Merasa insecure ketika melakukan suatu hal itu normal, kok. Namun, insecure yang berlebihan dan dibiarkan berlama-lama bisa menghambat potensi dirimu. Oleh karena itu, kondisi ini tidak boleh dibiarkan begitu saja dan harus segera diatasi.

Insecure adalah istilah untuk menggambarkan perasaan tidak aman yang membuat seseorang merasa gelisah, takut, malu, hingga tidak percaya diri. Ada banyak hal yang dapat menyebabkan seseorang menjadi insecure, mulai yang berasal dari luar atau dari dalam diri sendiri.

Sering Merasa Insecure? Ini Cara Mengatasinya - Alodokter

Contoh penyebab perasaan insecure yang berasal dari luar adalah perlakuan dipandang sebelah mata oleh orang lain atau perlakuan overprotective dari orang tua dan pasangan, sementara contoh penyebab yang dari dalam adalah perasaan kesepian dan sifat terlalu perfeksionis.

Cara Tepat Mengatasi Rasa Insecure

Rasa insecure bisa membuat seseorang tidak mampu untuk mengembangkan potensi yang ada pada dirinya secara maksimal. Hal ini tentu bisa menghambat aktivitas sehari-hari. Bahkan, orang yang terus merasa insecure bisa kehilangan pekerjaannya.

Perasaan tidak aman ini juga bisa membuat seseorang mengalami gangguan kesehatan mental, seperti kecemasan, depresi, gangguan makan, dan kelelahan kronis. Dalam hubungan dengan pasangan, rasa insecure yang berlarut-larut akan membuat hubungan menjadi lebih hambar dan penuh kecemburuan.

Jika kamu memiliki rasa insecure yang berlebihan, yuk, terapkan cara berikut ini agar terhindar dari dampak buruk akibat kebiasaan ini:

1. Berusaha untuk tetap berpikir positif

Hidup ibarat roda yang berputar untuk setiap orang. Di satu waktu, terkadang seseorang bisa berada di atas dan adakalanya ia akan berada di bawah. Namun, setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam menyikapi persoalan yang terjadi pada hidupnya.

Ada orang yang ketika menghadapi masalah selalu menyalahkan diri terus-menerus hingga menjadi stres. Namun, ada pula yang terlihat santai karena bisa memikirkan sisi positif dari masalah yang terjadi. Hal ini tergantung pada pola pikir masing-masing orang dan bagaimana mereka memandang suatu masalah.

Nah, cobalah untuk terus berpikir positif tentang apa pun yang terjadi dalam hidupmu, ya. Dengan begitu, kamu bisa menyelamatkan diri dari perasaan-perasaan negatif, seperti rasa khawatir, rasa bersalah, dan rasa takut, yang bisa menguras energi.

Sebagai contoh, jika temanmu membatalkan acara secara tiba-tiba tanpa alasan yang jelas, hindari rasa kecewa yang bisa membuat pikiranmu dipenuhi oleh prasangka buruk mengenai temanmu atau bahkan dirimu sendiri. Lihatlah sisi baiknya, misalnya kamu jadi memiliki waktu luang untuk me time.

2. Berhenti menyalahkan diri sendiri

Melawan pikiran negatif memang tidak mudah. Namun, jika tidak dipaksakan, kamu akan terus dihantui rasa cemas, bahkan sampai menyalahkan diri sendiri. Ingatlah bahwa kamu bukan satu-satunya orang yang pernah melakukan kesalahan. Semua orang pasti pernah berbuat salah.

Jadi, jika kamu masih berpikir seperti, “Aku selalu membuat kekecauan di mana pun,” ubah pikiran tersebut menjadi lebih realistis seperti, “Terdakang aku membuat kesalahan, tetapi aku selalu belajar dari kesalahan itu.”

3. Jangan membandingkan diri dengan orang lain

Membandingkan diri dengan orang lain bukan cara yang tepat untuk mengoreksi diri. Justru hal ini akan membuatmu menjadi rendah diri dan insecure. Nah, di tengah maraknya penggunaan media sosial seperti saat ini, kita bisa melihat banyak sekali hal yang terjadi pada hidup orang lain.

Entah bagaimana, sering kali apa yang kita lihat di media sosial nampak sangat indah. Rasanya sulit bukan untuk tidak membandingkannya dengan apa yang kita punya? Oleh karena itu, cobalah kurangi penggunaan media sosial agar kamu tidak fokus dengan kehidupan orang lain dan tidak membanding-bandingkan diri.

Selain itu, biasakan untuk selalu bersyukur dengan segala yang kamu miliki agar perilaku dan pikiranmu menjadi lebih positif. Percayalah bahwa setiap orang memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing.

4. Hindari orang-orang yang membuatmu insecure

Teman atau pasangan toxic kerap melontarkan komentar negatif yang tidak membangun. Meskipun alasannya “untuk kebaikanmu sendiri”, alih-alih membuat semangat, komentar tersebut bisa membuatmu menjadi insecure.

Mulai saat ini, hindari orang-orang yang memiliki perilaku tersebut, ya. Temukan lingkungan pertemanan yang dapat mendukungmu serta memberikan respons positif dan membangun.

5. Lakukan hal yang membuatmu bahagia

Cobalah untuk lebih fokus pada hal-hal yang dapat membuatmu bahagia dan melupakan rasa insecure. Kamu bisa memanjakan diri dengan perawatan spa, masker wajah, dan menghirup uap aromaterapi.

Kamu juga dapat melakukan olahraga yang bisa membuatmu menjadi rileks, seperti yoga. Selain itu, melakukan kegiatan positif yang membangun, seperti mempelajari skill baru dan membantu orang lain yang kesusahan, juga dapat membantumu merasa bahwa dirimu dan semua yang kamu miliki sekarang sudahlah cukup apa adanya.

Jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan tubuh dengan berolahraga teratur dan mengonsumsi makanan bernutrisi. Kedua cara ini juga dapat memperbaiki mood-mu, dan tentunya membuat kondisi fisik serta penampilanmu lebih baik sehingga kamu bisa lebih percaya diri.

Meski tergolong normal, perasaan insecure tidak boleh dianggap sepele dan dibiarkan begitu saja, ya. Hal ini karena rasa insecure bisa berdampak buruk bagi kehidupan sosial serta kesehatan mentalmu.

Jika memiliki perasaan insecure, cobalah terapkan tips-tips di atas. Namun, bila rasa insecure tersebut tidak kunjung hilang, sebaiknya konsultasikan ke psikolog agar kamu bisa mendapatkan saran serta bimbingan yang tepat untuk menghadapi perasaan ini.