Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk menangani diabetes tipe 2. Dokter akan menentukan metode yang tepat dan sesuai dengan kondisi pasien, antara lain:

Diet dan Olahraga

Menerapkan pola hidup sehat dengan rutin berolahraga dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang tidak hanya dapat menurunkan kadar gula dalam darah, tetapi juga bisa menurunkan risiko terjadinya komplikasi.

Dokter akan menganjurkan pasien untuk mengonsumsi makanan yang kaya akan serat dan rendah lemak. Bila perlu, diskusikan dengan dokter mengenai jenis makanan yang baik untuk dikonsumsi, serta jenis dan frekuensi olahraga yang tepat. Hal ini karena kebutuhan makan dan olahraga pada tiap orang dapat berbeda.

Pemberian Obat

Dokter dapat meresepkan obat-obatan jika perubahan pola hidup tidak cukup efektif menurunkan kadar gula darah. Beberapa jenis obat yang dapat diberikan adalah:

  • Metformin, untuk mengurangi produksi gula pada hati
  • Glinide, seperti nateglinide, dan sulfonilurea, seperti glibenclamide¬†atau glipizide, untuk merangsang kerja pankreas agar memproduksi insulin lebih banyak
  • Thiazolidinediones, seperti pioglitazone, untuk merangsang sel-sel tubuh agar lebih sensitif terhadap insulin
  • DPP-4 inhibitor, seperti sitagliptin atau alogliptin, untuk meningkatkan produksi insulin dan mengurangi produksi gula oleh hati
  • GLP-1 receptor agonist, seperti exenatide, untuk memperlambat pencernaan makanan, terutama yang mengandung gula, sekaligus menurunkan kadar gula dalam darah
  • SGLT2 inhibitor, seperti dapagliflozin dan empagliflozin, untuk mendorong ginjal membuang lebih banyak gula

Penting untuk diingat, konsultasikan ke dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan obat di atas. Hal ini agar dokter menyesuaikan jenis dan dosis obatnya dengan kondisi Anda sehingga risiko terjadinya efek samping bisa dihindari.

Jika obat-obatan di atas tidak efektif, dokter dapat memberikan suntik insulin. Insulin tersedia dalam beberapa jenis, dan masing-masingnya bekerja dengan cara yang berbeda. Oleh sebab itu, diskusikan dengan dokter mengenai jenis insulin yang tepat.

Operasi Bariatrik

Operasi bariatrik hanya dianjurkan pada pasien dengan berat badan berlebih yang kondisinya tidak bisa ditangani dengan perubahan diet dan olahraga. Prosedur ini bertujuan untuk mengubah bentuk saluran pencernaan agar porsi makanan dapat dibatasi dan nutrisi yang terserap berkurang. Dengan begitu, berat badan pun akan menurun.

Pemeriksaan Kesehatan Rutin

Kadar gula darah pasien perlu diperiksa secara rutin agar kadarnya sesuai dengan yang telah ditentukan oleh dokter. Pemeriksaan juga bertujuan untuk mengetahui keberhasilan pengobatan yang sedang dilakukan.

Tergantung kondisi pasien, pemeriksaan mungkin perlu dilakukan sekali sehari sebelum atau setelah berolahraga. Sedangkan pada pasien yang memerlukan tambahan insulin, pemeriksaan perlu dilakukan beberapa kali sehari.

Selain pemeriksaan gula darah, pasien juga perlu melakukan pemeriksaan lain sesuai anjuran dokter, meliputi:

  • Tes HbA1c
  • Tes urine
  • Pemeriksaan kadar kolesterol
  • Pemindaian jantung dengan EKG atau tes stres jantung
  • Tes fungsi hati, ginjal, dan tiroid

Dokter juga akan menjalankan pemeriksaan mata secara berkala untuk mendeteksi kerusakan pada saraf mata, serta pemeriksaan di kaki untuk melihat apakah ada gangguan atau kerusakan saraf di kaki.

Penderita diabetes juga disarankan untuk rutin memeriksakan kadar gula darah secara mandiri dengan menggunakan alat tes gula darah. Konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui kapan dan seberapa sering pemeriksaan ini perlu dilakukan.