Masker jerawat umumnya mengandung bahan alami dan bahan aktif tertentu yang dapat membantu mengurangi jerawat serta mendukung pencegahan kemunculannya kembali. Berbagai kandungan tersebut memiliki cara kerja dan kemampuan yang berbeda dalam mengatasi jerawat, sehingga Anda perlu lebih cermat dalam memilihnya.

Jerawat terjadi akibat tersumbatnya folikel rambut di bawah kulit oleh minyak, kotoran, bakteri, debu, atau sel kulit mati. Penyumbatan tersebut bisa dipicu oleh beberapa hal, seperti pola makan tertentu (misalnya tinggi gula atau indeks glikemik tinggi), stres, gangguan hormon, penggunaan kosmetik yang bersifat komedogenik, konsumsi obat-obatan tertentu, dan faktor genetik.

9 Masker Jerawat yang Efektif dan Cara Menggunakannya - Alodokter

Meski begitu, Anda tidak perlu khawatir karena jerawat dapat diatasi dengan beberapa perawatan kulit atau skincare. Penggunaan masker jerawat dapat menjadi pilihan untuk kasus ringan atau sebagai perawatan tambahan dalam membantu mengurangi jerawat.

Beberapa Jenis Masker Jerawat dan Cara Menggunakannya

Ada beberapa bahan alami maupun bahan kimia yang bisa dimanfaatkan sebagai masker jerawat, di antaranya: 

1. Lidah buaya

Lidah buaya menjadi salah satu bahan alami yang bisa digunakan sebagai masker jerawat. Pasalnya, bahan alami ini memiliki sifat antiinflamasi dan dapat membantu menenangkan kulit. Selain itu, lidah buaya juga dapat membantu meredakan peradangan pada jerawat yang meradang.

Untuk membuat masker jerawat dari lidah buaya, kupaslah daun lidah buaya kemudian oleskan tipis-tipis gel lidah buaya ke wajah secara merata. Diamkan gel selama 10–15 menit kemudian bilas wajah dengan air bersih. Manfaat masker lidah buaya ini akan lebih efektif jika digunakan sebanyak 2 kali sehari.

Meski terbuat dari bahan alami, masker lidah buaya bisa menimbulkan efek samping jika digunakan pada kulit sensitif. Efek samping tersebut dapat berupa kulit gatal, kemerahan, perih, dan kering.

2. Madu

Madu mengandung senyawa aktif yang bersifat antibakteri dan antiradang. Kandungan ini dapat membantu meredakan peradangan pada jerawat serta mendukung pemulihan kulit. 

Cara menggunakan madu sebagai masker jerawat terbilang cukup mudah. Oleskan madu ke wajah dan diamkan selama 10–15 menit. Setelah itu, bilas wajah dengan air bersih. Untuk hasil yang maksimal, Anda bisa menggunakan masker madu sebanyak 1–2 kali dalam seminggu.

Meski bermanfaat untuk mengatasi jerawat, penggunaan masker madu juga perlu hati-hati. Hal ini karena masker madu dapat menyebabkan reaksi alergi pada sebagian orang. Reaksi alergi tersebut dapat berupa kulit gatal, ruam, hingga bengkak.

3. Teh hijau

Sebuah studi menyebutkan bahwa mengoleskan ekstrak teh hijau pada kulit dapat mengurangi jerawat. Manfaat ini diperoleh dari kandungan polifenol di dalam teh hijau yang mampu mengurangi produksi sebum pada kelenjar minyak.

Untuk memanfaatkan teh hijau sebagai masker jerawat, seduhlah 2 kantung teh hijau kemudian diamkan selama 1 jam. Keluarkan daun teh hijau dari kantungnya dan tunggu hingga dingin. Oleskan bubuk daun teh hijau ke kulit wajah, diamkan selama 10 menit, kemudian bilas hingga bersih. Anda dapat menggunakan masker teh hijau sebanyak 3 kali dalam seminggu guna mendapatkan hasil yang optimal.

Sama seperti masker jerawat lainnya, masker teh hijau juga bisa menimbulkan efek samping, seperti gatal, kemerahan, bengkak, dan rasa terbakar pada kulit wajah, jika digunakan secara berlebihan.

4. Alpukat 

Masker jerawat yang terbuat dari bahan alami lainnya adalah alpukat. Alpukat mengandung berbagai nutrisi, termasuk asam lemak seperti asam laurat, yang dapat membantu menenangkan kulit dan mendukung kesehatan kulit, meski bukti ilmiah terkait efek langsungnya dalam mencegah jerawat masih terbatas.

Menggunakan alpukat untuk mengatasi jerawat dapat dilakukan dengan menghaluskan 1 buah alpukat kemudian mengoleskannya ke wajah secara merata. Lalu, diamkan masker tersebut selama 15 menit dan bilas dengan air hingga bersih. Gunakan masker alpukat untuk menghilangkan jerawat sebanyak 2–3 kali dalam seminggu.

Masker alpukat juga bisa menimbulkan efek samping, terutama bila Anda memiliki alergi terhadap lateks. Beberapa efek samping yang dapat muncul adalah gatal, hidung tersumbat atau berair, dan sesak napas.

5. Pisang

Tidak hanya baik untuk pencernaan, pisang juga kerap digunakan sebagai bahan alami untuk perawatan kulit. Buah ini mengandung vitamin A yang dapat membantu menjaga kesehatan kulit dan mendukung pengurangan peradangan. 

Selain itu, kandungan senyawa fenolik yang bersifat antimikroba dapat membantu menjaga kebersihan kulit, meski belum ada bukti kuat bahwa penggunaannya secara topikal mampu membasmi bakteri penyebab jerawat secara efektif.

Masker jerawat yang terbuat dari pisang bisa diracik dengan menghaluskan 1 buah pisang kemudian mengoleskannya ke seluruh wajah. Tunggu selama 10–15 menit dan bilas wajah menggunakan air bersih. Anda bisa menggunakan masker pisang untuk menghilangkan jerawat sebanyak 2–3 kali seminggu.

Masker pisang untuk mengatasi jerawat juga bisa menimbulkan efek samping, seperti gatal, ruam merah, pembengkakan, bersin, dan mengi.

6. Mentimun

Selain mencegah dehidrasi, buah yang sering dianggap sayuran ini juga baik untuk kesehatan kulit. Hal ini karena mentimun memiliki kandungan vitamin C dan asam folat yang bermanfaat untuk meredakan peradangan akibat jerawat. 

Cara menggunakan mentimun sebagai masker jerawat adalah dengan mencuci bersih 1 buah mentimun, mengirisnya tipis-tipis, dan menempelkannya ke wajah. Diamkan masker selama 15 menit lalu bilas wajah dengan air sampai bersih. Untuk memperoleh hasil yang maksimal, Anda bisa menggunakan masker mentimun sebanyak 2–3 kali dalam seminggu.

Meskipun jarang terjadi, efek samping berupa kulit kemerahan dan iritasi ringan bisa dialami oleh sebagian orang, terlebih bila memiliki alergi terhadap mentimun.

7. Benzoil peroksida

Benzoil peroksida merupakan kandungan yang biasa ditemukan di dalam produk perawatan kulit. Kandungan ini dapat menghilangkan jerawat dengan cara mengurangi jumlah bakteri dan komedo yang menumpuk di kulit.

Anda dapat menggunakan produk jerawat yang mengandung benzoil peroksida sesuai dengan bentuk sediaannya, seperti gel atau krim yang umumnya digunakan sebagai perawatan oles (leave-on). Gunakan sesuai petunjuk pada kemasan atau anjuran dokter, lalu bilas jika memang diperuntukkan sebagai produk bilas. Pastikan juga untuk mengikuti frekuensi pemakaian yang dianjurkan agar tetap aman dan efektif.

Sejumlah efek samping bisa timbul setelah menggunakan masker benzoil peroksida, seperti kulit kering, kulit kemerahan atau mengelupas, dan rasa panas atau perih di kulit, terutama bila Anda memiliki jenis kulit sensitif.

8. Asam salisilat

Masker jerawat yang mengandung asam salisilat ampuh menekan produksi minyak berlebih. Selain itu, kandungan ini juga berfungsi untuk mengangkat sel-sel kulit mati serta mencegah pori-pori tersumbat, sehingga mencegah munculnya jerawat.

Cara menggunakannya, oleskan tipis-tipis masker asam salisilat ke area jerawat. Frekuensi pemakaian dapat disesuaikan dengan konsentrasi produk dan toleransi kulit, serta sebaiknya digunakan sesuai anjuran pada kemasan atau petunjuk dokter.

Asam salisilat bisa menyebabkan iritasi kulit saat pertama kali digunakan. Beberapa efek samping yang dapat muncul adalah kulit mengelupas atau kering dan kulit kemerahan. 

9. Retinol

Retinol termasuk ke dalam golongan retinoid dan merupakan turunan dari vitamin A. Kandungan ini bekerja dengan membantu mempercepat pergantian sel kulit, menjaga pori-pori tetap bersih, serta mendukung produksi kolagen. Dengan cara kerja tersebut, retinol dapat membantu mengurangi jerawat dan menyamarkan tampilan bekasnya secara bertahap.

Anda bisa mengoleskan krim retinol sebagai masker jerawat tipis-tipis ke kulit wajah. Bila Anda baru mulai menggunakan retinol, hindari memakainya setiap hari. Cukup gunakan retinol 1–2 kali dalam seminggu. Jika tidak mengalami efek samping setelah 2 minggu pemakaian, Anda bisa menggunakan retinol sebanyak 3–4 kali seminggu.

Terlalu sering menggunakan retinol juga bisa menimbulkan beberapa efek samping, seperti kulit gatal, kemerahan, dan breakout. Meskipun demikian, efek samping tersebut akan hilang seiring terbiasanya kulit menggunakan retinol. Penggunaan masker retinol tidak disarankan bagi wanita hamil karena berisiko menimbulkan kecacatan pada janin.

Selain menggunakan masker jerawat, Anda juga dianjurkan untuk menggunakan tabir surya dengan minimal SPF 30 saat beraktivitas di luar ruangan, menggunakan pelembap wajah di pagi dan malam hari, membersihkan kulit wajah setidaknya 2 kali sehari,  mengonsumsi makanan sehat, dan berolahraga secara rutin minimal 150 menit dalam seminggu.

Bila Anda sudah menggunakan berbagai jenis masker jerawat di atas tetapi jerawat belum juga menghilang, atau Anda sedang mengandung dan mengalami jerawat, jangan ragu untuk berkonsultasi melalui Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER. Dokter akan melakukan pemeriksaan dan menentukan perawatan kulit yang sesuai dengan kondisi kulit Anda.