Stanalin DS suspensi adalah obat pereda nyeri untuk anak-anak. Stanalin DS suspensi dapat digunakan untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang, seperti pada sakit kepala, sakit gigi, nyeri keseleo, atau nyeri pascaoperasi.
Stanalin DS mengandung 50 mg asam mefenamat per 5 ml suspensi. Obat ini bekerja dengan cara menghambat pembentukan zat kimia dalam tubuh yang menimbulkan peradangan. Hasilnya, gejala nyeri dan bengkak akibat peradangan bisa mereda. Obat ini dapat meredakan nyeri dalam 30–60 menit setelah dikonsumsi.

Produk asam mefenamat sediaan sirop, seperti Stanalin DS suspensi, umumnya diperuntukkan untuk anak usia di bawah 12 tahun. Penggunaan pada remaja usia ≥12 tahun atau dewasa sebaiknya menggunakan bentuk kaplet, kecuali atas pertimbangan khusus dari dokter.
Apa Itu Stanalin DS Suspensi
| Bahan aktif | Asam mefenamat |
| Golongan | Obat resep |
| Kategori | Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) |
| Manfaat | Meredakan nyeri skala ringan hingga sedang |
| Meringankan gejala radang sendi | |
| Digunakan oleh | Dewasa dan remaja usia ≥6 bulan |
| Stanalin DS suspensi untuk ibu hamil | Usia kehamilan <20 minggu |
| Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping asam mefenamat terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil. | |
| Obat ini hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin. | |
| Usia kehamilan ≥20 minggu | |
| Kategori D: Ada bukti bahwa asam mefenamat berisiko terhadap janin manusia. Namun, obat dalam kategori ini masih mungkin digunakan ketika manfaat yang diperoleh lebih besar daripada risikonya, misalnya untuk mengatasi situasi yang mengancam nyawa. | |
| Stanalin DS suspensi untuk ibu menyusui | Obat nyeri berbahan aktif asam mefenamat, seperti Stanalin DS suspensi, tidak dianjurkan untuk ibu menyusui yang bayinya lahir prematur atau usianya belum mencapai 1 bulan. |
| Tanyakan kepada dokter mengenai pilihan obat lain yang lebih aman digunakan selama masa menyusui. | |
| Bentuk obat | Suspensi |
Peringatan sebelum Menggunakan Stanalin DS Suspensi
Sebelum memberikan Stanalin DS suspensi kepada anak, pastikan Anda memperhatikan hal-hal berikut:
- Beri tahu dokter tentang riwayat alergi anak. Stanalin DS suspensi tidak boleh digunakan oleh orang yang alergi terhadap asam mefenamat.
- Jangan memberikan Stanalin DS suspensi jika anak pernah mengalami serangan asma atau reaksi alergi yang berat setelah menggunakan aspirin atau obat lain dari yang termasuk NSAID, seperti ibuprofen.
- Informasikan kepada dokter jika anak sedang mengalami tukak lambung, gagal ginjal, ulkus duodenum, gagal hati, perdarahan saluran cerna, atau radang usus, seperti kolitis ulseratif. Obat nyeri berbahan aktif asam mefenamat tidak digunakan pada kondisi tersebut.
- Informasikan kepada dokter jika anak memiliki penyakit jantung atau faktor risikonya, seperti hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi. Beri tahu juga jika anak belum lama ini mengalami serangan jantung.
- Beri tahu dokter jika anak sedang atau pernah mengalami heartburn berulang, penyakit ginjal, penyakit liver, polip hidung, penyakit paru-paru, edema, lupus, porfiria, epilepsi, atau gangguan pembekuan darah, termasuk hemofilia.
- Sampaikan kepada dokter jika anak berencana atau baru-baru ini menjalani operasi bypass jantung. Stanalin DS suspensi tidak boleh digunakan dalam kondisi tersebut karena dapat meningkatkan risiko timbulnya serangan jantung dan stroke.
- Beri tahu dokter jika anak sedang menjalani terapi dengan obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi terjadinya interaksi antarobat.
- Segera bawa anak ke dokter jika ia mengalami reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah mengonsumsi Stanalin DS suspensi.
Dosis dan Aturan Pakai Stanalin DS Suspensi
Stanalin DS suspensi dapat digunakan sebagai obat penghilang nyeri dan obat radang sendi. Berikut adalah rekomendasi dosis Stanalin DS suspensi berdasarkan bahan aktifnya:
- Anak usia >6 tahun sampai dengan <2 tahun: 50 mg (5 ml), 1–3 kali sehari.
- Anak usia 2 sampai <5 tahun: 100 mg (10 ml), 1–3 kali sehari.
- Anak usia 5 sampai <9 tahun: 150 mg (15 ml), 1–3 kali sehari.
- Anak usia 9 sampai <12 tahun: 200 mg (20 ml), 1–3 kali sehari.
Cara Menggunakan Stanalin DS Suspensi dengan Benar
Pemberian Stanalin DS suspensi kepada anak harus sesuai dengan anjuran dokter dan petunjuk yang tertera pada kemasannya. Jangan mengubah dosis yang dianjurkan tanpa sepengetahuan dokter.
Berikut panduan penggunaan Stanalin DS suspensi:
- Stanalin DS suspensi dikonsumsi bersama makanan atau segera setelah makan guna mengurangi risiko timbulnya sakit maag.
- Gunakan alat takar yang disertakan dalam kemasan agar dosisnya akurat.
- Jika Anda lupa memberikan Stanalin DS suspensi kepada anak, berikan obat ini begitu teringat. Namun, bila jadwal konsumsi berikutnya sudah dekat, lanjutkan pemberian obat ini sesuai jadwal tanpa menambah jumlah obat.
- Stanalin DS suspensi untuk mengatasi nyeri akut, seperti sakit gigi hanya dikonsumsi ketika ada keluhan. Stop pemberian obat ini jika nyeri sudah hilang.
- Hubungi dokter jika nyeri belum mereda setelah 7 hari pemberian Stanalin DS suspensi. Obat ini tidak boleh digunakan lebih dari 7 hari, kecuali atas anjuran dokter.
- Lakukan kontrol sesuai jadwal yang diberikan dokter agar kondisi dan respons terapi dapat terpantau, terutama jika diresepkan Stanalin DS suspensi untuk mengatasi nyeri kronis. Anak mungkin akan diminta untuk menjalani tes darah lengkap secara berkala.
- Simpan Stanalin DS suspensi di tempat bersuhu ruangan dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
- Jangan konsumsi Stanalin DS suspensi yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa.
Interaksi Stanalin DS Suspensi dengan Obat Lain
Asam mefenamat dalam Stanalin DS suspensi dapat berinteraksi dengan obat lain dan menimbulkan efek berikut:
- Peningkatan risiko terjadinya perdarahan pada saluran pencernaan jika digunakan bersama obat lain dari kelompok antidepresan jenis SSRI, NSAID, kortikosteroid, atau antikoagulan
- Peningkatan risiko terjadinya efek samping dari asam mefenamat jika digunakan bersama probenecid
- Peningkatan risiko terjadinya kelainan darah jika digunakan bersama zidovudine
- Peningkatan risiko terjadinya gangguan ginjal jika digunakan bersama tacrolimus atau ciclosporin
- Peningkatan risiko timbulnya hipoglikemia jika digunakan bersama obat antidiabetes oral (minum)
- Peningkatan risiko terjadinya efek samping dari digoxin, lithium, atau methotrexate
- Penurunan efektivitas obat antihipertensi, termasuk golongan ARB, diuretik, dan ACE inhibitor
Konsultasi dengan dokter diperlukan jika anak akan menggunakan Stanalin DS suspensi bersamaan dengan obat lain guna menghindari interaksi obat.
Efek Samping dan Bahaya Stanalin DS Suspensi
Mengingat Stanalin DS suspensi mengandung asam mefenamat, efek samping yang dapat terjadi akibat konsumsi obat ini adalah:
- Mual atau muntah
- Heartburn
- Perut kembung
- Nyeri lambung
- Pusing
- Kantuk
- Diare atau malah sembelit
Melalui layanan Chat Bersama Dokter, Anda dapat berkonsultasi dengan mudah jika anak mengalami efek samping yang mengganggu setelah menggunakan obat ini. Dokter akan memberikan saran dan penanganan sesuai dengan kondisi anak.
Segera bawa anak ke dokter jika ia mengalami keluhan serius berikut setelah menggunakan Stanalin DS suspensi:
- BAB berdarah, tinja hitam seperti aspal, muntah darah, atau muntah hitam seperti ampas kopi
- pembengkakan di tungkai atau kaki (edema)
- Buang air kecil lebih jarang dari biasanya, urine yang keluar makin sedikit atau tidak keluar sama sekali
- Urine keruh atau gelap, tinja pucat seperti dempul, kulit dan bagian putih mata berwarna kekuningan (penyakit kuning)
- Sering memar tanpa sebab yang jelas, atau perdarahan dari luka atau bagian tubuh manapun yang sulit berhenti
- Ruam yang gatal, bengkak di bibir dan kelopak mata, mengi, dan sesak napas
Dengan fitur Booking Dokter di aplikasi ALODOKTER, Anda bisa langsung membuat janji temu berdasarkan lokasi, jadwal, dan ulasan dari pengguna lain.