Hindari Penyakit Berbahaya dengan Manfaat Kacang Almond

Almond salah satu jenis kacang yang memiliki rasa yang enak. Selain rasanya, manfaat kacang almond juga dapat membantu menangkal berbagai penyakit berat.

Kacang almond mengandung banyak nutrisi, antara lain serat pangan, lemak tak jenuh, serta beberapa jenis vitamin B, dan vitamin E. Kacang almond juga memiliki kandungan mineral yang bermanfaat bagi tubuh seperti kalsium, magnesium, zat besi dan zinc.

Hindari penyakit berbahaya dengan manfaat kacang almond - alodokter

  • Mengurangi risiko kanker usus besar. Peneliti menuturkan, konsumsi almond dapat mengurangi kemungkinan kanker usus besar karena kandungan lemak yang terdapat di dalamnya.
  • Menekan kolesterol. Manfaat makanan yang menekan kolesterol dapat diperoleh karena kacang almond kaya kandungan vitamin E. Vitamin E sebagai antioksidan yang mampu melindungi sel darah terhadap kerusakan, sekaligus mencegah penyumbatan arteri akibat kolesterol. Sebuah studi mengungkap, konsumsi almond terkait erat dengan peningkatan high density lipoprotein (HDL) atau disebut kolesterol baik dan menekan tingkat low density lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat.
  • Menstabilkan tekanan darah. Orang-orang yang mengonsumsi kacang almond tampak mengalami penurunan tekanan darah sistolik, yaitu angka pertama pada pengukuran tekanan darah, hingga 11 persen.
  • Menghindarkan penyakit jantung. Almond merupakan salah satu jenis kacang-kacangan yang dapat meningkatkan lemak darah yang baik untuk jantung. Sebuah penelitian yang menggunakan almond sebagai camilan dalam pola makan tertentu, mampu mengurangi faktor risiko penyakit jantung koroner.
  • Mengendalikan tingkat gula darah. Penelitian yang dilakukan terhadap penderita diabetes tipe 2 mengungkap, mereka yang mengonsumsi kacang almond dapat mengurangi obat-obatan dibanding yang tidak mengonsumsi kacang tersebut. Efek samping obat-obatan untuk menurunkan kadar gula darah salah satunya adalah membuat pemakainya sering merasa lapar, sehingga suka melanggar aturan diet diabetes. Anjuran untuk mengonsumsi almond bagi penderita diabetes rupanya membantu pengidap merasa kenyang lebih lama, sehingga kadar gula darah stabil, dan akhirnya pemakaian obat-obatan untuk mengontrol gula darah bisa dikurangi.
  • Membantu menurunkan berat badan. Meski mengonsumsi kalori dengan jumlah yang sama, orang-orang yang menerapkan pola makan dilengkapi dengan kacang almond mengalami penurunan berat badan lebih banyak dibandingkan pola makan tinggi karbohidrat. Indeks massa tubuh akan mengalami penurunan hingga 18% pada pemakan kacang almond, dibandingkan yang tidak mengonsumsi kacang almond yang hanya berhasil mengurangi 11%. Ini artinya lemak tubuh yang digambarkan oleh perbandingan tinggi dan berat badan berkurang sekitar 7 persen bagi mereka yang mengonsumsi almond secara rutin.

Risiko Alergi

Meski memiliki banyak manfaat, harus diperhatikan kemungkinan risiko alergi. Jika diketahui mengalami alergi kacang almond, maka hindari juga segala jenis makanan yang mengandung kacang almond tersebut.

Reaksi alergi yang timbul sangat beragam, mulai dari gejala di bagian tubuh tertentu seperti sindrom alergi mulut, hingga gejala sistemik yang lebih parah seperti gangguan sistem pencernaan, pernapasan, dan lain-lain.

Untuk Anda yang tidak memiliki alergi kacang almond, dapat memanfaatkannya sebagai sumber gizi yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Meski demikian, batasi konsumsi kacang almond sekitar 28 gram atau segenggam setiap hari.

Ada beragam cara menyajikan, kacang almond dapat dijadikan camilan sehat dengan dimakan mentah, dipanggang, ataupun dimasukkan sebagai pelengkap sajian. Kacang almond juga dapat diolah menjadi minyak, tepung, hingga susu.

Beberapa penyakit berbahaya dapat ditekan risikonya dengan mengonsumsi kacang almond secara teratur. Jika perlu, konsultasi dengan dokter mengenai kemungkinan risiko alergi kacang almond.