Thalasemia adalah penyakit jangka panjang yang memerlukan perawatan seumur hidup. Pengobatan yang dilakukan bertujuan untuk meredakan gejala dan mencegah munculnya komplikasi.

Pilihan pengobatan akan disesuaikan dengan jenis dan tingkat keparahan thalasemia yang dialami. Perlu diketahui, penderita thalasemia minor tidak membutuhkan pengobatan khusus. 

Namun, bagi penderita thalasemia mayor, pengobatan harus dilakukan secara rutin dan berkelanjutan karena kondisi ini dapat menyebabkan anemia berat yang berdampak pada pertumbuhan, fungsi organ, serta kualitas hidup pasien apabila tidak ditangani dengan tepat.

Berikut ini adalah beberapa metode pengobatan thalasemia yang akan dilakukan dokter guna menjaga kualitas hidup penderita sekaligus mencegah komplikasi:

Transfusi Darah Berulang

Thalasemia minor biasanya tidak membutuhkan penanganan khusus. Sementara, pada penderita thalasemia mayor perlu melakukan transfusi darah tiap beberapa minggu. 

Prosedur ini bertujuan untuk menjaga kadar hemoglobin tetap normal, sehingga gejala anemia bisa dikendalikan.Sebelum transfusi, kecocokan antara darah pasien dan pendonor akan dicek untuk menghindari reaksi yang tidak diinginkan. 

Meski diperlukan, transfusi darah yang dilakukan berulang kali bisa menyebabkan penumpukan zat besi di dalam tubuh. Kondisi ini dapat menimbulkan komplikasi berupa penyakit liver atau penyakit jantung. Untuk mencegahnya, pasien perlu mendapatkan terapi kelasi. 

Terapi KelasI Zat Besi 

Terapi kelasi bertujuan untuk mengurangi kadar zat besi berlebih akibat transfusi darah. Obat-obatan kelasi, seperti deferiprone, deferoxamine, atau deferasirox, bisa diberikan dalam bentuk tablet atau suntikan, sesuai kondisi pasien. Terapi ini umumnya dimulai 1 atau 2 tahun setelah pasien menjalani transfusi darah rutin.

Transplantasi Sumsum Tulang

Transplantasi sumsum tulang dilakukan untuk mengganti sumsum tulang yang tidak dapat memproduksi sel darah secara normal. Sumsum tulang yang akan ditransplantasikan diambil dari pendonor yang sehat dan cocok dengan pasien, agar sumsum tulang ini dapat menghasilkan sel darah yang normal.

Perlu diketahui, risiko prosedur ini cukup serius, yaitu penolakan tubuh pasien terhadap sumsum tulang dari pendonor. Oleh sebab itu, diskusikan manfaat dan risiko prosedur ini secara mendalam dengan dokter. Umumnya, dokter hanya menganjurkan prosedur ini pada thalasemia yang sudah parah.

Operasi Pengangkatan Limpa

Pada kasus tertentu, jika organ limpa membesar signifikan (splenomegali), dokter dapat menyarankan operasi pengangkatan limpa. Pembesaran limpa dapat memperberat anemia dan menurunkan efektivitas transfusi darah. 

Namun, sebelum prosedur ini, pasien biasanya akan diberikan vaksinasi, seperti vaksin hepatitis B, pneumonia, dan meningitis. Hal ini dilakukan untuk mencegah infeksi setelah organ limpanya diangkat.

Penerapan Pola Hidup Sehat

Selain pengobatan medis, penerapan pola hidup sehat sangat dianjurkan bagi penderita thalasemia. Beberapa langkah yang bisa dilakukan, antara lain:

  • Mengonsumsi makanan sehat rendah lemak, sayur-sayuran, dan buah-buahan
  • Membatasi asupan makanan tinggi zat besi, seperti daging merah dan hati ayam
  • Berolahraga teratur sesuai saran dokter, dengan menyesuaikan jenis dan intensitasnya
  • Menjaga kebersihan diri dan sering mencuci tangan untuk mencegah infeksi, terutama pada pasien yang sudah menjalani operasi pengangkatan limpa
  • Membatasi kontak dengan orang yang sedang sakit

Jika Anda atau anak Anda didiagnosa thalasemia, rutinlah berkonsultasi dengan dokter untuk memantau perkembangan kondisi dan menyesuaikan pengobatan yang diperlukan. 

Untuk mendapatkan informasi dan saran medis yang cepat dan akurat terkait thalasemia, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter melalui layanan Chat Bersama Dokter di aplikasi Alodokter.