Trimethoprim adalah antibiotik yang digunakan untuk mengatasi penyakit akibat infeksi bakteri, seperti otitis media dan infeksi saluran kemih.

Trimethoprim bekerja dengan cara menghentikan pertumbuhan bakteri penyebab infeksi. Dalam meningkatkan efektivitas, trimethoprim biasanya dikombinasikan dengan sulfamethoxazole. Obat ini hanya digunakan untuk mengatasi infeksi akibat bakteri, dan tidak akan efektif pada penyakit infeksi virus, seperti flu.

Merek dagang: Primadex, Infatrim, Citoprim, Ratrim, Cotrimoxazole, Novatrim, Kemtov 480, Primavon

[caption id="attachment_351563" align="alignnone" width="999"]Young asian business woman with stomachache in office Young asian business woman with stomachache in office[/caption]

Tentang Trimethoprim

Golongan Antibiotik
Kategori Obat resep
Manfaat Mengatasi otitis media dan infeksi saluran kemih
Dikonsumsi oleh Dewasa dan Anak-anak
Kategori kehamilan dan menyusui Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, namun belum ada studi terkontrol pada wanita hamil. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.

Trimethoprim dapat diserap ke dalam ASI. Jangan menggunakan obat ini tanpa anjuran dokter.

Bentuk obat Kaplet, tablet, suspensi

Peringatan:

  • Hati-hati dalam menggunakan obat ini jika Anda menderita atau memiliki riwayat anemia.
  • Hindari penggunaan trimethoprim untuk mengatasi otitis media pada bayi berumur di bawah 28 hari (neonatus).
  • Hati-hati dalam menggunakan trimethoprim jika Anda sedang atau pernah menderita gangguan hati, gangguan ginjal, dan kekurangan asam folat.
  • Beri tahu dokter jika sedang menggunakan obat-obatan lain, termasuk suplemen dan produk herba.
  • Segera temui dokter apabila terjadi reaksi alergi atau overdosis.

Dosis Trimethoprim

Dosis trimethoprim dapat berbeda-beda, tergantung umur dan kondisi yang diderita. Dosis umum penggunaan trimethoprim yaitu:

Kondisi Usia Dosis
Otitis media Anak-anak (>6 bulan) 10 mg/kgBB per hari, dibagi dalam 2 kali jadwal pemberian selama 10 hari.
Infeksi saluran kemih Dewasa 100 - 200 mg, 2 kali sehari, selama 3-14 hari.
Anak-anak (>4 bulan) 6 mg/kgBB/hari, dibagi dalam 2 kali jadwal pemberian.
Pencegahan kambuhnya infeksi saluran kemih Dewasa 100 mg per hari saat malam.
Anak-anak (>4 bulan) 2 mg/kgBB per hari saat malam.

Mengonsumsi Trimethoprim dengan Benar

Baca informasi yang tertera pada kemasan obat. Konsultasikan dengan dokter mengenai manfaat dan risiko dari penggunaan trimethoprim.

Konsumsi obat 1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan. Tetap konsumsi obat hingga dosis yang dianjurkan dokter habis, meski pun gejala sudah menghilang.

Trimethoprim tersedia dalam bentuk kaplet, tablet, dan suspensi. Dalam menggunakan trimethoprim tablet atau kaplet, konsumsi obat bersamaan dengan air putih agar mempermudah proses menelan. Untuk trimethoprim suspensi, kocok obat terlebih dahulu sebelum dikonsumsi. Tuangkan trimethoprim suspensi pada sendok takar yang tersedia dalam kemasan atau yang diberikan dokter. Jangan menggunakan alat takar sendiri, misalnya sendok rumah, karena dosis dapat berbeda dengan yang dianjurkan.

Gunakan trimethoprim secara rutin. Jangan mengurangi, menambahkan, atau menghentikan penggunaan obat tanpa anjuran dokter. Jika gejala tak kunjung membaik, muncul reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.

Interaksi Obat

Beberapa interaksi yang dapat terjadi apabila trimethoprim digunakan dengan obat lain meliputi:

  • Meningkatkan kadar dapsone.
  • Memperpendek waktu paruh obat, jika digunakan dengan rifampicin.
  • Meningkatkan kadar obat phenytoin, digoxin, repaglinide, zidovudine, dan lamivudine.
  • Meningkatkan risiko gangguan fungsi ginjal, jika digunakan dengan ciclosporin.
  • Menyebabkan hiponatremia, jika digunakan dengan diuretik.
  • Menyebabkan anemia, jika digunakan dengan penghambat folat lain, seperti pyrimethamine atau methotrexate.
  • Meningkatkan risiko hiperkalemia, jika digunakan dengan penghambat angiotensin-converting enzyme (ACE inhibitors), seperti captopril.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Trimethoprim

Efek samping yang mungkin terjadi setelah mengonsumsi obat ini adalah:

  • Kehilangan nafsu makan.
  • Mual dan muntah.
  • Diare
  • Nyeri perut.
  • Pembengkakan lidah.
  • Gatal dan ruam.

Segera temui dokter jika penggunaan trimethoprim menyebabkan:

  • Dermatitis eksfoliatif, di mana kulit menjadi kemerahan, kering, mengelupas, gatal, dan nyeri.
  • Sindrom Stevens-Johnson.
  • Penyakit kuning.
  • Anemia