Fasfit D adalah suplemen vitamin yang bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan vitamin D dengan cepat pada lansia, wanita hamil dan menyusui, serta penderita penyakit menular atau penyakit autoimun.
Fasfit D mengandung vitamin D3 atau cholecalciferol, yaitu salah satu bentuk vitamin D yang mudah diserap tubuh. Vitamin ini berperan penting dalam membantu menjaga kesehatan tulang dan gigi, meningkatkan daya tahan tubuh, serta mendukung penyerapan kalsium agar fungsi tubuh tetap optimal, terutama pada kondisi ketika asupan vitamin D dari makanan dan paparan sinar matahari tidak mencukupi.
Perlu diketahui, kekurangan vitamin D dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan tulang, seperti rakitis pada anak-anak, dan meningkatkan risiko osteoporosis pada orang dewasa. Untuk mencegah atau mengatasi kondisi tersebut, Anda bisa mengonsumsi Fasfit D.
Produk Fasfit D
Fasfit D tersedia dalam 2 varian, yaitu:
- Fasfit D 1000 IU, yang tiap tabletnya mengandung 25 mcg vitamin D3
- Fasfit D 5000 IU, 5000 IU, dengan kandungan 125 mg vitamin D3 pada tiap tabletnya
Apa Itu Fasfit D
| Bahan aktif | Vitamin D3 atau kolekalsiferol |
| Golongan | Suplemen kesehatan |
| Kategori | Suplemen vitamin |
| Manfaat | Membantu memenuhi kebutuhan vitamin D |
| Dikonsumsi oleh | Dewasa dan anak-anak usia ≥12 tahun |
| Fasfit D untuk ibu hamil | Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada wanita hamil. |
| Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin. | |
| Fasfit D untuk ibu menyusui | Vitamin D3 dalam Fasfit D dapat terserap ke dalam ASI. Bila Anda sedang menyusui, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan suplemen ini. |
| Bentuk obat | Tablet |
Peringatan sebelum Mengonsumsi Fasfit D
Meski bisa dibeli tanpa resep dokter, Fasfit D sebaiknya tetap digunakan sesuai anjuran dokter agar dosisnya tepat dan manfaatnya optimal. Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum mengonsumsi Fasfit D, yaitu:
- Jangan menggunakan Fasfit D jika Anda alergi terhadap cholecalciferol atau vitamin D3. Apabila ragu, konsultasikan dengan dokter perihal riwayat alergi yang dimiliki.
- Informasikan kepada dokter perihal penggunaan Fasfit D3 bila Anda menderita kelebihan vitamin D dalam tubuh (hipervitaminosis D), sindrom malabsorbsi, hiperkalsiuria, atau kadar kalsium tinggi dalam darah (hiperkalsemia).
- Beri tahu dokter jika Anda pernah atau sedang menderita penyakit jantung, hiperparatiroidisme, penyakit ginjal, batu ginjal, sarkoidosis, atau ketidakseimbangan elektrolit.
- Bicarakan dengan dokter bila Anda hendak mengonsumsi Fasfit D bersama obat, suplemen lain, atau produk herbal tertentu. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya interaksi antarobat.
- Pastikan untuk memberi tahu dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
- Segera temui dokter jika terjadi reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah menggunakan Fasfit D.
Dosis dan Aturan Pakai Fasfit D
Dosis Fasfit D akan disesuaikan dengan usia dan kondisi masing-masing orang. Secara umum, dosis Fasfit D yang bisa dikonsumsi adalah 1 tablet, 1 kali sehari, setelah makan..
Cara Menggunakan Fasfit D yang Benar
Gunakan Fasfit D sesuai anjuran dokter dan bacalah aturan pakai yang tertera pada kemasan. Perlu diingat, jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa persetujuan dokter.
Agar manfaatnya maksimal, Anda perlu memperhatikan konsumsi Fasfit D dengan benar berikut ini:
- Fasfit D sebaiknya dikonsumsi setelah makan karena dapat meningkatkan penyerapan vitamin D oleh tubuh.
- Telan tablet dengan bantuan air putih.
- Jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan lain, beri jarak setidaknya 2 jam sebelum atau sesudah minum suplemen ini.
- Usahakan untuk mengonsumsi Fasfit D pada jam yang sama setiap harinya agar Anda tidak lupa.
- Jika Anda lupa minum Fasfit D sesuai jadwal, segera minum suplemen ini bila masih pada hari yang sama. Jika sudah berbeda hari, abaikan dosis yang terlewat dan lanjutkan minum suplemen ini seperti biasa. Jangan menggandakan dosis untuk menggantikan dosis yang terlewat.
- Simpan Fasfit D di tempat sejuk, kering, dan jauh dari jangkauan anak-anak.
Penting untuk diingat, suplemen vitamin ini berfungsi sebagai pelengkap untuk mencukupi kebutuhan vitamin D harian, khususnya bila asupan dari makanan dan paparan sinar matahari tidak mencukupi.
Jika Anda masih bingung terkait penggunaan Fasfit D, jangan ragu untuk bertanya ke dokter. Untuk mendapatkan jawaban yang cepat dan tepat, Anda bisa menggunakan fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER.
Interaksi Fasfit D dengan Obat Lain
Berikut ini adalah sejumlah interaksi yang dapat terjadi jika Fasfit D dikonsumsi bersama obat lain:
- Peningkatan risiko terjadi hiperkalsemia, ketika digunakan bersama obat diuretik thiazide, kalsium, atau fosfat
- Penurunan penyerapan vitamin D3, saat dikonsumsi bersama orlistat, colestipol, atau ketoconazole
- Peningkatan kadar vitamin D3 dalam darah, bila dipakai dengan vitamin D jenis lain, misalnya calcitriol atau calcifediol
- Penurunan efektivitas vitamin D3, saat digunakan bersama kortikosteroid, rifampicin, atau isoniazid
- Penurunan efek vitamin D jika digunakan dengan antikonvulsan, seperti carbamazepine, phenytoin, atau primidone
Untuk menghindari terjadinya interaksi obat, Anda dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter ketika ingin mengonsumsi suplemen ini bersama dengan suplemen lain, termasuk obat maupun produk herbal.
Efek Samping dan Bahaya Fasfit D
Umumnya, Fasfit D jarang menimbulkan efek samping jika digunakan sesuai aturan pakai dan tidak melebihi dosis yang dianjurkan. Namun, jika dikonsumsi secara berlebihan, suplemen vitamin ini bisa menyebabkan efek samping, di antaranya:
- Mual dan muntah
- Sembelit
- Hilang nafsu makan
- Berat badan turun
- Mudah haus
- Perubahan suasana hati
- Sering buang air kecil
Konsultasikan ke dokter jika Anda mengalami efek samping di atas selama menggunakan Fasfit D, terutama dalam dosis yang tinggi. Anda juga dapat segera melakukan booking dokter di aplikasi ALODOKTER untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat, terutama jika mengalami reaksi alergi obat setelah mengonsumsi suplemen ini.
