Sakit perut dan dehidrasi kerap muncul bersamaan, terutama setelah diare atau muntah berulang. Kondisi ini tidak hanya membuat tubuh terasa lemas, tapi juga bisa membahayakan kesehatan bila dibiarkan tanpa penanganan. 

Saat mengalami sakit perut dan dehidrasi, tubuh bisa kehilangan banyak cairan, terutama jika disertai diare atau muntah berulang. Umumnya, kondisi ini sering terjadi akibat konsumsi makanan yang kurang higienis atau infeksi saluran cerna yang mudah menular, terutama saat musim hujan.

Sakit Perut dan Dehidrasi, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya - Alodokter

Jika kekurangan cairan tidak segera diatasi, Anda dapat mengalami tanda dehidrasi, seperti haus berlebihan, mulut kering, lemas, hingga jarang buang air kecil. Dengan mengenali faktor pemicu keluhan serta memahami cara penanganannya, Anda dapat terhindari dari risiko komplikasi dan segera mengambil langkah pencegahan yang tepat.

Penyebab Sakit Perut dan Dehidrasi yang Umum Terjadi

Berikut ini adalah beberapa penyebab sakit perut dan dehidrasi yang perlu diketahui:

1. Infeksi saluran cerna

Infeksi pada saluran pencernaan merupakan penyebab paling umum sakit perut dan dehidrasi. Kondisi ini sering disebabkan oleh bakteri, virus, atau parasit yang masuk ke tubuh melalui makanan dan minuman yang tidak bersih. 

Contohnya, seseorang yang mengonsumsi air mentah atau jajanan pinggir jalan tanpa mencuci tangan terlebih dahulu dapat terinfeksi bakteri, seperti E. coli atau virus rotavirus. Infeksi ini biasanya menyebabkan diare dan muntah, sehingga cairan tubuh cepat hilang.

2. Keracunan makanan

Keracunan makanan terjadi ketika seseorang mengonsumsi makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi bakteri, seperti Salmonella atau Campylobacter. Makanan yang sering menjadi sumber keracunan, antara lain telur mentah, ayam setengah matang, atau makanan yang sudah lama disimpan tanpa pendingin. 

Setelah mengonsumsi makanan tersebut, gejala seperti mual, muntah, dan sakit perut dapat muncul. Jika muntah atau diare berlangsung terus-menerus, tubuh berisiko mengalami dehidrasi.

3. Alergi makanan atau intoleransi laktosa

Beberapa orang mengalami sakit perut dan dehidrasi akibat reaksi alergi terhadap makanan tertentu, misalnya seafood, kacang-kacangan, atau telur. Selain itu, intoleransi laktosa juga sangat sering terjadi, terutama pada orang dewasa di Asia, termasuk Indonesia. 

Saat seseorang mengonsumsi susu atau produk olahan susu, tubuh tidak mampu mencerna laktosa sehingga timbul diare, perut kembung, dan cairan tubuh ikut terbuang.

4. Konsumsi makanan pedas atau berlemak

Makanan yang sangat pedas atau berminyak dapat mengiritasi dinding lambung dan usus, menyebabkan sakit perut, mulas, dan bahkan diare. Contohnya, setelah makan sambal dalam jumlah berlebihan atau gorengan berminyak, banyak orang mengalami perut melilit dan buang air besar cair. 

Jika kondisi ini sering berulang, tubuh rentan mengalami dehidrasi.

5. Sindrom iritasi usus (IBS)

Sindrom iritasi usus (IBS) adalah gangguan fungsi usus yang menyebabkan perut kembung, kram, sering buang air besar, atau malah sembelit. Umumnya, kondisi ini dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari stres, pola makan tidak teratur, atau konsumsi makanan tertentu. 

Pada beberapa kasus, IBS bisa menyebabkan diare berulang meskipun tanpa infeksi, sehingga tubuh berisiko mengalami dehidrasi ringan karena cairan sering terbuang melalui feses.

Cara Mengatasi Sakit Perut dan Dehidrasi

Penanganan sakit perut dan dehidrasi dilakukan untuk meredakan keluhan dan mencegah komplikasi menjadi lebih serius. Sebagai langkah awal, Anda bisa coba terapkan beberapa perawatan sederhana di rumah berikut ini:

  • Minum air putih yang cukup atau setidaknya 8 gelas per hari agar kebutuhan cairan di tubuh terpenuhi.
  • Imbangi dengan minum cairan elektrolit sebagai pengganti cairan yang hilang setelah diare atau muntah.
  • Konsumsi makanan yang mudah dicerna, seperti bubur, pisang, roti tawar, atau sup bening, hingga gejala membaik.
  • Hindari makanan pedas, berlemak, dan tinggi gula karena dapat membuat saluran cerna semakin teriritasi.
  • Istirahat yang cukup, setidaknya tidur 7 jam per hari.
  • Konsumsi obat sesuai anjuran dokter, obat antidiare, antinyeri, atau larutan rehidrasi oral sesuai petunjuk medis, jika diperlukan.

Jika Anda mengalami sakit perut dan dehidrasi, penting untuk mengenali tanda-tandanya sejak awal dan melakukan langkah penanganan yang tepat. Jangan biarkan dehidrasi membuat kondisi Anda semakin lemah. 

Penanganan yang cepat akan membantu pemulihan lebih optimal. Anda bisa berkonsultasi ke dokter di mana saja dan kapan saja serta cepat dan praktis melalui Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER untuk menentukan langkah penanganan yang sesuai dengan kondisi.

Namun, jika muncul gejala, seperti muntah terus-menerus, kesulitan minum, sedikit buang air kecil, badan terasa lemas, atau penurunan kesadaran, segera ke IGD di rumah sakit terdekat, ya.