Dextromethorphan

Pengertian Dextromethorphan

Dextromethorphan adalah obat yang dapat digunakan untuk meredakan batuk kering yang muncul akibat infeksi tertentu, seperti flu atau sinusitis. Dextromethorphan bekerja dengan cara menekan dorongan untuk batuk yang berasal dari otak.

alodokter-dextromethorphan

Dextromethrophan tidak cocok digunakan untuk mengatasi batuk berdahak. Selain itu, obat ini juga tidak boleh digunakan untuk batuk jangka panjang yang mungkin disebabkan oleh bronkitis kronis, asma, emfisema, atau kebiasaan merokok.

Merek dagang: Actifed Plus Cough Suppressant, Brochifar/Brochifar Plus, Bisotulssin, Coldmix, Decolsin, Dextromethorphan Indo Farma, Ikadryl DMP, Lacoldin, Mersidryl, Panadol Cold & Flu, Romilar/Romilar Expectorant, Sanaflu Plus Batuk

Tentang Dextromethorphan

Golongan Obat antitusif atau penekan batuk
Kategori Obat bebas
Manfaat Meredakan batuk kering
Dikonsumsi oleh Dewasa dan anak-anak di atas 4 tahun
Bentuk Tablet, sirup, permen pelega tenggorokan (lozenges)
Kategori kehamilan dan menyusui Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, namun belum ada studi terkontrol pada wanita hamil. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.

Peringatan:

  • Bagi wanita yang merencanakan kehamilan, sedang hamil, dan menyusui, penggunaan dextromethorphan harus dengan anjuran dokter.
  • Jangan memberikan dextromethorphan pada anak-anak di bawah usia 4 tahun. Senantiasa tanyakan kepada dokter sebelum memberikan obat pilek atau obat batuk pada bayi dan anak-anak.
  • Harap berhati-hati jika menderita asma, gangguan pernapasan lainnya, atau diabetes.
  • Disarankan untuk tidak mengemudi atau mengoperasikan alat berat selama menjalani pengobatan dengan dextromethorphan karena obat ini bisa menyebabkan kantuk atau pusing.
  • Dextromethorphan sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan dengan obat batuk, pilek, atau flu lainnya untuk menghindari overdosis.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.

Dosis Dextromethorphan

Dextromethorphan merupakan salah satu bahan yang dicampurkan dalam berbagai obat batuk, flu, dan pilek. Dosis penggunaan obat ini tidak sama untuk tiap bentuk obat dan dapat dilihat pada masing-masing kemasan. Berikut adalah contoh dosis yang biasanya dianjurkan:

Bentuk obat Dosis
Sirup 10-20 mg tiap 4 jam
Permen pelega tenggorokan (lozenges) Maksimal 10 butir dalam sehari

Mengonsumsi Dextromethorphan dengan Benar

Gunakanlah dextromethorphan sesuai keterangan pada kemasan dan tanyakan pada dokter jika Anda ragu.

Dextromethorphan dapat diminum sebelum atau sesudah makan. Selama menggunakan obat ini, pasien dianjurkan untuk menghindari konsumsi minuman keras guna mencegah risiko efek samping.

Penderita diabetes sebaiknya berhati-hati dan memantau kadar gula darah selama mengonsumsi dextromethorphan karena beberapa jenis produk obat ini mengandung glukosa.

Pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya.

Apabila mengonsumsi dextromethorphan dalam bentuk sirup, sebaiknya menggunakan sendok atau gelas takar khusus yang disertakan dalam kemasan. Jangan menggunakan sendok makan biasa karena kemungkinan takarannya berbeda.

Temui dokter kembali jika gejala tidak kunjung reda setelah mengonsumsi dextromethorphan selama 7 hari.

Interaksi Dextromethorphan dan Obat Lain

Terdapat sejumlah obat yang berpotensi menimbulkan reaksi tidak diinginkan jika dikonsumsi bersamaan dengan dextromethorphan. Beberapa di antaranya meliputi MAO inhibitors, celecoxib, cinacalcet, darifenacin, imatinib, quinidine, ranolazine, ritonavir, sibutramine, terbinafine, obat-obatan antihipertensi, dan antidepresan.

Kenali Efek Samping dan Bahaya

Tiap obat berpotensi menyebabkan efek samping, termasuk dextromethorphan. Beberapa efek samping yang umumnya terjadi saat mengonsumsi obat ini adalah:

  • Mengantuk.
  • Pusing.
  • Mual.
  • Muntah.

Segera hentikan pemakaian obat dan temui dokter jika Anda mengalami efek samping yang serius, seperti kesulitan bernapas, ruam, pusing yang parah, kecemasan, gelisah, linglung, atau napas pendek.

Perlu diingat bahwa obat dengan kandungan 100 persen dextromethorphan tidak tersedia dan umumnya dikombinasikan dengan bahan-bahan lain. Pastikan untuk membaca komposisi bahan yang terdapat pada tiap obat. Jangan mengonsumsi lebih dari satu obat yang mengandung dextromethorphan pada waktu yang sama untuk menghindari overdosis.