Sejak berusia 6 bulan, bayi sudah boleh diberikan MPASI, termasuk telur dan olahannya. Bunda bisa memberikan Si Kecil telur ayam, telur puyuh, ataupun telur bebek. Akan tetapi, manakah telur yang terbaik dari ketiga jenis telur tersebut?

Telur merupakan sumber protein hewani yang mudah ditemukan dan harganya relatif terjangkau. Selain itu, telur juga mengandung vitamin dan mineral penting yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan Si Kecil.

Telur Ayam, Telur Puyuh, atau Telur Bebek, Mana yang Terbaik untuk Bayi? - Alodokter

Jenis-Jenis Telur dan Kandungannya

Kendati sama-sama terdiri dari putih telur dan kuning telur, kandungan nutrisi antara telur ayam, bebek, dan puyuh berbeda-beda. Untuk lebih jelasnya, mari simak penjelasan berikut ini:

Telur ayam

Telur ayam merupakan jenis telur yang cukup mudah ditemukan dan disukai oleh banyak orang. Satu telur ayam mengandung kira-kira 70 kalori dan beragam nutrisi berikut:

  • Lemak: 5 gram
  • Protein: 6 gram
  • Sodium: 60 miligram
  • Kalsium: 25 miligram
  • Kalium: 60 miligram
  • Kolin: 140 miligram

Telur ayam yang dijual di pasaran biasanya terbagi menjadi dua jenis, yakni telur ayam negeri dan ayam kampung. Cangkang telur ayam negeri umumnya berwarna kecoklatan, sedangkan cangkang telur ayam kampung berwarna putih dan ukurannya cenderung lebih kecil.

Kandungan nutrisi telur ayam kampung tidak berbeda jauh dengan telur ayam negeri. Namun, ayam kampung diduga memiliki gen khusus yang membuat telurnya lebih bersih dari bakteri Salmonella dibandingkan telur ayam negeri.

Telur puyuh

Telur puyuh merupakan telur yang berasal dari burung puyuh. Berbeda dengan telur ayam, telur puyuh memiliki ukuran yang jauh lebih kecil. Cangkangnya pun berwarna krem dengan bercak cokelat dan hitam.

Walau berukuran kecil, telur puyuh juga kaya nutrisi, lho. Satu porsi telur puyuh terdiri dari 4–5 butir telur. Berikut adalah perkiraan kandungan nutrisi satu porsi telur puyuh:

  • Kalori: 75 kalori
  • Lemak: 5,5 g
  • Protein: 6,5 g
  • Sodium: 25 miligram
  • Kalsium: 8 miligram
  • Kalium: 110 miligram
  • Kolin: 30 miligram

Selain itu, telur puyuh juga kaya akan antioksidan yang berfungsi untuk menangkal radikal bebas, memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak, dan dipercaya mampu mengatasi gejala alergi. Telur jenis ini nikmat untuk dicampurkan ke dalam sup, lho, Bun.

Telur bebek

Telur bebek memiliki ukuran yang lebih besar daripada telur ayam dan puyuh. Cangkang telur bebek pun lebih unik karena berwarna biru kehijauan. Berikut adalah perkiraan kandungan nutrisi pada satu butir telur bebek:

  • Kalori: 146 kalori
  • Lemak: 11 g
  • Protein: 10 g
  • Sodium: 345 miligram
  • Kalsium: 50.5 miligram
  • Kalium: 175 miligram
  • Kolin: 165 miligram

Lantas, manakah telur yang terbaik untuk Si Kecil? Bila dibandingkan, telur bebek memiliki kandungan protein dan kolin yang paling tinggi. Protein dibutuhkan Si Kecil dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya, sedangkan kolin sangat penting untuk kesehatan mata dan perkembangan otaknya.

Oleh karena itu, telur bebek akan sangat cocok dijadikan MPASI bagi bayi yang lahir prematur, memiliki riwayat berat badan lahir rendah atau sedang mengejar berat badan ideal.

Kandungan antioksidan pada telur puyuh diduga dapat melindungi jaringan tubuh dari kerusakan, bahkan mampu meringankan gejala alergi. Itulah sebabnya, telur ini baik diberikan kepada bayi yang berisiko mengalami alergi atau sering sakit.

Walaupun kadar proteinnya tidak setinggi telur bebek atau telur puyuh, bukan berarti telur ayam tidak bermanfaat. Telur ayam tetaplah sumber protein yang baik untuk bayi. Selain itu, telur ayam cenderung lebih murah dan mudah didapatkan.

Baik telur ayam, telur puyuh, maupun telur bebek boleh diberikan kepada Si Kecil, kok. Namun, pastikan telur yang Bunda beli adalah telur yang segar, ya.

Konsumsi telur dianjurkan sebanyak 2–3 kali per minggu. Bunda bisa merebus, menggoreng, atau mencampurkan telur ke dalam makanan Si Kecil. MPASI dari telur cocok dijadikan menu sarapan, makan siang, maupun makan malam.

Pastikan Bunda memasak telur hingga benar-benar matang sempurna, ya. Telur setengah matang bisa mengandung  bakteri Salmonella yang dapat menyebabkan keracunan makanan.

Jika Si Kecil baru saja memulai MPASI, Bunda cukup memberikannya 1/3 butir telur ayam atau telur bebek dalam sekali makan. Untuk telur puyuh, Bunda bisa memberikannya sebanyak 1–2 butir.

Bila Si Kecil mengalami mata berair, bibir bengkak, ruam merah di kulit, atau hidung gatal dan berair setelah makan telur, segera periksakan ia ke dokter. Kondisi tersebut bisa jadi menandakan reaksi alergi.