Dad bod adalah istilah untuk bentuk tubuh pria dewasa yang cenderung berisi khususnya di area perut, dengan otot yang tidak terlalu menonjol. Kondisi ini tidak hanya soal penampilan, tetapi juga bisa memengaruhi kesehatan secara menyeluruh.

Banyak yang menganggap dad bod sebagai sesuatu yang wajar, terutama setelah menikah atau memiliki anak. Padahal, kondisi ini kebanyakan dipicu oleh perubahan gaya hidup, stres, serta kurangnya aktivitas fisik dan olahraga, yang bisa meningkatkan risiko gangguan kesehatan.

Dad Bod, Ini Penyebab dan Risiko Kesehatan yang Mengintai - Alodokter

Dad Bod dan Berbagai Penyebabnya

Berikut ini adalah beberapa faktor utama yang dapat menyebabkan dad bod:

  • Jarang berolahraga setelah menikah dan memiliki anak, sehingga menyebabkan otot melemah dan lemak tubuh bertambah, terutama di area perut
  • Pola makan tidak terjaga, seperti kebiasaan makan malam terlalu larut, konsumsi makanan tinggi kalori, serta sering ngemil, sehingga tubuh kelebihan lemak
  • Penurunan kadar hormon testosteron seiring bertambahnya usia, sehingga metabolisme melambat dan lemak mudah menumpuk dalam tubuh
  • Tingkat stres tinggi dan waktu tidur yang kurang sehingga meningkatkan hormon kortisol, yang memicu penumpukan lemak di perut
  • Kebiasaan mengonsumsi alkohol atau bir (sering disebut “beer belly”), sehingga lemak di perut meningkat

Dad Bod dan Risiko Kesehatannya

Dad bod bukan sekadar perubahan penampilan, tetapi juga dapat membawa sejumlah risiko kesehatan, seperti:

1. Meningkatkan risiko tekanan darah tinggi (hipertensi)

Penumpukan lemak di sekitar perut membuat pembuluh darah menyempit, sehingga jantung bekerja lebih keras. Hal ini membuat pria dengan lingkar perut di atas 90 cm lebih berisiko mengalami hipertensi, yang berujung pada serangan jantung dan stroke.

2. Memicu kolesterol tinggi

Dad bod juga dapat memicu kolesterol tinggi. Kelebihan lemak tubuh dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan menurunkan kolesterol baik (HDL). 

Nah, kolesterol tinggi bisa menyumbat pembuluh darah dan memicu penyakit jantung, stroke, serta membuat tubuh cepat lelah akibat aliran darah tidak lancar.

3. Meningkatkan risiko terjadinya diabetes tipe 2

Penumpukan lemak perut juga membuat tubuh kurang sensitif terhadap hormon insulin. Akibatnya, kadar gula darah pada pria dengan dad bod bisa meningkat, sehingga berisiko mengalami diabetes tipe 2.

4. Menyebabkan gangguan tidur

Lemak berlebih perut atau leher dapat menekan saluran napas dan menyebabkan gangguan tidur, misalnya sleep apnea

Kondisi ini ditandai dengan mendengkur keras saat tidur, terbangun di malam hari, dan ngantuk di siang hari. Selain menurunkan kualitas tidur, sleep apnea juga dapat memicu kenaikan tekanan darah dan penyakit jantung.

6. Meningkatkan risiko terkena penyakit jantung

Kombinasi tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes tipe 2 akibat dad bod membuat kerja jantung semakin berat. Hal ini meningkatkan risiko penyakit jantung, seperti serangan jantung atau penyakit jantung koroner, yang bisa mengganggu kualitas hidup secara tiba-tiba.

Cara Mengatasi dan Mencegah Dad Bod

Untuk mencegah serta mengatasi dad bod, berikut beberapa langkah penting yang bisa Anda lakukan:

  • Sisihkan waktu minimal 30 menit setiap hari untuk berolahraga dan aktivitas fisik, seperti lari, bersepeda, atau resistance training.
  • Batasi konsumsi makanan tinggi gula dan lemak, serta hindari makanan olahan. Selain itu, perbanyak asupan sayur, buah, dan protein rendah lemak.
  • Usahakan tidur yang cukup, yaitu 7–9 jam per malam agar metabolisme dan kadar hormon tetap seimbang.
  • Cari cara sehat mengelola stres misalnya dengan mendengarkan musik, bermain bulu tangkis, voli, atau tenis meja bersama kerabat, serta menghabiskan quality time bersama keluarga.
  • Kurangi atau bahkan hindari konsumsi minuman beralkohol untuk mencegah penumpukan lemak perut dan berbagai risiko kesehatan lainnya.

Dad bod memang kerap dianggap sebagai bagian dari perjalanan hidup, terutama setelah menikah atau punya anak. Namun, menjaga kesehatan dan kebugaran tetap penting di setiap fase kehidupan agar terhindar dari berbagai risiko penyakit.

Menemukan keseimbangan antara pekerjaan, keluarga, dan waktu untuk diri sendiri sangat berperan dalam menjaga kesehatan dan kebugaran pria dalam jangka panjang. Selain itu, memberikan contoh gaya hidup sehat pada keluarga juga bisa menjadi motivasi tambahan bagi Anda yang merasa sulit untuk mengelola berat badan.

Jika berbagai cara di atas tidak berhasil untuk mengatasi atau mencegah dad bod, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan dokter secara online melalui Chat Bersama Dokter.

Dengan demikian, dokter dapat mencari tahu penyebab dad bod dan langkah tepat untuk mengatasinya. Selain itu, dokter juga dapat menyesuaikan langkah penanganan yang sesuai dengan kesibukan dan kondisi Anda, sehingga pencegahan dad bod dapat berjalan lebih maksimal.