Pencegahan sepsis penting dilakukan karena kondisi ini dapat berkembang dengan cepat dan membahayakan nyawa. Meski sepsis tidak selalu bisa dihindari, risiko terjadinya kondisi ini dapat diturunkan dengan mencegah infeksi serta menangani infeksi secara tepat sejak dini.

Secara umum, pencegahan sepsis dilakukan melalui dua langkah utama, yaitu mencegah terjadinya infeksi dan mencegah infeksi berkembang menjadi sepsis.

Berbagai Cara Pencegahan Sepsis

Upaya pencegahan sepsis berfokus pada pengendalian sumber infeksi dan peningkatan kewaspadaan terhadap tanda-tanda perburukan. Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat Anda lakukan:

Menghindari penularan kuman penyebab infeksi

Sebagian besar kasus sepsis berawal dari infeksi bakteri, meski infeksi virus, jamur, atau parasit juga dapat memicunya. Oleh karena itu, mencegah penularan kuman menjadi langkah penting dalam pencegahan sepsis.

Penularan kuman dapat dicegah dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti:

  • Rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, terutama sebelum menyiapkan makanan, sebelum makan, setelah dari toilet, serta setelah merawat orang sakit
  • Menggunakan hand sanitizer berbahan dasar alkohol jika tidak tersedia air dan sabun
  • Menjaga kebersihan lingkungan rumah dan tempat kerja agar tidak menjadi sumber infeksi
  • Menjalani vaksinasi sesuai jadwal, terutama bagi bayi, lansia, ibu hamil, serta orang dengan daya tahan tubuh lemah atau penyakit kronis
  • Meningkatkan daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi lengkap dan seimbang, cukup minum air putih, serta beristirahat yang cukup

Mencegah infeksi berkembang menjadi sepsis

Selain mencegah infeksi, penting juga untuk memastikan bahwa infeksi yang sudah terjadi tidak berkembang menjadi sepsis. Risiko ini lebih tinggi pada bayi, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit kronis, seperti diabetes, penyakit ginjal, atau gangguan sistem kekebalan tubuh.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan adalah:

  • Mengobati infeksi sesuai anjuran dokter, termasuk dengan menghabiskan antibiotik bila diresepkan
  • Merawat luka dengan baik, yaitu membersihkan luka, menutupnya dengan perban steril, serta mengganti perban secara teratur
  • Menjaga kebersihan dan penggunaan peralatan medis, terutama pada pasien yang menggunakan kateter, infus, atau alat bantu napas
  • Meningkatkan pengawasan pada kelompok berisiko tinggi agar tanda infeksi berat dapat segera dikenali
  • Mendeteksi tanda dan gejala yang mengarah pada sepsis sejak dini, seperti demam tinggi atau suhu tubuh sangat rendah, detak jantung cepat, napas cepat, penurunan kesadaran, atau tubuh terasa sangat lemah

Dengan menerapkan langkah-langkah pencegahan sepsis secara konsisten, risiko terjadinya infeksi berat dapat ditekan dan komplikasi serius dapat dihindari.

Jika Anda atau orang terdekat Anda mengalami infeksi yang tidak membaik, disertai gejala yang mengarah pada sepsis, segera konsultasikan melalui Chat Bersama Dokter untuk mendapatkan saran medis yang tepat, atau periksakan diri langsung ke fasilitas kesehatan terdekat bila gejala tergolong berat.