Sepsis merupakan kondisi mengancam jiwa yang dipicu oleh infeksi. Jenis infeksi yang biasanya menyebabkan  adalah pneumonia, infeksi pada lapisan perut sebelah dalam atau peritonitis, penyakit usus buntu, infeksi saluran kemih, infeksi setelah operasi, meningitis, infeksi pada tulang, dan infeksi pada jantung.

Saat mengatasi infeksi, sistem kekebalan tubuh kita akan membatasi lokasi penyebaran infeksi dan memproduksi sel darah putih untuk memberantas mikroorganisme penyebab penyakit. Proses ini biasanya akan menyebabkan inflamasi pada bagian yang terinfeksi untuk mencegah penyebaran dan mengatasi infeksi.

Infeksi yang sangat parah atau sistem kekebalan tubuh yang lemah akan menyebabkan infeksi menyebar ke bagian-bagian lain tubuh. Penyebaran itu akan mengakibatkan sistem kekebalan tubuh lepas kendali dan memicu peradangan di seluruh tubuh. Inilah yang terjadi saat seseorang mengalami sepsis.

Inflamasi yang berlebihan akan menghambat aliran darah dan merusak jaringan sel-sel organ. Dengan aliran darah yang terhambat, tekanan darah pun menurun secara drastis.

Proses-proses tersebut akan mengurangi suplai oksigen ke organ-organ vital seperti ginjal dan otak sehingga dapat mengakibatkan kerusakan permanen. Apabila terjadi penggumpalan darah pada organ atau bagian tubuh (misalnya jari tangan atau kakidan bahkan kematian.

Faktor-faktor Risiko Sepsis

Sepsis dapat terjadi pada semua orang dan segala usia yang mengalami infeksi. Tetapi ada beberapa kelompok orang yang memiliki risiko lebih tinggi, yaitu:

  • Bayi, anak-anak, dan manula.
  • Pengidap penyakit jangka panjang, misalnya gagal ginjal dan diabetes.
  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti pengidap kanker yang menjalani kemoterapi atau pengidap HIV.
  • Ibu hamil.
  • Pengidap penyakit parah yang sering dirawat di rumah sakit.
  • Orang yang memiliki luka, misalnya atau luka bekas operasi.
  • Orang yang menggunakan alat-alat medis, misalnya kateter atau alat bantu pernapasan.