Untuk mendiagnosis diabetes tipe 2, dokter akan melakukan tanya jawab bersama pasien, menjalankan pemeriksaan fisik, serta serangkaian tes gula darah. Tes ini bertujuan untuk memastikan kadar gula darah pasien berada di atas batas normal dan menilai kondisi metabolisme tubuh secara keseluruhan.

Beberapa Pemeriksaan untuk Diagnosis Diabetes Tipe 2

Berikut adalah beberapa jenis pemeriksaan yang umum dilakukan:

Tanya jawab dan pemeriksaan fisik

Pada tahap awal, dokter akan melakukan tanya jawab terkait kondisi pasien. Beberapa hal yang biasanya ditanyakan adalah:

  • Keluhan yang dialami pasien, seperti sering haus, sering buang air kecil, atau mudah lelah
  • Sejak kapan keluhan muncul
  • Penyakit yang pernah atau sedang diderita, baik pada pasien atau keluarganya
  • Gaya hidup, termasuk pola makan dan aktivitas fisik
  • Obat-obatan yang sedang atau pernah dikonsumsi

Selain itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk melihat tanda-tanda diabetes, seperti penurunan berat badan, dehidrasi, atau perubahan pada kulit. Pada pemeriksaan kulit, dokter juga akan memeriksa adanya tanda-tanda kulit menghitam di lipatan, seperti leher atau ketiak (akantosis nigrikans).

Pemeriksaan tambahan

Guna memastikan diagnosis diabetes tipe 2, dokter akan melakukan beberapa tes gula darah berikut:

1. HbA1c

Tes HbA1c bertujuan untuk melihat rata-rata kadar gula darah selama 2–3 bulan terakhir tanpa perlu puasa. Hasil yang menunjukkan pasien menderita diabetes adalah HbA1c ≥6,5%.

2. Tes gula darah puasa

Tes ini bertujuan untuk memeriksa kadar gula darah dalam keadaan berpuasa. Sebelum menjalani tes ini, pasien akan diminta untuk berpuasa terlebih dahulu selama 8 jam. Hasil yang mengarah pada diabetes adalah kadar gula darah puasa sebanyak ≥126 mg/dL.

3. Tes toleransi gula darah

Setelah menjalani tes gula darah puasa, pasien akan diminta untuk meminum larutan gula khusus. Pada tes ini, kadar gula darah akan diperiksa kembali secara berkala dalam 2 jam. Hasil yang menunjukkan diabetes adalah kadar gula darah 2 jam setelah tes ini sebanyak ≥200 mg/dL.

4. Tes gula darah sewaktu

Tes ini dapat dilakukan kapan saja tanpa perlu puasa, terutama jika pasien datang dengan keluhan khas diabetes. Hasil yang mengarah ke diabetes adalah kadar gula darah sewaktu sebesar ≥200 mg/dL.

Untuk memastikan diagnosis diabetes tipe 2, dokter biasanya akan melakukan setidaknya dua jenis tes darah yang berbeda atau pada waktu yang berbeda. Jika diperlukan, dokter juga akan melakukan pemeriksaan tambahan guna memastikan jenis diabetes yang dialami, seperti tes antibodi.

Apabila hasil diagnosis menyatakan pasien mengalami diabetes tipe 2, dokter akan memberikan penanganan sesuai kondisi pasien, termasuk pengaturan pola makan, aktivitas fisik, serta obat antidiabetes bila diperlukan. Selain itu, pasien juga dianjurkan untuk melakukan kontrol rutin guna mencegah komplikasi.

Jika masih memiliki pertanyaan seputar pemeriksaan diabetes atau direncanakan untuk menjalani pemeriksaan tersebut, Anda bisa berkonsultasi lewat Chat Bersama Dokter sebagai tahap awal. Dokter akan memberikan saran sesuai kondisi dan kebutuhan Anda, atau memesankan janji pemeriksaan langsung di rumah sakit.