Botulinum Toxin

Pengertian Botulinum Toxin

Botulium Toxin atau botox adalah zat protein yang diproduksi bakteri clostridium botulinum untuk menghambat dan memperlambat aktivitas otot saraf. Botulinum Toxin pada umumnya bekerja dengan mencegah kontraksi otot selama 2 hingga 3 bulan, mengakibatkan otot melemah dan lumpuh selama waktu tersebut.

Botulinum Toxin - Alodokter

Indikasi utama dari obat ini adalah untuk mengobati masalah saraf seperti strabismus atau mata juling, kaku pada otot leher (cervical dystonia), dan migrain yang berkepanjangan hingga lebih dari 15 hari (durasi bisa lebih dari 4 jam sehari). Selain itu, botox juga dapat digunakan untuk kasus ketegangan pada otot siku, pergelangan, jari tangan dan kaki, keringat berlebihan pada ketiak (hyperhidrosis), kedutan (blefarospasme), air seni berlebih, dan untuk mengurangi kerutan.

Botulinum toxin sendiri memiliki serangkain tipe yang berbeda, seperti A, B, C, E dan F. Untuk tipe C sendiri terdapat lanjutan sub-tipe seperti C1 dan C2. Pilihan tipe dilakukan sesuai dengan kondisi yang dialami pasien.

Dari pilihan tipe botox yang tersedia, tipe A kerap menjadi pilihan untuk pengobatan. Obat ini biasanya diberikan melalui suntikan dan didapatkan melalui resep dokter.

Tentang Botulinum Toxin

Golongan Neurotoxin Bakteri
Kategori Obat resep
Manfaat
  • Mengatasi mata juling (strabismus)
  • Mengobati migrain kronis dengan durasi lebih dari 15 kali dalam sebulan
  • Mengatasi kekakuan pada otot leher (cervical dystonia)
Dikonsumsi oleh Dewasa
Bentuk obat Suntikan

 Peringatan:

  • Bagi wanita hamil atau sedang menyusui, konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan botulium toxin tipe A.
  • Hati-hati jika Anda sedang mengalami infeksi atau pembengkakan pada bagian yang akan disuntik, serta gangguan otot atau kondisi-kondisi yang membuat otot lemah.atau mengalami masalah atau kelemahan pada otot wajah (myasthenia gravis)
  • Informasikan pada dokter jika sedang mengalami kondisi seperti gangguan saraf motorik (amyotrophic lateral sclerosis), sindrom Lambert-Eaton, kesulitan bernafas seperti asma atau emfisema, kesulitan menelan, kelemahan pada otot wajah, perubahan pada penampilan wajah, perdarahan, hingga penyakit jantung.
  • Sebelum menggunakan obat ini, pastikan Anda mengetahui reaksi alergi yang dapat terjadi. Bicarakan dengan dokter untuk mengetahui pengobatan yang tepat.
  • Konsultasikan dengan dokter jika anda sedang mengkonsumsi obat-obatan lainnya (termasuk obat herbal) sebelum menggunakan botulium toxin tipe A untuk menghindari terjadinya efek samping yang membahayakan.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis setelah menggunakan botulinum toxin tipe A, segera temui dokter.

Dosis Botulinum Toxin

Dosis suntikan botulinum toxin tipe A diberikan dalam dosis yang berbeda-beda, tergantung dari kondisi yang dialami pasien. Biasanya, persedian dosis botox ini terdapat dalam satuan 100 dan 200 unit. Sangat disarankan untuk tidak menggunakan lebih dari 400 unit dalam jangka waktu 3 bulan. Dosis ini telah dicocokan untuk pasien dewasa, konsultasikan dengan dokter untuk penggunaan pada pasien anak-anak dan remaja.

Untuk melakukan pengobatan dengan suntikan botox, sangat disarankan untuk meminta bantuan dokter atau petugas medis profesional agar dapat menghindari kesalahan pengobatan. Pada umumnya, dokter akan melakukan penyuntikan di lokasi yang diperlukan. Jika pengobatan ini berhasil, dokter mungkin akan menyarankan untuk mengulang pengobatan ini setiap 12 minggu sekali atau sesuai keperluan.

Konsultasikan dengan dokter jika Anda sudah pernah atau akan menjalani pengobatan dengan penggunaan obat pengencer darah, antibiotik yang disuntik, dan mendapatkan suntikan botulium toxin tipe lainnya atau yang sama sebelumnya. Beri tahu juga jika Anda akan atau baru menjalani operasi atau perawatan gigi sebelum melakukan pengobatan ini agar dosis dapat disesuaikan.

Menggunakan Botulinum Toxin Dengan Benar

Ikuti anjuran dokter dan baca informasi yang tertera pada kemasan botulium toxin tipe A sebelum menggunakannya.

Pastikan dosis suntikan botox diulang setiap 3 bulan setelah suntikan pertama atau sesuai anjuran dokter dikarenakan efek obat ini hanya berjalan sementara.

Bagi penderita yang melakukan suntikan botox pada bagian otot mata, dokter mungkin akan menyarankan untuk menggunakan obat tetes mata, salep, lensa mata khusus, atau alat bantu lainnya untuk menjaga kondisi mata. Ikuti anjuran dokter.

Bagi penderita yang melakukan suntikan botox pada bagian bawah ketiak, sangat disarankan untuk mencukurnya dan menghindari penggunaan deodoran atau semprotan apa pun sehari sebelum melakukan pengobatan ini. Hindari juga aktivitas olahraga dan mengkonsumsi makanan atau minuman panas setengah jam sebelum mendapatkan suntikan.

Hindari menggosok-gosok bagian yang baru disuntik atau melakukan aktivitas berat 2 sampai 3 jam setelah pengobatan, khususnya untuk perawatan kecantikan.

Sangat disarankan untuk melakukan suntikan botox dengan dokter atau petugas medis profesional yang sama. Jika ada perubahan, beri tahu mengenai kondisi dan frekuensi suntikan botox sebelumnya agar dapat disesuaikan.

Dalam jangka waktu tertentu, suntikan botox dapat mengakibatkan gangguan penglihatan. Hindari menyetir atau melakukan pekerjaan yang memerlukan konsentrasi tinggi.

Bagi yang lupa menyuntik botox setelah 3 bulan atau waktu yang disarankan dokter, biasanya gejala awal akan muncul kembali, karena obat ini hanya bersifat sementara. Jika Anda menggunakannya untuk mengurangi keriput, kemungkinan keriput tersebut akan terlihat kembali jika tidak diulang dalam jangka waktu 6 bulan.

Hindari penggunaan botox melebihi dosis yang dianjurkan dokter agar tidak terjadi efek samping.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Botulinum Toxin

Sama seperti obat-obatan lain, botulinum toxin tipe A juga berisiko menyebabkan efek samping. Beberapa efek samping ringan yang mungkin terjadi dalam beberapa jam atau bulan setelah menggunakan obat ini adalah:

  • Rasa sakit, kemerahan, memar, pembengkakan, perdarahan, hingga kelemahan otot pada bagian yang disuntik.
  • Kesulitan menelan.
  • Pusing.
  • Merasa lelah.
  • Otot kaku.
  • Rasa sakit pada leher, punggung, lengan atau kaki.
  • Mulut mengering.
  • Penglihatan buram.
  • Keringat berlebih (selain pada ketiak).
  • Gejala pilek seperti hidung tersumbat, bersin, batuk, sakit tenggorokan, hingga gejala flu.
  • Kelopak mata terasa berat dan kedipan mata berkurang.
  • Mual.
  • Rasa sakit pada wajah (biasanya saat pengobatan kecantikan).

Efek samping ini biasanya akan mereda dan hilang dalam waktu singkat. Pada kasus yang jarang terjadi, botox dapat menyebabkan efek samping berat pada penggunanya, seperti:

  • Rasa pusing atau migrain yang memburuk.
  • Kelumpuhan pada wajah.
  • Otot melemah secara berlebihan (khususnya pada bagian yang tidak disuntik).
  • Kesulitan bernapas, berbicara, atau menelan.
  • Suara serak.
  • Infeksi pada bagian putih mata (ulkus kornea)
  • Tidak dapat menahan kandung kemih.
  • Mata membengkak, mengeras atau air mata yang terus mengalir.
  • Mengalami masalah pada penglihatan.
  • Rasa sakit atau seperti terbakar saat membuang air seni.
  • Air seni berkurang atau berhenti.
  • Rasa sakit pada dada.
  • Detak jantung tidak beraturan.

Segera ke rumah sakit terdekat atau temui dokter jika mengalami alergi atau merasakan efek samping, baik ringan atau berat setelah menggunakan obat tersebut.