Dalam mendiagnosis diabetes tipe 2, dokter umumnya melakukan serangkaian tes gula darah. Tes gula darah yang dilakukan pun dapat berbeda pada tiap pasien, di antaranya adalah: 

  • HbA1C. Tes ini dilakukan untuk memeriksa kadar gula darah rata-rata dalam periode 2-3 bulan.
  • Tes gula darah puasa. Tes ini bertujuan untuk memeriksa kadar gula darah di saat keadaan perut kosong. Pasien akan diminta untuk terlebih dahulu puasa selama 8 jam.
  • Tes toleransi gula darah. Setelah pasien diambil gula darah puasa, pasien akan diminta untuk meminum minuman gula khusus dan kembali melakukan pemeriksaan gula darah setelah 2 jam minum larutan gula.
  • Tes gula darah sewaktu. Tes ini bertujuan untuk memeriksa kadar gula dalam darah di waktu yang tidak ditentukan.

Untuk memastikan hasil yang didapat, setidaknya dokter menggunakan 2 jenis tes darah. Dokter juga dapat menggunakan tes lain berupa tes urine, pemeriksaan kadar kolesterol dalam darah, sekaligus fungsi hati, ginjal, dan tiroid.