Rekomendasi Nutrisi di Dalam Susu Ibu Hamil

Ibu hamil membutuhkan sejumlah nutrisi seperti kalsium, vitamin D, asam folat, serta iodium. Nutrisi tersebut bisa didapat dari susu ibu hamil yang dijual di pasaran. Selain memerhatikan apa saja kandungan susu, perhatikan apakah susu telah melewati proses pasteurisasi. Biasanya informasi tersebut tertera pada kemasan.

Susu merupakan sumber kalsium yang baik bagi ibu hamil. Selain kalsium, susu ibu hamil biasanya ditambahkan vitamin D, asam folat, serta iodium. Mari kita telaah kandungan yang biasanya ada di dalam susu ibu hamil dan kenapa susu yang belum dilakukan pasteurisasi dianggap berbahaya.

Rekomendasi Nutrisi di Dalam Susu Ibu Hamil - Alodokter

Berikut adalah beberapa nutrisi yang perlu ada dalam susu ibu hamil.

Kalsium

Kebutuhan kalsium bagi perempuan berusia di atas 18 tahun adalah 1.000 mg per hari, baik sebelum hamil, saat hamil, dan setelah melahirkan. Sedangkan perempuan yang berusia di bawah 18 tahun membutuhkan lebih banyak kalsium, yaitu 1.300 mg per hari. Secara umum, kalsium dibutuhkan untuk mencegah pengeroposan tulang atau osteoporosis serta membantu menguatkan tulang bagi ibu hamil. Sementara itu, berikut manfaat kalsium bagi janin:

  • Membantu jantung untuk tumbuh dengan sehat.
  • Membangun ritme jantung yang normal.
  • Membantu kemampuan pembekuan darah.
  • Membentuk gigi dan tulang yang kuat.
  • Membantu pertumbuhan saraf dan otot yang sehat.

Susu ibu hamil umumnya mengandung kalsium. Secangkir susu skim dapat memberikan Anda 301 mg kalsium. Namun Anda juga bisa mendapatkan kalsium dari sumber-sumber lain, seperti bayam atau ikan sarden beserta tulangnya. Produk susu seperti yoghurt dan keju juga bisa menjadi pilihan yang tepat.

Asam Folat

Asam folat bertugas membantu pembentukan darah dan protein serta memaksimalkan kerja enzim bagi ibu hamil. Asam folat juga bermanfaat melindungi janin dari kecacatan sistem saraf. Asam folat sangat dibutuhkan, terutama pada trimester pertama kehamilan, karena pada saat itulah otak dan sistem saraf janin terbentuk dan sedang berkembang pesat.

Ibu hamil disarankan untuk mengonsumsi 400 mikrogram asam folat per hari. Asupan asam folat bisa didapat dengan mengonsumsi kacang-kacangan, sayuran yang berbentuk dedaunan hijau seperti bayam dan brokoli, serta buah-buahan berwarna hijau atau kuning (misalnya alpukat, jeruk, dan papaya). Di samping itu, produsen susu biasanya menambahkan kandungan asam folat ke dalam susu ibu hamil.

Vitamin D

Vitamin D bertugas membantu mengatur kadar kalsium dan fosfat dalam tubuh. Oleh karena itu, kekurangan kedua zat tersebut dapat menyebabkan janin juga mengalami kekurangan. Selain itu, vitamin D juga dapat membantu melawan infeksi, membantu mencegah diabetes serta beberapa jenis kanker.

Sebagai langkah pencegahan defisiensi kalsium secara alami, Vitamin D dapat diproduksi tubuh melalui paparan sinar matahari. Anda dapat berjemur pada pagi hari selama 10-20 menit, tapi disarankan bukan pada siang hari yang terik.

Sementara itu, vitamin D juga biasa ditambahkan ke dalam susu ibu hamil. Ibu hamil membutuhkan sekitar 5-15 mikrogram atau 200-600 IU (standar internasional) vitamin D harian. Dari secangkir susu yang diperkaya vitamin D, Anda setidaknya dapat memperoleh 100 IU vitamin D.

Iodium

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan konsumsi iodium tetap diutamakan, terutama bagi ibu hamil. Kebutuhan iodium harian bagi orang dewasa adalah 150 mikrogram, sedangkan bagi ibu hamil lebih banyak, yaitu 250 mikrogram. Jika ibu hamil kekurangan iodium, dikhawatirkan dapat mengganggu perkembangan otak janin. Sebagai akibatnya, dapat menurunkan kecerdasan anak pada nantinya. Iodium juga biasanya terdapat di dalam daftar kandungan susu.

Susu Ibu Hamil Yang Dianjurkan

Selain memastikan kandungan susu untuk membantu mencukupi kebutuhan nutrisi ibu hamil, dianjurkan untuk mengonsumsi susu yang telah melewati proses pasteurisasi. Anda bisa melihat label ’telah dipasteurisasi’ pada kemasan.

Susu yang belum dipasteurisasi, seperti susu mentah langsung dari sapi, bisa mengandung mikroorganisme berbahaya. Proses pasteurisasi dilakukan untuk membunuh bakteri jahat tersebut menggunakan suhu tinggi, tetapi tetap tidak merusak kandungan yang bermanfaat dari susu.

Ibu hamil dapat menghadapi kondisi serius jika mengonsumsi susu yang terkontaminasi bakteri seperti Listeria. Bakteri tersebut dapat menyebabkan kematian janin, kematian bayi yang baru lahir, maupun keguguran.

Jadi, selalu sempatkan diri untuk membaca keterangan kandungan susu pada kemasan susu ibu hamil sebelum membelinya. Jangan lupa untuk memastikan susu sudah melalui proses pasteurisasi.