Ibu hamil muda dianggap berada dalam kondisi rawan karena berbagai perubahan yang terjadi pada tubuhnya. Pada trimester pertama kehamilan, ada banyak pantangan ibu hamil muda yang sebaiknya tidak diabaikan demi menjaga kesehatan ibu dan janin.

Kehamilan adalah hal yang personal bagi tiap ibu, sehingga apa yang menjadi pantangan ibu hamil muda sebenarnya dapat berbeda-beda tergantung pada tubuh masing-masing. Meski begitu, setidaknya seorang ibu harus memiliki panduan mengenai hal-hal apa saja yang sebaiknya tidak dilakukan di masa kehamilan, terutama di trimester pertama.Teknik Dasar Merawat Kehamilan: Pantangan Ibu Hamil Muda - Alodokter

 

Merokok dan Mengonsumsi Minuman Beralkohol

Merokok bukan hanya menjadi pantangan ibu hamil muda, tapi pada wanita kondisi apa pun. Risiko bayi lahir prematur, keguguran, hambatan pertumbuhan janin, terlahir cacat, dan gangguan plasenta, akan meningkat pada wanita perokok. Meski tidak merokok, sebaiknya hindari diri dari paparan asap rokok, dengan kata lain, hindari menjadi perokok pasif. Asap rokok yang terhirup ibu hamil meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat badan di bawah normal.

Selain itu, tiga bulan pertama masa hamil adalah periode rawan bagi seorang ibu hamil terkait dengan minuman yang dikonsumsi. Hindari minuman keras karena dapat meningkatkan risiko keguguran pada ibu hamil. Ibu hamil yang mengonsumsi minuman beralkohol juga berisiko tinggi melahirkan bayi dengan penyakit bawaan atau cacat lahir.

Mengonsumsi Makanan dan Minuman Berkafein

Dua cangkir kopi instan atau setara dengan 200 mg kafein per hari merupakan batas maksimal yang dapat dikonsumsi oleh seorang ibu hamil. Namun, bila Anda meminum jenis brewed coffee, hanya diperbolehkan secangkir dalam sehari. Selain kopi, waspadai juga kandungan kafein di dalam cokelat, minuman berenergi, minuman soda, dan teh.

Dua cangkir kopi instan atau setara dengan 200 mg kafein per hari merupakan batas maksimal yang dapat dikonsumsi oleh seorang ibu hamil. Namun, bila Anda meminum jenis brewed coffee, hanya diperbolehkan secangkir dalam sehari. Selain kopi, waspadai juga kandungan kafein di dalam cokelat, minuman berenergi, minuman soda, dan teh. Konsumsi kafein berlebihan pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan.

Mengonsumsi Sembarang Obat

Obat bebas yang biasa dikonsumsi saat tidak hamil dapat menjadi berbahaya jika dikonsumsi saat hamil. Periksakan obat yang akan dikonsumsi agar tidak membahayakan janin.

Jika Anda memiliki sebuah penyakit dan rutin mengonsumsi obat resep dokter sebelum hamil, konsultasikan pada dokter mengenai keamanan obat tersebut bila terus dikonsumsi saat hamil.

Mengonsumsi Makanan dalam Porsi Besar dengan Terburu-buru

Naiknya kadar estrogen dan progesteron di dalam tubuh, membuat ibu hamil muda lebih sensitif terhadap bau-bauan tertentu, seperti aroma parfum, asap rokok, ataupun bau masakan. Aroma-aroma ini sering menjadi penyebab ibu hamil untuk merasa mual dan muntah, terutama di awal kehamilan.

Penyebab lain bisa berasal dari hormon kehamilan yang mengendurkan katup antara kerongkongan dan lambung, sehingga dapat menyebabkan asam lambung naik dan memicu nyeri ulu hati. Oleh karena itu, makan terburu-buru menjadi salah satu pantangan ibu hamil. Sebaliknya, ibu hamil muda dapat mengonsumsi makanannya dalam porsi lebih kecil, tetapi lakukan lebih sering. Selain itu, mengonsumsi minuman bersoda, buah atau jus jeruk, gorengan, dan makanan pedas, juga menjadi pantangan ibu hamil muda. Mengonsumsi teh jahe dapat membantu sebagian wanita dalam mengatasi mual saat hamil, namun diskusikan pada dokter sebelum mengonsumsinya.

Bertahan Mengenakan Bra Biasa

Perubahan hormon setelah kehamilan turut menyebabkan perubahan pada tubuh ibu hamil, termasuk payudara yang menjadi lebih sensitif, bengkak, ataupun nyeri. Payudara biasanya menjadi terasa penuh dan berat, sehingga Anda mungkin memerlukan bra khusus ibu hamil yang lebih kokoh menyangga payudara dan tidak menimbulkan rasa sakit.

Jika selama ini Anda terbiasa dengan bra kawat, beralihlah ke bra tanpa kawat. Kawat pada bra memang dapat membentuk tampilan payudara yang lebih sempurna, namun kawat dapat menghambat aliran darah dan produksi ASI. Bra tanpa kawat akan lebih nyaman digunakan selama kehamilan, karena lebih longgar untuk payudara yang makin membesar.

Membiarkan Diri Dikuasai oleh Fluktuasi Emosi

Hamil muda, terutama jika merupakan kehamilan pertama, membuat wanita sering merasa emosional, cemas, dan lelah. Meski normal, jangan sampai perubahan mood yang tiba-tiba terus menguasai dan membuat Anda merasa tertekan. Rawat diri dan minta bantuan suami atau kerabat untuk membantu memenuhi kebutuhan yang tidak sanggup Anda penuhi sendiri. Namun jika perubahan mood sudah sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, konsultasikan pada dokter.

Mengonsumsi Makanan Tidak Sehat

Lebih dari setengah wanita hamil mengalami lapar terus-menerus lebih dari biasanya. Tidak apa-apa untuk memakan camilan, namun camilan berlemak tanpa nutrisi merupakan pantangan ibu hamil muda. Selain itu, saat hamil, sistem pencernaan cenderung melambat sehingga dapat berujung kepada kondisi konstipasi. Tingginya kadar hormon progesteron selama kehamilan, menyebabkan kontraksi otot usus menjadi lebih lambat.

Oleh karenanya, kecukupan serat dari sayur-sayuran dan buah-buahan, serta asupan air mineral, tidak boleh terabaikan. Pola makan sehat adalah cara agar janin Anda mendapat nutrisi yang dibutuhkannya. Namun pada masa kehamilan, terutama trimester pertama, hindari makanan yang berisiko mengandung bakteri, parasit, atau racun, seperti telur setengah matang, keju, hati, ikan mentah, dan susu yang tidak terpasteurisasi.

Tidak Mengenakan Pantyliner

Keputihan saat hamil adalah hal yang wajar. Leukorea atau cairan berwarna putih susu, bisa tertinggal sebagai bercak pada celana dalam. Kenakan pantyliner jika memang membuat Anda lebih nyaman. Periksakan diri ke dokter jika cairan berubah warna menjadi hijau atau kuning, berbau, ataupun dalam jumlah terlalu banyak.

Hal-hal lain seperti berhubungan seksual saat hamil dan berolahraga, kadang-kadang dianggap menjadi pantangan ibu hamil muda. Padahal keduanya tetap bermanfaat untuk menjaga kebugaran tubuh dan kemesraan dengan pasangan. Jika tidak ada komplikasi khusus, berhubungan seks di masa awal kehamilan tetap bisa dilakukan. Jika masih ada pertanyaan seputar kehamilan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan, agar Anda memperoleh informasi yang akurat.