Gigi anak rusak bisa berdampak besar pada kesehatan dan rasa percaya diri Si Kecil. Gangguan ini tidak hanya menimbulkan nyeri, tapi juga mengganggu makan, bicara, serta perkembangan anak. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memahami penyebab, tanda, dan cara mencegah gigi anak rusak sejak dini.

Gigi anak rusak sering kali dianggap sepele. Padahal, kondisi ini dapat berdampak pada kesehatan mulut dan tumbuh kembang Si Kecil secara keseluruhan. Kerusakan gigi pada anak dapat muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari gigi berlubang, gigi yang berubah warna menjadi kecokelatan atau kehitaman, gigi yang rapuh dan mudah patah, hingga pertumbuhan gigi berlebih atau hyperdontia

Gigi Anak Rusak, Ketahui Penyebab, Cara Menangani, dan Cara Mencegahnya - Alodokter

Kondisi ini umumnya dipicu oleh kebiasaan mengonsumsi makanan atau minuman manis secara berlebihan, kurangnya kebersihan gigi dan mulut, serta kebiasaan menyikat gigi yang belum dilakukan dengan benar. 

Nah, jika dibiarkan, kondisi ini bisa berkembang semakin parah dan menimbulkan rasa tidak nyaman saat anak makan atau berbicara. Selain itu, gigi anak rusak juga dapat meningkatkan risiko infeksi, bau mulut, hingga gangguan pada pertumbuhan gigi permanen di kemudian hari. 

Ini Penyebab Gigi Anak Rusak

Berikut ini adalah berbagai penyebab gigi anak rusak: 

1. Konsumsi makanan dan minuman manis 

Terlalu sering mengonsumsi permen, cokelat, biskuit, atau minuman manis menjadi salah satu penyebab utama gigi anak rusak. Gula yang tertinggal di permukaan gigi akan dimakan oleh bakteri di mulut dan diubah menjadi asam. Asam inilah yang lama-kelamaan mengikis enamel atau lapisan pelindung gigi, sehingga gigi anak jadi mudah berlubang.

2. Kebiasaan menyikat gigi yang kurang tepat

Gigi anak rusak juga bisa terjadi karena cara menyikat gigi yang belum benar. Menyikat gigi terlalu singkat, tidak menjangkau seluruh permukaan gigi, atau hanya dilakukan sekali sehari membuat sisa makanan dan plak tetap menempel. Lama-kelamaan, plak ini akan merusak gigi dan memicu gigi berlubang pada anak.

3. Penggunaan botol susu saat tidur

Membiarkan anak tertidur sambil mengisap botol susu membuat gula dari susu menempel lama di gigi, apalagi jika dilakukan setiap malam. Ketika anak tidur, produksi air liur berkurang sehingga gula tidak terbilas secara alami. Ini menyebabkan bakteri mudah merusak email dan akhirnya membuat gigi anak rusak, terutama di bagian depan atas.

4. Kebersihan mulut yang kurang terjaga

Tidak hanya gigi, kebersihan gusi dan lidah juga berpengaruh pada kesehatan gigi anak lho. Mulut yang jarang dibersihkan akan menjadi tempat berkembangnya bakteri. Kondisi ini mempercepat proses kerusakan gigi anak dan dapat memicu infeksi gusi jika dibiarkan.

5. Tidak rutin memeriksakan gigi ke dokter

Banyak orang tua baru membawa anak ke dokter gigi saat sudah mengeluh sakit. Padahal, pemeriksaan rutin dapat membantu mendeteksi tanda awal gigi anak rusak sebelum menjadi parah. Tanpa pemeriksaan berkala, lubang kecil pada gigi bisa semakin membesar dan sulit ditangani.

6. Kurangnya asupan fluoride

Fluoride berperan penting dalam memperkuat enamel gigi dan melindunginya dari serangan asam. Jika anak kurang mendapatkan fluoride, baik dari pasta gigi maupun sumber lainnya, gigi akan lebih mudah rusak. Inilah alasan mengapa kekurangan fluoride meningkatkan risiko gigi anak rusak sejak dini.

7. Enamel gigi yang lemah

Pada beberapa anak, lapisan enamel gigi memang lebih tipis atau lemah sejak awal. Kondisi ini membuat gigi Si Kecil tidak cukup kuat melawan asam dari bakteri dan makanan. Akibatnya, gigi anak mudah rusak meskipun kebersihannya sudah cukup terjaga.

8. Cedera pada gigi

Benturan atau jatuh saat bermain bisa menyebabkan gigi anak retak atau patah. Cedera ini membuka jalan bagi bakteri untuk masuk ke dalam gigi dan mempercepat kerusakan. Jika tidak segera ditangani, cedera dapat menjadi salah satu penyebab gigi anak rusak yang serius.

9. Hyperdontia

Hyperdontia adalah kondisi tumbuhnya gigi tambahan pada anak yang membuat susunan gigi menjadi berjejal dan tidak rapi. Kondisi ini memudahkan sisa makanan terselip dan sulit dibersihkan, sehingga bakteri lebih cepat menumpuk. Akibatnya, risiko gigi anak rusak dan berlubang pun meningkat.

Selain itu, kebiasaan buruk Si Kecil, seperti mengemut dot, menggigit pensil atau mainan, mengisap jempol, serta malas menyikat gigi sebelum tidur juga dapat menjadi penyebab gigi anak rusak lho. Ini karena kebiasaan tersebut dapat memicu penumpukan bakteri, mengikis enamel gigi, dan meningkatkan risiko gigi berlubang.

Begini Cara Menangani Gigi Anak Rusak 

Menangani gigi anak rusak memerlukan langkah yang tepat dan disesuaikan dengan tingkat keparahan kerusakan. Berikut adalah cara penanganan gigi anak rusak yang dapat dilakukan:

1. Periksakan anak ke dokter gigi

Membawa anak ke dokter gigi merupakan langkah awal yang sangat penting dalam menangani gigi anak rusak. Melalui pemeriksaan menyeluruh, dokter dapat mengetahui tingkat kerusakan gigi, apakah masih ringan atau sudah parah. Dengan begitu, penanganan bisa dilakukan lebih tepat dan mencegah kerusakan gigi anak semakin meluas.

2. Penambalan gigi

Penambalan gigi dilakukan jika gigi anak rusak akibat lubang yang masih tergolong ringan hingga sedang. Tindakan ini bertujuan menutup lubang pada gigi agar bakteri tidak terus masuk dan merusak jaringan gigi lebih dalam. Dengan penambalan, fungsi gigi dapat kembali normal dan rasa nyeri pun berkurang.

3. Pencabutan gigi

Pencabutan gigi menjadi pilihan penanganan gigi anak rusak apabila gigi sudah rusak parah dan tidak bisa dipertahankan. Tindakan ini penting untuk mencegah penyebaran infeksi ke gigi lain maupun ke gusi. Umumnya, dokter gigi akan mempertimbangkan waktu tumbuh gigi permanen agar pencabutan tidak mengganggu susunan gigi anak.

4. Perawatan saluran akar

Jika kerusakan gigi anak sudah mencapai saraf dan menimbulkan nyeri hebat, perawatan saluran akar dapat dilakukan. Prosedur ini bertujuan membersihkan jaringan saraf yang terinfeksi, menghentikan rasa sakit, serta mempertahankan gigi agar tidak perlu dicabut. Dengan perawatan ini, gigi anak rusak masih bisa berfungsi dengan baik.

5. Pembersihan karang gigi 

Karang gigi yang menumpuk dapat menjadi sarang bakteri penyebab gigi anak rusak. Pembersihan karang gigi membantu menghilangkan plak dan bakteri yang tidak bisa dibersihkan hanya dengan menyikat gigi. Tindakan ini juga menjaga kesehatan gusi dan mencegah kerusakan gigi semakin parah.

Jika gigi anak rusak disebabkan oleh hyperdontia, penanganan biasanya difokuskan pada gigi tambahan yang mengganggu pertumbuhan dan kebersihan gigi lainnya. Dokter gigi dapat merekomendasikan pencabutan gigi supernumerary untuk mencegah gigi berjejal dan penumpukan sisa makanan. 

Pada beberapa kasus, anak juga mungkin memerlukan perawatan ortodonti untuk merapikan susunan gigi agar lebih mudah dibersihkan dan risiko gigi anak rusak dapat diminimalkan.

Cara Mencegah Gigi Anak Rusak 

Bunda tidak perlu khawatir ya. Soalnya, gigi anak rusak sebenarnya dapat dicegah dan ditangani sejak dini kok. Berikut langkahnya: 

  • Bawa anak ke dokter gigi minimal setiap 6 bulan sekali. Pemeriksaan berkala membantu mendeteksi masalah sejak dini dan mencegah gigi anak rusak lebih parah.
  • Biasakan anak untuk sikat gigi 2 kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride.
  • Pastikan anak menyikat seluruh permukaan gigi secara perlahan dan benar agar plak dan sisa makanan terangkat sempurna.
  • Batasi konsumsi makanan dan minuman manis pada anak. 
  • Jangan biarkan anak tidur sambil minum susu dari botol.
  • Berkumur setelah makan dan bersihkan lidah maupun gusi secara lembut untuk mencegah pertumbuhan bakteri berlebih.
  • Larang anak untuk mengisap jempol, menggigit benda keras, atau mengemut dot terlalu lama, karena dapat menyebabkan gigi anak rusak sekaligus mengganggu pertumbuhan gigi permanen.
  • Gunakan pelindung mulut atau mouth guard khusus anak untuk mencegah cedera pada gigi.

Gigi anak rusak memang bisa menjadi masalah yang mengganggu kenyamanan dan kesehatan Si Kecil. Kondisi ini tidak hanya memengaruhi kemampuan mengunyah, tetapi juga dapat berdampak pada pertumbuhan gigi permanen dan kepercayaan diri anak.

Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk selalu memperhatikan kesehatan gigi anak sejak dini. Dengan begitu, Bunda dan Ayah bisa lebih waspada sehingga Si Kecil tetap memiliki gigi yang sehat dan kuat untuk tumbuh kembangnya.

Namun, jika gigi Si Kecil mulai tampak rusak parah, berlubang, atau menimbulkan nyeri, jangan ditunda untuk memantau kondisinya lebih serius agar masalah tidak berkembang lebih lanjut dan tetap bisa ditangani dengan tepat. 

Gunakan fitur Booking Dokter di aplikasi ALODOKTER untuk membuat janji dengan dokter gigi anak secara cepat dan praktis, sehingga Si Kecil mendapatkan penanganan yang aman dan tepat waktu.