Jika tidak diobati, gejala epidermolisis bulosa dapat menyebabkan komplikasi berupa:

  • Sepsis – Masuknya bakteri ke dalam aliran darah dan menyebar ke seluruh tubuh, menyebabkan shock dan gagal fungsi organ yang bisa membahayakan nyawa.
  • Infeksi – Kulit yang melepuh rentan dengan infeksi bakteri.
  • Cacat – EB dapat menyebabkan gangguan pada sendi, seperti jari yang bengkok.
  • Dehidrasi – Lepuh yang berukuran besar dan terbuka memicu tubuh kehilangan banyak cairan, serta berujung pada dehidrasi yang parah.
  • Konstipasi – Kulit melepuh yang muncul di area dubur. Selain itu terdapat kondisi dehidrasi dan kekurangan asupan makanan berserat dapat menyebabkan kotoran sulit keluar dari tubuh.
  • Malanutrisi dan anemia – Kulit melepuh di area mulut membuat penderita mengalami kesulitan makan, berujung kepada malanutrisi dan rendahnya kadar zat besi di dalam darah (anemia), dan mencegah proses penyembuhan luka serta pertumbuhan.
  • Gangguan mata – Radang mata dapat membahayakan kornea mata dan bisa menyebabkan kebutaan.
  • Kanker kulit – EB jenis tertentu memiliki risiko tinggi terhadap berkembangnya kanker kulit jenis karsinoma sel skuamus.

Pada kasus yang parah, nyawa pasien bisa terancam. Risiko ini tinggi pada bayi yang mengalami EB junctional yang parah akibat infeksi, dehidrasi, dan kulit melepuh yang telah menyebar dengan luas dan menghambat kemampuan bayi untuk makan maupun bernapas.