Dokter terlebih dulu akan menanyakan gejala yang dialami pasien. Kemudian, dokter akan mengukur suhu tubuh, denyut jantung, dan laju pernapasan pasien. Tes darah juga akan dilakukan untuk melihat kemungkinan infeksi dalam darah, mengevaluasi fungsi hati dan ginjal, mengukur kadar elektrolit, mengukur kadar oksigen dalam tubuh, serta melihat waktu pembekuan darah.

Untuk menentukan lokasi dan penyebab infeksi, dokter dapat melakukan pemeriksaan berikut:

  • Pemeriksaan urine dan tinja.
  • Pemeriksaan dahak.
  • Pencitraan, seperti foto Rontgen, USG, CT scan, serta MRI.
  • Biopsi, yaitu pengambilan sampel jaringan untuk diperiksa di bawah mikroskop.

Pengobatan

Sepsis dapat berkembang dengan cepat dan menyebabkan kerusakan organ, bahkan kematian. Oleh karena itu, pengobatan harus dilakukan dengan segera. Berikut ini merupakan tujuan dan cara yang dilakukan untuk menangani sepsis:

  • Mencegah dehidrasi dan gagal ginjal akut. Dokter akan memberikan infus cairan dan memantau jumlah urine. Oleh karena itu, pasien akan dipasangkan kateter urine agar dapat dipantau jumlah urinenya. Pada kasus sepsis yang sudah merusak fungsi ginjal, dokter akan menyarankan untuk cuci darah.
  • Menjaga tekanan darah tetap normal. Selain untuk mencegah dehidrasi dan gagal ginjal, infus cairan juga berfungsi untuk mempertahankan tekanan darah tetap normal. Bila tekanan darah masih rendah, dokter akan memberikan obat untuk meningkatkan tekanan darah, seperti norepinephrine, dopamin, atau dobutamin.
  • Menjaga aliran oksigen. Pada pasien yang sudah mengalami gangguan pernapasan, aliran oksigen akan terganggu. Sehingga perlu dipasang alat bantu napas.
  • Mempertahankan kadar gula darah normal. Pada pasien dengan gula darah tinggi, suntik insulin juga akan diberikan.

Obat-obatan lainnya, seperti kortikosteroid, obat pereda nyeri, atau obat penenang, akan diberikan sesuai kondisi pasien.

Selain itu, infeksi yang menyebabkan sepsis juga harus ditangani. Dokter akan memberikan obat antibiotik, antivirus, maupun antijamur, tergantung dari penyebab infeksi. Pada sejumlah kasus, dokter akan melakukan operasi untuk menyingkirkan sumber infeksi, seperti abses (kumpulan nanah) dan gangrene (jaringan yang mati akibat infeksi parah atau kurangnya suplai darah).