Sebagian penderita sepsis dapat pulih dengan penanganan yang cepat dan tepat di rumah sakit. Namun, sepsis tidak boleh dianggap sebagai kondisi ringan karena dapat berkembang dengan cepat dan menimbulkan berbagai komplikasi serius. 

Jika tidak segera ditangani, sepsis berisiko menyebabkan gangguan organ hingga mengancam nyawa.

Komplikasi Sepsis yang Perlu Diwaspadai

Sepsis terjadi ketika respons tubuh terhadap infeksi menjadi tidak terkendali dan memicu peradangan luas. Kondisi ini dapat mengganggu aliran darah, merusak jaringan, serta memengaruhi fungsi organ penting. Berikut ini beberapa komplikasi sepsis yang dapat terjadi:

1. Kematian jaringan (gangrene)

Sepsis dapat menyebabkan gangguan aliran darah akibat penyumbatan pada pembuluh darah kecil, misalnya di jari tangan atau kaki. Jika jaringan tidak mendapatkan suplai oksigen dan nutrisi yang cukup, sel-sel di area tersebut bisa mati dan terbentuk gangrene. 

Gangrene tergolong serius dan pada beberapa kasus mungkin memerlukan tindakan operasi hingga amputasi untuk mencegah penyebaran kerusakan.

2. Kerusakan organ permanen

Peradangan berat dan gangguan sirkulasi akibat sepsis dapat menyebabkan kerusakan pada berbagai organ, seperti paru-paru, hati, ginjal, otak, maupun jantung. Bila berlangsung lama atau tidak tertangani dengan baik, kerusakan ini bisa bersifat permanen dan menurunkan kualitas hidup penderitanya.

3. Peningkatan risiko infeksi berulang

Seseorang yang pernah mengalami sepsis dan berhasil sembuh tetap memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami infeksi di kemudian hari. Hal ini dapat terjadi karena kondisi kesehatan yang mendasari atau gangguan respons imun setelah sepsis.

4. Syok sepsis (septic shock)

Sepsis yang makin memburuk dapat berkembang menjadi syok sepsis, yaitu kondisi ketika tekanan darah turun drastis akibat gangguan sirkulasi yang berat. Syok sepsis ditandai dengan demam tinggi disertai menggigil atau justru suhu tubuh sangat rendah (hipotermia), denyut jantung cepat, sesak napas, serta kulit terasa dingin dan pucat. Kondisi ini memerlukan penanganan segera karena berisiko menyebabkan kematian.

Selain komplikasi di atas, sepsis juga dapat menimbulkan gangguan pembekuan darah, penurunan tekanan darah yang menetap, hingga kegagalan fungsi organ. Oleh karena itu, deteksi dan penanganan sepsis secara dini sangat penting untuk mencegah terjadinya komplikasi yang lebih berat.

Itulah berbagai komplikasi sepsis yang perlu diwaspadai. Penanganan infeksi secara cepat dan tepat dapat membantu menurunkan risiko komplikasi serta meningkatkan peluang pemulihan. 

Apabila orang terdekat Anda mengalami tanda-tanda infeksi berat yang mengarah ke sepsis, seperti demam tinggi, napas cepat, denyut jantung meningkat, atau penurunan kesadaran, segera periksakan ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.