Diagnosis sepsis bertujuan untuk memastikan adanya respons peradangan berat akibat infeksi yang dapat mengganggu fungsi organ tubuh. Dengan diagnosis yang cepat dan tepat, penanganan dapat segera diberikan untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.

Dokter akan terlebih dulu menanyakan gejala yang dialami pasien, seperti demam atau suhu tubuh yang justru menurun, detak jantung cepat, napas cepat, kebingungan, atau penurunan kesadaran. Dokter juga akan menggali riwayat infeksi sebelumnya, riwayat penyakit kronis, serta penggunaan obat-obatan tertentu.

Pemeriksaan untuk Diagnosis Sepsis

Berikut ini adalah rangkaian pemeriksaan yang biasanya dilakukan dokter untuk mendiagnosis sepsis:

Tanya jawab

Dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan kepada pasien atau keluarga pasien, meliputi:

  • Gejala yang dirasakan, seperti demam, menggigil, lemas berat, sesak napas, atau penurunan kesadaran
  • Waktu mulai munculnya gejala dan perkembangannya
  • Riwayat infeksi sebelumnya, misalnya infeksi paru, saluran kemih, atau luka yang terinfeksi
  • Riwayat penyakit kronis, seperti diabetes, penyakit ginjal, atau gangguan sistem imun
  • Riwayat rawat inap atau tindakan medis tertentu dalam waktu dekat

Pemeriksaan fisik

Setelah tanya jawab, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menilai tanda vital pasien, seperti:

  • Mengukur suhu tubuh
  • Menghitung denyut jantung
  • Mengukur laju pernapasan
  • Mengukur tekanan darah
  • Menilai tingkat kesadaran

Dokter juga akan memeriksa kondisi kulit, warna bibir dan kuku, serta tanda-tanda infeksi pada bagian tubuh tertentu.

Pemeriksaan penunjang

Untuk memastikan diagnosis sepsis, dokter akan melakukan tes darah, yang tujuannya untuk:

Selanjutnya, untuk menentukan lokasi dan penyebab infeksi, dokter akan melakukan pemeriksaan berikut:

  • Tes urine dan tinja, untuk mendeteksi bakteri di dalam urine atau tinja
  • Pemeriksaan dahak, untuk mendeteksi infeksi di saluran pernapasan
  • Kultur darah, untuk memeriksa adanya bakteri di dalam darah
  • Pemindaian dengan foto Rontgen, USG, atau CT scan, untuk memeriksa penumpukan cairan di paru-paru atau sumber infeksi lain di dalam tubuh
  • Biopsi, untuk mengambil dan meneliti sampel jaringan kulit yang diduga terinfeksi menggunakan mikroskop

Pada beberapa kasus, dokter juga dapat menggunakan sistem penilaian tertentu untuk menilai tingkat keparahan sepsis dan risiko terjadinya kegagalan organ.

Diagnosis sepsis perlu ditegakkan secepat mungkin karena kondisi ini dapat berkembang dengan cepat dan membahayakan nyawa. Jika Anda atau orang terdekat mengalami gejala yang mengarah ke sepsis, segera periksakan diri ke dokter atau ke unit gawat darurat agar mendapatkan penanganan yang tepat.