Penderita thalassemia beta mayor dan sebagian penderita thalassemia beta intermedia berisiko mengalami komplikasi. Di bawah ini akan dijelaskan satu-persatu mengenai komplikasi yang berkaitan dengan thalassemia.

Gangguan Jantung

Kerusakan jantung akibat tingginya kadar zat besi dapat menyebabkan penurunan kekuatan pompa jantung, gagal jantung, aritmia (detak jantung tidak teratur), dan terkumpulnya cairan di jaringan jantung.

Ada dua jenis pemeriksaan rutin yang sebaiknya dijalani oleh penderita thalassemia beta mayor, yaitu pemeriksaan fungsi jantung tiap 6 bulan sekali dan pemeriksaan menyeluruh dengan menggunakan electrocardiogram tiap 1 tahun sekali untuk mengukur konduksi aliran listrik jantung. Kedua pemeriksaan ini dilakukan oleh dokter spesialis jantung.

Perawatan untuk meningkatkan fungsi jantung dapat dilakukan dengan terapi khelasi secara lebih menyeluruh dan konsumsi obat penghambat enzim konversi angiotensin.

Masalah pada Tulang

Sumsum tulang akan berkembang dan memengaruhi tulang akibat tubuh kekurangan sel darah merah yang sehat. Masalah-masalah tulang yang berisiko terjadi meliputi:

  • Nyeri persendian dan tulang
  • Osteoporosis
  • Kelainan bentuk tulang

Risiko patah tulang meningkat jika kepadatan tulang menjadi rendah. Risiko ini bahkan bisa menimpa orang-orang yang mendapatkan transfusi darah secara teratur. Itu sebabnya penderita thalassemia beta mayor disarankan untuk mengonsumsi suplemen vitamin D dan kalsium, serta mengonsumsi makanan-makanan yang kaya akan vitamin D dan kalsium seperti berikut ini:

  • Telur
  • Brokoli
  • Tahu
  • Tempe
  • Ikan
  • Kacang-kacangan
  • Oat
  • Jus jeruk
  • Salmon
  • Sarden

Ada beberapa jenis olahraga yang bisa dilakukan untuk membantu memperkuat tulang dan mencegah osteoporosis, di antaranya:

  • Berjalan
  • Berlari
  • Bersepeda
  • Senam aerobik
  • Angkat beban

Bisphosphonates dapat dikonsumsi untuk menjaga kepadatan tulang dan mengurangi risiko patah tulang, namun obat ini bisa memengaruhi pertumbuhan tulang normal. Oleh karena itu bisphosphonates tidak direkomendasikan untuk anak-anak dan remaja.

Pembesaran Limpa (Splenomegali)

Pembesaran limpa terjadi karena organ tersebut sulit untuk mendaur ulang sel darah yang memiliki bentuk tidak normal. Hal tersebut berakibat kepada meningkatnya jumlah darah yang ada di dalam limpa, sehingga membuat ukurannya menjadi lebih besar.

Transfusi darah yang bertujuan untuk meningkatkan jumlah sel darah sehat akan menjadi tidak efektif jika limpa telah membesar. Limpa akan menjadi terlalu aktif dan mulai menghancurkan sel darah yang sehat. Splenectomy atau operasi pengangkatan limpa merupakan satu-satunya cara untuk mengatasi masalah ini.

Vaksinasi untuk mengatasi potensi infeksi yang serius, seperti flu dan meningitis, sebaiknya dilakukan jika anak Anda telah melakukan operasi pengangkatan limpa. Segera temui dokter jika anak Anda mengalami gejala infeksi, seperti nyeri otot dan demam, karena bisa berakibat fatal.

Masalah pada Hati

Kerusakan pada hati akibat tingginya kadar zat besi dapat menyebabkan terjadinya beberapa masalah, seperti hepatitis, fibrosis atau pembesaran hati, serta sirosis (penyakit degeneratif kronis dimana sel-sel hati normal menjadi rusak dan digantikan oleh jaringan parut). Oleh karena itu, penderita thalassemia dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan fungsi hati tiap tiga bulan sekali.

Pencegahan infeksi hati dapat dilakukan dengan mengonsumsi obat antivirus, sedangkan pencegahan kerusakan hati yang lebih parah dapat dilakukan dengan terapi khelasi.

Masalah pada Kelenjar Hormon

Sistem hormon diatur oleh kelenjar pituitari yang sangat sensitif terhadap zat besi. Para penderita thalassemia beta mayor, walaupun telah melakukan terapi khelasi, dapat mengalami gangguan sistem hormon.

Perawatan dengan terapi pergantian hormon mungkin diperlukan untuk mengatasi pertumbuhan dan masa pubertas yang terhambat akibat kelenjar pituitari yang rusak. Ada beberapa komplikasi pada kelenjar hormon yang dapat terjadi usai pubertas seperti berikut ini:

  • Kelenjar tiroid – hipertiroidisme atau hipotiroidisme
  • Pankreas - diabetes

Pemeriksaan berat dan tinggi badan sebaiknya dijalani oleh anak-anak penderita thalassemia tiap enam bulan sekali agar tingkat pertumbuhannya dapat diketahui. Sementara itu, pemeriksaan pertumbuhan pada para remaja yang sudah memasuki masa pubertas sebaiknya dijalani tiap satu tahun sekali.