Sepsis disebabkan oleh respons sistem kekebalan tubuh yang tidak terkendali terhadap infeksi. Ketika terjadi infeksi, sistem kekebalan tubuh akan melepaskan zat kimia ke aliran darah untuk melawan penyebab infeksi. Reaksi ini akan menimbulkan peradangan di tempat yang mengalami infeksi. Sedangkan pada sepsis, zat kimia dilepaskan secara tidak terkendali sehingga memicu peradangan di seluruh tubuh.

Sepsis dapat timbul akibat infeksi bakteri, virus, atau jamur di bagian tubuh manapun. Tetapi, infeksi yang paling sering memicu sepsis adalah:

  • Paru-paru basah (pneumonia)
  • Infeksi saluran kemih
  • Infeksi pada saluran pencernaan
  • Infeksi bakteri di aliran darah (bakteremia)

Faktor Risiko Sepsis

Sepsis dapat terjadi pada semua orang. Akan tetapi, ada beberapa faktor yang membuat seorang penderita infeksi lebih mudah mengalami sepsis, yaitu:

  • Usia terlalu tua (>75 tahun), atau terlalu muda (<1 tahun).
  • Memiliki luka bakar luas.
  • Kecanduan alk
  • Menderita diabetes.
  • Sedang menggunakan alat bantu medis tertentu, seperti kateter urine atau selang napas.
  • Menderita penyakit parah dan sedang dirawat di instalasi rawat intensif (ICU).
  • Menjalani pengobatan yang dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, seperti kemoterapi atau kortikosteroid.
  • Menderita penyakit yang melemahkan sistem kekebalan tubuh, seperti AIDS atau kanker.
  • Sedang hamil.