Demam disertai diare adalah kombinasi gejala yang sering dialami di Indonesia, baik oleh anak-anak maupun dewasa. Kondisi ini bisa menandakan adanya infeksi pada saluran pencernaan. Meski tidak berbahaya, demam disertai diare tetap perlu diwaspadai ya. Soalnya, kondisi ini dapat menyebabkan dehidrasi dan komplikasi lain jika tidak ditangani dengan tepat.
Demam disertai diare sering kali membuat penderitanya merasa tidak nyaman dan khawatir, apalagi jika terjadi pada anak-anak atau lansia. Kondisi ini biasanya menandakan tubuh sedang melawan infeksi yang menyerang saluran pencernaan.
Selain demam dan sering BAB, kondisi ini juga disertai dengan gejala lainnya, seperti mual, muntah, sakit atau kram perut, dan tidak nafsu makan. Nah, jika tidak segera ditangani, demam disertai diare bisa membuat tubuh Anda lemas, bahkan meningkatkan risiko terjadinya dehidrasi lho.
Oleh karena itu, penting untuk memahami penyebab dan langkah penanganan yang tepat agar kondisi ini tidak semakin memburuk dan proses pemulihan bisa berjalan optimal.
Beragam Penyebab Demam Disertai Diare
Berikut ini adalah penyebab demam disertai diare yang perlu Anda ketahui:
1. Infeki virus
Infeksi virus merupakan salah satu penyebab paling umum demam disertai diare, terutama pada anak-anak. Saat virus, seperti rotavirus atau norovirus, masuk ke saluran pencernaan melalui makanan, minuman, atau tangan yang tidak bersih, virus akan menyerang dinding usus. Akibatnya, usus tidak dapat menyerap cairan dengan baik sehingga feses menjadi encer.
Di saat yang sama, tubuh menaikkan suhu sebagai respons alami untuk melawan virus, sehingga muncul demam. Itulah sebabnya demam disertai diare sering terjadi bersamaan saat terkena infeksi virus.
2. Infeksi bakteri
Infeksi bakteri juga menjadi penyebab seringnya demam disertai diare. Bakteri, seperti Salmonella, E. coli, dan Shigella biasanya masuk ke tubuh melalui makanan yang kurang matang atau air yang tidak bersih.
Setelah masuk ke saluran cerna, bakteri ini akan berkembang biak dan menyebabkan peradangan di usus. Nah, hal ini akan memicu reaksi tubuh berupa demam dan diare, bahkan kadang disertai darah pada tinja lho.
Perlu diketahui, demam yang disertai diare akibat infeksi bakteri biasanya menyebabkan gejala berat dan berlangsung lebih lama dibanding infeksi virus, seperti yang terjadi pada kolera dan disentri.
3. Infeksi parasit
Infeksi parasit dapat menyebabkan demam disertai diare berkepanjangan. Parasit, seperti Giardia lamblia dan Entamoeba histolytica biasanya masuk ke tubuh dari air minum yang tidak higienis atau makanan yang terkontaminasi.
Nah, parasit ini akan mengiritasi dinding saluran pencernaan, sehingga tubuh memproduksi diare untuk mengeluarkan parasit. Sementara itu, karena tubuh menganggap parasit sebagai ancaman, sistem kekebalan akan bereaksi dengan menimbulkan demam.
Infeksi parasit umumnya berlangsung lebih lama dan dapat menyebabkan lemas akibat cairan tubuh yang terus berkurang.
4. Efek samping obat
Beberapa obat, terutama antibiotik dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik di usus. Nah, efek samping obat ini sering memicu demam disertai diare lho. Ini karena saat jumlah bakteri baik menurun, usus menjadi mudah teriritasi dan infeksi lain bisa tumbuh.
Selain itu, tubuh juga dapat mengembangkan reaksi ringan berupa demam karena berusaha menyesuaikan diri dengan adanya zat asing dari obat. Oleh karena itu, jangan lupa untuk selalu berkonsultasi terkait penggunaan obat dengan dokter, apalagi jika Anda mengalami efek samping seperti ini.
5. Keracunan makanan
Keracunan makanan terjadi saat seseorang mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri atau racunnya. Tubuh akan berusaha mengeluarkan zat berbahaya tersebut secepat mungkin melalui diare.
Selain itu, sistem imun bekerja keras melawan racun dan kuman penyebabnya, sehingga suhu tubuh meningkat. Kombinasi reaksi inilah yang menyebabkan demam disertai diare muncul secara tiba-tiba dan terasa cukup berat.
6. Penyakit radang usus
Penyakit radang usus, seperti kolitis ulseratif dan Crohn’s disease, juga dapat menyebabkan demam disertai diare. Pada kondisi ini, sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan saluran pencernaan sendiri, sehingga terjadi peradangan kronis. Akibatnya, fungsi penyerapan cairan di usus menjadi terganggu sehingga feses menjadi lebih encer dan frekuensinya meningkat.
Sementara itu, demam muncul sebagai respons tubuh terhadap proses peradangan yang sedang berlangsung. Nah, penyakit radang usus umumnya bersifat kronis, sehingga memerlukan perawatan dan pengawasan medis khusus agar keluhan dapat terkontrol dengan baik.
Begini Penanganan Demam Disertai Diare yang Bisa Anda Lakukan
Penanganan demam disertai diare perlu disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahannya. Berikut ini adalah langkah-langkah yang dapat Anda lakukan agar kondisi cepat membaik dan mencegah komplikasi, seperti dehidrasi:
- Mencukupi kebutuhan cairan, misalnya dengan minum air putih, kaldu bening, jus yang tidak asam, atau larutan rehidrasi oral, seperti oralit.
- Mengonsumsi makanan yang mudah dicerna, misalnya sup, bubur, pisang, atau roti. Hindari makanan pedas, berlemak, atau bersantan yang dapat mengiritasi usus.
- Beristirahat yang cukup
- Menghindari konsumsi minuman beralkohol, bersoda, dan berkafein yang dapat memperberat gejala dan mengiritasi sistem pencernaan..
- Mengonsumsi probiotik, seperti Lactobacillus acidophilus, untuk membantu mengembalikan keseimbangan bakteri baik di usus.
Jika demam cukup tinggi dan membuat tidak nyaman, Anda dapat mengonsumsi obat penurun panas, seperti paracetamol ya. Anda bisa menggunakan layanan Chat Bersama Dokter di aplikasi Alodokter untuk memperoleh informasi dosis dan penggunaan obat yang tepat sesuai arahan dokter.
Pencegahan Demam Disertai Diare
Agar demam disertai diare tidak mudah terjadi dan berulang, penting untuk mengetahui langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan sejak dini. Dengan menerapkan kebiasaan hidup bersih dan pola makan yang tepat, risiko terkena kondisi ini bisa ditekan secara signifikan.
Berikut beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah diare:
- Rajin mencuci tangan sebelum makan, setelah dari toilet, dan setelah beraktivitas di luar rumah.
- Pastikan makanan dan minuman yang Anda konsumsi sudah dimasak hingga matang.
- Bersihkan peralatan makan, masak, dan area dapur secara rutin
- Simpan makanan di lemari pendingin jika tidak langsung dikonsumsi.
- Tutup makanan agar tidak dihinggapi lalat atau serangga lain yang bisa membawa kuman penyebab infeksi saluran cerna.
- Lakukan vaksinasi rotavirus, terutama bagi bayi dan anak-anak, untuk mengurangi risiko infeksi virus yang menjadi penyebab utama demam disertai diare.
Demam disertai diare memang umum terjadi, tetapi tetap tidak boleh dianggap sepele. Pasalnya, kondisi ini bisa menyebabkan kehilangan cairan dan elektrolit secara berlebihan, sehingga meningkatkan risiko dehidrasi dan fungsi organ dapat terganggu.
Oleh sebab itu, jika Anda mengalami demam disertai diare yang tidak kunjung membaik dalam beberapa hari, muncul berulang, atau disertai gejala lain seperti muntah terus-menerus, nyeri perut hebat, maupun tinja berdarah, jangan tunda untuk memeriksakan diri ke dokter ya.
