Sepsis termasuk kondisi yang sulit dideteksi karena gejala-gejalanya cenderung mirip dengan penyakit lain. Namun, diagnosa sepsis biasanya bisa ditegakkan apabila pasien mengalami setidaknya 2 dari 3  gejala utama sepsis.

Untuk mencari infeksi penyebab sepsis dan memonitor organ tubuh, serangkaian pemeriksaan perlu dilakukan. Jenis-jenis pemeriksaan tersebut meliputi:

  • Tes darah, misalnya untuk mengonfirmasi infeksi dalam darah, mengevaluasi fungsi hati
  • Pemeriksaan tekanan darah.
  • Pemeriksaan sampel urin dan tinja.
  • Pemeriksaan cairan dari sistem pernapasan, misalnya dahak atau air liur.
  • Biopsi luka jika ada, yaitu pengambilan sampel jaringan atau cairan dari luka.
  • Rontgen, USG, CT scan, atau MRI scan.

Setelah terbukti mengidap sepsis, pengobatan akan dimulai secepatnya. Langkah pengobatan sepsis tergantung pada:

  • Lokasi dan penyebab infeksi.
  • Organ yang mengalami infeksi.
  • Tingkat kerusakan yang terjadi.

Makin cepat ditangani, kemungkinan pengidap untuk selamat dan sembuh juga makin tinggi. Kasus sepsis yang parah dan syok septik harus menjalani penanganan darurat di rumah sakit. Perawatan ini dibutuhkan guna mendukung organ-organ vital pasien selama infeksi berlangsung, misalnya untuk menstabilkan pernapasan dan fungsi jantung pengidap.

Langkah utama dalam menangani sepsis adalah antibiotik. Durasi penggunaan antibiotik yang dibutuhkan pun berbeda-beda dan tergantung pada kondisi pengidap dan tingkat keparahan sepsis.

Sepsis yang terdeteksi cukup awal dan belum menyebar umumnya bisa ditangani dengan tablet antibiotik tanpa harus mengidap di rumah sakit. Sedangkan infus antibiotik perlu diberikan secepatnya untuk menurunkan risiko komplikasi dan kematian pada pengidap sepsis yang parah serta syok septik.

Pengidap sepsis juga akan membutuhkan beberapa penanganan suportif untuk menangani gejala-gejala sepsis. Langkah-langkah tersebut meliputi:

  • Obat untuk meningkatkan tekanan darah. Obat ini akan mendorong otot-otot yang terkait untuk memompa darah ke seluruh tubuh dan mengencangkan pembuluh darah.
  • Pemberian oksigen. Jika kadar oksigen dalam darah pengidap terhitung rendah, dokter akan memberikan suplai oksigen melalui selang atau bahkan alat bantu pernapasan.
  • Infus untuk menggantikan cairan tubuh. Infus biasanya akan diberikan selama 1-2 hari pertama guna mencegah terjadinya dehidrasi dan menjaga fungsi ginjal. Dokter juga akan terus memantau kondisi ginjal dengan memeriksa volume urine.
  • Penanganan sumber infeksi, misalnya menguras nanah dari abses atau mengobati luka yang mengalami infeksi.

Pendeteksian dini untuk sepsis sangatlah penting agar pengidap dapat segera menjalani penanganan yang cepat dan tepat. Pengobatan yang dilakukan sejak dini dapat menurunkan risiko kerusakan jangka panjang pada organ-organ tubuh serta kematian. Jangan menunda untuk ke rumah sakit jika Anda atau keluarga Anda mengalami infeksi yang tidak membaik.