang sedang digunakan, termasuk suplemen dan produk herbal, untuk mencegah interaksi obat.
  • Segera ke dokter jika muncul reaksi alergi obat atau efek samping yang serius setelah menggunakan Refacold.

Dosis dan Aturan Pakai Refacold

Untuk meredakan gejala flu, Anda dapat menggunakan serta memberikan obat ini kepada anak berdasarkan dosis umum penggunaannya berikut ini:

  • Dewasa: 4 sendok takar (20 ml), 3 kali sehari.
  • Anak usia 6–12 tahun: 2 sendok takar (10 ml), 3 kali sehari.

Untuk anak-anak yang berusia di bawah 2 tahun, dosis penggunaan harus berdasarkan resep dari dokter.

Cara Menggunakan Refacold dengan Benar

Gunakan Refacold sesuai dengan petunjuk yang tertera pada label kemasan atau ikuti anjuran dokter. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Berikut ini adalah cara menggunakan Refacold dengan benar:

  • Refacold dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.
  • Kocoklah botol kemasan sebelum digunakan. Gunakanlah alat takar yang disertakan dalam kemasan agar dosisnya tepat.
  • Jika lupa menggunakan Refacold, minum obat ini begitu teringat. Namun, bila jadwal konsumsi obat berikutnya sudah dekat, abaikan dan jangan menggandakan dosis berikutnya. 
  • Hentikan penggunaan Refacold jika keluhan flu dan batuk sudah membaik.
  • Dukung proses pemulihan dengan mengonsumsi makanan bergizi, mencukupi kebutuhan cairan, dan beristirahat yang cukup agar daya tahan tubuh optimal dalam melawan infeksi 
  • Simpan Refacold di tempat yang kering dan sejuk. Jangan menyimpannya di tempat yang lembap atau panas. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
  • Hubungi dokter jika gejala flu belum membaik sama sekali dalam waktu 3 hari menggunakan Refacold. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter secara langsung maupun melalui chat online.
  • Jangan mengonsumsi Refacold yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa. Refacold tidak boleh digunakan jika sudah lebih dari 14 hari setelah kemasan dibuka. 

Interaksi Refacold dengan Obat Lain

Ada beberapa interaksi obat yang dapat terjadi jika Refacold digunakan bersama dengan obat lain, yaitu:

  • Peningkatan risiko terjadinya kerusakan hati jika digunakan dengan isoniazid
  • Peningkatan efek kantuk jika digunakan dengan obat antinyeri golongan opioid, obat barbiturat, obat tidur, atau obat antipsikotik
  • Peningkatan risiko terjadinya efek samping dari dextromethorphan jika digunakan dengan amiodarone atau haloperidol
  • Peningkatan risiko terjadinya sindrom serotonin jika digunakan bersama antidepresan golongan selective serotonin reuptake inhibitors (SSRI) atau trisiklik

Agar tetap aman, konsultasikan ke dokter jika Anda hendak mengonsumsi Refacold bersama obat, suplemen, atau produk herbal apa pun.

Efek Samping dan Bahaya Refacold

Seperti obat pada umumnya, Refacold dapat menyebabkan efek samping. Beberapa efek samping ringan yang mungkin terjadi meliputi:

  • Sakit kepala
  • Mual atau muntah
  • Sulit tidur (insomnia)
  • Nyeri lambung ringan
  • Ruam kulit ringan

Segera ke dokter jika Anda mengalami reaksi alergi atau efek samping yang lebih serius, seperti:

  • Nyeri di perut bagian kanan atas
  • Memar atau perdarahan yang tidak biasa
  • Urine berwarna gelap
  • Feses berwarna pucat seperti tanah liat
  • Kulit atau bagian putih mata menguning
  • Batuk berdarah atau muntah yang tampak seperti bubuk kopi
  • Nyeri dada, sesak napas, atau bunyi napas mengi

Jika keluhan flu tidak membaik setelah beberapa hari penggunaan Refacold, atau muncul efek samping yang mengkhawatirkan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter, baik melalui Chat Bersama Dokter atau buat janji konsultasi langsung, untuk mendapatkan penanganan yang tepat.